JAKARTA/Tribuneindonesia.com
Com PT Gozco Plantations Tbk (IDX: GZCO) mencatat pertumbuhan kinerja yang positif sepanjang tahun buku 2025. Dalam kegiatan Public Expose Tahunan yang digelar di Jakarta, Rabu (10/6/2026), perseroan mengumumkan laba tahun berjalan sebesar Rp107,6 miliar atau meningkat 72,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp62,41 miliar.
Public Expose tersebut juga bertepatan dengan peringatan hari jadi pencatatan saham Gozco Plantations di Bursa Efek Indonesia. Dalam kesempatan itu, manajemen memaparkan pencapaian operasional, performa keuangan, serta rencana pengembangan usaha untuk tahun 2026.
Presiden Direktur Gozco Plantations, Kreisna Dewantara Gozali, bersama jajaran komisaris dan direksi menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi salah satu periode terbaik bagi perusahaan. Kinerja positif tersebut didorong oleh peningkatan produksi, naiknya harga jual komoditas, efisiensi operasional, hingga penguatan struktur keuangan perseroan.
Bacaan menarik : Secara Maraton Kejari Pringsewu Periksa Dugaan Mark-up Harga Pengadaan Alat Prokes
Saat ini, Gozco Plantations mengelola perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah melalui sejumlah anak perusahaan strategis. Hingga akhir 2025, total areal tertanam mencapai 15.949 hektare, dengan 13.461 hektare di antaranya merupakan tanaman menghasilkan atau sekitar 84 persen dari total lahan yang dimiliki.
Dari sisi operasional, produksi tandan buah segar (TBS) inti selama 2025 mencapai 232.691 ton dan sesuai dengan target perusahaan. Sementara itu, produksi minyak sawit mentah (CPO) tercatat sebesar 42.924 ton, sedangkan produksi inti sawit atau Palm Kernel (PK) mencapai 9.486 ton, melampaui target tahunan yang telah ditetapkan.
Peningkatan produktivitas tersebut didukung oleh pengelolaan kebun yang berkelanjutan serta optimalisasi proses produksi di seluruh unit usaha perusahaan. Pada sektor pemasaran, perseroan membukukan penjualan sekitar 39 ribu ton CPO, 9 ribu ton Palm Kernel, dan 58 ribu ton TBS sepanjang tahun 2025.
Membaiknya kondisi pasar turut memberikan dampak positif terhadap harga jual komoditas. Harga rata-rata CPO naik menjadi Rp14.427 per kilogram, Palm Kernel mencapai Rp12.294 per kilogram, sedangkan harga TBS meningkat menjadi Rp3.277 per kilogram. Kenaikan harga komoditas tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendukung pertumbuhan pendapatan perusahaan sepanjang tahun lalu.















