Bitung | Tribuneindonesia.com – Pemerintah Kota Bitung terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembangunan daerah dan pelayanan publik, Kamis (04/06/26).
Langkah ini dibuktikan dengan keterlibatan aktif Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung, Ellen Honandar Sondakh, S.E., dalam agenda City Tour yang menjadi bagian dari Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah VI di Kota Kendari, (3/6).
Kunjungan lapangan ini tidak sekadar menjadi aktivitas seremonial. Bagi delegasi Pemerintah Kota Bitung, momentum tersebut dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembelajaran strategis serta ajang pertukaran pengalaman antarpemerintah daerah, khususnya dalam mengadopsi keberhasilan tata kelola perkotaan dari wilayah lain.
Fokus utama dari peninjauan ini mengarah pada tiga sektor krusial, yaitu pengembangan kawasan wisata yang terintegrasi, manajemen pengelolaan lingkungan, hingga penataan ruang terbuka hijau (RTH).
Ketiga aspek tersebut dinilai sebagai elemen penting yang mampu memberikan dampak positif secara langsung bagi kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat.
Melalui interaksi dan observasi langsung di lapangan, jajaran Pemkot Bitung berhasil menghimpun berbagai referensi segar serta inovasi mutakhir.
Catatan dan gagasan yang diperoleh selama kegiatan ini diproyeksikan akan menjadi stimulasi penting bagi percepatan pembangunan di Kota Bitung ke depan.

Wali Kota Hengky Honandar berharap, inspirasi dari Kota Kendari ini dapat diimplementasikan untuk mendongkrak sektor pariwisata lokal dan memperkuat sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Selain itu, inovasi yang diadopsi juga ditargetkan mampu mematangkan reformasi birokrasi dalam rangka penguatan pelayanan publik di Kota Bitung.
Rangkaian agenda ini pada akhirnya menegaskan kembali pentingnya semangat kolaborasi dan sinergi yang kokoh antar-pemerintah kota di Indonesia.
Hubungan kemitraan yang solid ini diharapkan terus terjaga demi mewujudkan arah pembangunan daerah yang inklusif dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas. (kiti)















