Wakil Bupati, Ir. H. Razuardi, MT secara resmi membuka kegiatan Lokakarya Refleksi dan Pembelajaran Proyek ARISE

- Editor

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen/Tribuneindonesia.com

Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT secara resmi membuka kegiatan Lokakarya Refleksi dan Pembelajaran Proyek ARISE (Aceh Relief and Integrated Support in Emergencies) yang berlangsung di Aula Hotel Faja, Kamis 04 Juni 2026.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Foundasi Hidup (FH) Indonesia bersama YAKKUM Emergency Unit (YEU) sebagai bagian dari evaluasi dan pembelajaran atas pelaksanaan program penanganan dampak bencana di Kabupaten Bireuen.

Kegiatan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Bank Aceh Cabang Bireuen, Ketua TP-PKK Kabupaten Bireuen, sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), Camat Jeumpa, Peusangan, dan Kuta Blang, serta para keuchik dari gampong-gampong dampingan program ARISE.

Lokakarya tersebut menjadi wadah bagi seluruh pemangku kepentingan untuk merefleksikan berbagai capaian, tantangan, serta praktik-praktik baik yang telah dilakukan selama pelaksanaan proyek ARISE dalam membantu masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bireuen pada akhir tahun 2025.

Direktur Nasional Yayasan Foundasi Hidup Indonesia, Effendy Aritonang, dalam sambutannya menjelaskan bahwa proyek ARISE dirancang untuk membantu masyarakat miskin dan kelompok rentan yang terdampak bencana alam. Program ini merupakan bentuk respons kemanusiaan yang mengedepankan kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.

Menurutnya, proyek ARISE hadir sebagai respons cepat terhadap bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir tahun 2025. Melalui dukungan berbagai pihak, masyarakat terdampak dapat segera memperoleh bantuan dan pendampingan dengan mengoptimalkan potensi serta sumber daya yang tersedia di tingkat lokal.

“Melalui kerja sama yang baik antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, dan masyarakat, berbagai kebutuhan mendesak warga terdampak dapat ditangani secara efektif. Hal ini menjadi bukti bahwa kolaborasi merupakan kunci utama dalam upaya penanggulangan bencana,” ujar Effendy.

Sementara itu, Wakil Bupati Bireuen dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada FH Indonesia dan YEU atas komitmen, kepedulian, serta dedikasi mereka dalam mendampingi masyarakat Bireuen selama masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan pascabencana.

Ia menilai kehadiran berbagai lembaga kemanusiaan telah memberikan kontribusi nyata dalam membantu pemerintah daerah mempercepat proses pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.

“Melalui forum partisipatif ini, saya berharap seluruh pemangku kepentingan mulai dari tingkat gampong, kecamatan, hingga dinas kabupaten dapat memanfaatkan momentum ini untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, serta pembelajaran yang diperoleh selama pelaksanaan program,” ujar Razuardi.

Baca Juga:  JPN Kejari Bireuen Menangani Gugatan Perdata Oleh Calon Pengantin Terhadap Pemkab Bireuen 

Menurutnya, setiap bencana yang terjadi selalu menyimpan pelajaran berharga yang perlu didokumentasikan dan dijadikan dasar dalam memperkuat sistem kesiapsiagaan di masa mendatang. Oleh karena itu, hasil-hasil diskusi dan refleksi yang lahir dari lokakarya ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi prioritas yang realistis, aplikatif, dan mudah ditindaklanjuti.

“Rekomendasi tersebut tidak hanya penting bagi penguatan kapasitas internal FH Indonesia dan YEU dalam menjalankan program-program kemanusiaan ke depan, tetapi juga menjadi masukan yang sangat berharga bagi Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam menyusun strategi kesiapsiagaan serta membangun sistem penanggulangan bencana yang berbasis pada ketangguhan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan pentingnya menjaga dan memperkuat sinergi yang telah terjalin selama masa tanggap darurat dan pemulihan. Ia menyebut keberhasilan penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, sektor perbankan, akademisi, media massa, hingga masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor harus terus dipelihara agar kapasitas daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang semakin kuat dan terintegrasi.

Diketahui, Proyek ARISE mulai dilaksanakan sejak 17 Desember 2025 sebagai respons terhadap bencana banjir hidrometeorologi dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen. Program ini meliputi penyaluran Bantuan Non-Tunai Multiguna (BaNTu Guna) bagi masyarakat terdampak di Kecamatan Peusangan dan Jeumpa, serta bantuan sektor Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) di Kecamatan Kuta Blang.

Selama masa implementasi, program ARISE telah berupaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, memperbaiki akses terhadap layanan air bersih dan sanitasi, serta memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana di masa depan.

Program yang dijadwalkan berakhir pada 16 Juni 2026 tersebut diharapkan meninggalkan berbagai pembelajaran penting dan praktik baik yang dapat direplikasi dalam upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Bireuen maupun daerah lainnya di Aceh.

Melalui lokakarya refleksi ini, seluruh pihak yang terlibat berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta membangun ketangguhan masyarakat agar mampu menghadapi berbagai ancaman bencana secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Jaga Kedaulatan di Perbatasan, KRI SELAR-879 Gelar Bakti Sosial untuk Nelayan Tahuna
Diduga Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam Kepsek dan Libatkan oknum keluarga di Agara.
​Sinergi dan Modernisasi, Kodaeral VIII Siap Bangun Pusat Komando Real-Time
​Sambut Astacita 2045, Kejari Bitung Selaraskan Program Kerja Lewat Musrenbang Virtual
Perkuat Sinergitas, Kapolsek Matuari Hadiri Rakor Kamtibmas Bersama Forkopincam
Sabet Predikat Terbaik se-Sulut, Primkopol Bitung Gelar RAT Ke-XXIX di Aspol Pinokalan
Bireuen Kembali Raih Opini WTP dari BPK untuk Laporan LKPD 2025
KPA–Partai Aceh Pidie Teguhkan Semangat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:12

Kantor Kemenag Perkuat Pusat Layanan Terpadu Deli Serdang

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:57

Mobile IVA Test Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks di Deli Serdang

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:45

Gotong Royong Bangun Kantor Desa, Marindal II Tunjukkan Kemandirian

Kamis, 4 Juni 2026 - 02:43

Pengadaan di Deli Serdang Harus Bersaing Secara Terbuka, Bupati Tolak Intervensi Penentuan Pemenang

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:21

Kementerian HAM Turun Tangan, Aset Publik di Lahan HGU Deli Serdang Didorong Dapat Kepastian Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:43

Asri Ludin Lantik 20 Pejabat, Perkuat Sektor Strategis Deli Serdang

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:01

Bupati Asri Ludin Buru Bibit Atlet Masa Depan, O2SN SD Deli Serdang Diikuti 281 Talenta Muda

Rabu, 3 Juni 2026 - 00:54

Angkat Bicara, Anggota LSM KPK RI Saidul Amran: “Kalau Dugaan Penyimpangan Terus Bermunculan Tapi Tak Ada Respons, Publik Berhak Curiga Ada yang Salah”

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Kantor Kemenag Perkuat Pusat Layanan Terpadu Deli Serdang

Kamis, 4 Jun 2026 - 16:12

Pemerintahan dan Berita Daerah

Mobile IVA Test Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks di Deli Serdang

Kamis, 4 Jun 2026 - 15:57

Pemerintahan dan Berita Daerah

Gotong Royong Bangun Kantor Desa, Marindal II Tunjukkan Kemandirian

Kamis, 4 Jun 2026 - 15:45