Bitung | Tribuneindonesia.com – Pemerintah Kota Bitung menegaskan komitmennya dalam memperkuat roda kerja sama antardaerah di kawasan Indonesia Timur.
Langkah ini dibuktikan lewat kehadiran langsung Wali Kota Bitung, Hengky Honandar S.E, bersama Ketua TP PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh.
dalam acara Gala Dinner Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah VI.
Jamuan makan malam yang berlangsung di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Selasa malam (2/6) tersebut, menjadi momentum pembuka dari rangkaian agenda strategis tahunan.
Kehadiran orang nomor satu di Bitung ini dinilai sebagai representasi keseriusan daerah dalam membangun sinergi bersama kota-kota di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti sepanjang jalannya acara. Puluhan wali kota dan delegasi dari berbagai daerah tampak memanfaatkan momentum informal ini untuk mencairkan sekat birokrasi, sekaligus meletakkan fondasi komunikasi yang kuat sebelum memasuki inti pembahasan raker.
Lebih dari sekadar jamuan makan malam biasa, agenda ini berfungsi sebagai wadah diplomasi yang strategis bagi para kepala daerah.
Melalui interaksi tatap muka ini, diharapkan terbangun kesepahaman visi serta penyamaan langkah dalam menghadapi kompleksitas tantangan pembangunan, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Bagi Kota Bitung sendiri, forum APEKSI dipandang sebagai sarana vital yang tidak boleh dilewatkan.
Partisipasi aktif ini menjadi ruang untuk saling berbagi gagasan, mentransfer inovasi, serta memetik pengalaman terbaik dalam tata kelola perkotaan, terutama terkait peningkatan mutu pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan.
Pada penyelenggaraan tahun 2026 ini, Raker APEKSI Komwil VI mengusung tema besar “Kolaborasi dan Sinergi Membangun Indonesia Timur”.
Tema ini diturunkan ke dalam beberapa fokus pembahasan krusial, di antaranya manajemen persampahan berbasis komunitas, perluasan akses layanan publik, serta akselerasi pembangunan kota yang adaptif.
Isu-isu strategis tersebut sengaja diangkat karena mayoritas kota di wilayah timur memiliki karakteristik dan akar permasalahan yang serupa.
Dengan membedah tantangan tersebut secara kolektif, formula solusi yang dihasilkan diharapkan dapat diadopsi dan diterapkan secara saling menguntungkan oleh tiap pemerintah kota.
Melalui ruang bertukar pengetahuan ini, setiap daerah didorong untuk mereplikasi kebijakan publik yang telah terbukti efektif di wilayah lain.
Muara dari seluruh rangkaian adopsi praktik terbaik (best practices) ini adalah lahirnya program kerja yang berdampak nyata serta mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing.
Di sisi lain, momentum ini menjadi jembatan bagi Kota Bitung untuk memperluas jejaring kemitraan sekaligus mempromosikan potensi lokal di tingkat regional.
Sinergi yang terbangun dari forum ini diharapkan mampu mengakselerasi visi Bitung menuju kota yang maju, nyaman, dan berorientasi penuh pada pelayanan prima. (kiti)














