Bitung | Tribuneindonesia.com – Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) “Sejahtera” Pelabuhan Bitung sukses menggelar agenda krusial Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku 2025 untuk Tahun Buku 2026.
Pertemuan berskala besar ini dilangsungkan dengan khidmat di Ruang S.H. Sarundajang, Kantor Wali Kota Bitung, pada Rabu (26/05/26).
Momentum penting dalam rapat tersebut dimulai ketika Sekretaris TKBM Kota Bitung, Abdul Gani Puhi, S.H., secara resmi menyerahkan tongkat estafet pimpinan sidang. Penyerahan mandat pimpinan rapat kepada Faisal Puhi ini dilakukan setelah kelima orang yang terpilih dalam jajaran pimpinan naik ke atas panggung utama.
Begitu mengambil alih jalannya persidangan, Faisal Puhi selaku Pimpinan Rapat langsung mengambil langkah taktis dengan membuka ruang laporan.
Dirinya memberikan kesempatan pertama kepada Novri Suawa, yang bertindak sebagai Wakil Koperasi TKBM, untuk memaparkan seluruh pertanggungjawaban pengurus di hadapan forum RAT.
Mengawali narasinya di podium, Novri Suawa menegaskan bahwa pelaksanaan RAT ini bukanlah sekadar agenda seremonial tahunan belaka. Menurutnya, forum tertinggi ini merupakan amanat yuridis yang wajib dipenuhi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
Dalam pemaparannya, Novri menggarisbawahi bahwa tata kelola finansial memegang peranan yang sangat vital dalam roda organisasi. Sektor keuangan disebutnya sebagai titik sentral untuk menggerakkan seluruh program kerja yang telah dimandatkan oleh anggota melalui keputusan-keputusan strategis terdahulu.
Pihak pengurus mengklaim bahwa seluruh perencanaan dan realisasi pembiayaan yang dilakukan oleh Koperasi TKBM “Sejahtera” selalu berpijak pada koridor yang tepat.
Koperasi berkomitmen menerapkan asas transparansi dan akuntabilitas yang tinggi agar setiap rupiah dana anggota dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagai bukti konkret dari pengelolaan yang bersih tersebut, sejumlah program prioritas yang diusulkan oleh anggota berhasil dieksekusi dengan baik. Di antaranya adalah realisasi program pembinaan mental spiritual serta kebijakan penyesuaian kenaikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pekerja.
Beralih ke sektor operasional, Novri menjelaskan bahwa lini ini merupakan urat nadi atau sumber utama pendapatan bagi Koperasi TKBM “Sejahtera” Pelabuhan Bitung. Sebagai koperasi jasa yang bergerak di sektor riil, pengelolaan tenaga kerja bongkar muat menjadi tumpuan eksistensi lembaga.
Tantangan ekonomi sepanjang tahun 2025 pun tidak luput dari perhatian pengurus, terutama dengan adanya tingkat inflasi yang mencatatkan angka sebesar 2,92 persen. Guna meredam dampak tersebut, manajemen menerapkan pola penanganan kerja yang inklusif demi menjamin keadilan bagi seluruh anggota.
Salah satu wujud nyata dari pola penanganan tersebut adalah penataan sistem gilir kerja yang adil agar semua anggota mendapatkan kesempatan pendapatan yang setara.
Langkah ini dioptimalkan melalui pendekatan persuasif dan kerja sama taktis dengan berbagai mitra usaha selaku pemberi kerja di pelabuhan.
Lebih jauh, ia memaparkan bahwa jajaran kepengurusan Koperasi TKBM “Sejahtera” untuk masa bakti periode 2025 hingga 2030 memiliki visi kerja yang terukur.
Dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, pengurus selalu berorientasi pada deskripsi pekerjaan (job description) dengan menjunjung tinggi etika serta tanggung jawab bersama.
Demi mewujudkan kesejahteraan kolektif, pengurus periode 2025–2030 secara agresif membangun sinergi kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) terkait.
Kolaborasi multisektor ini terbukti mampu menelurkan sejumlah perubahan regulasi yang menguntungkan para buruh pelabuhan.
Salah satu capaian monumental yang dipaparkan dalam RAT tersebut adalah kebijakan penyesuaian tarif ongkos pelabuhan pemuatan dan ongkos pelabuhan tujuan (OPP-OPT).
Untuk sektor bongkar muat di dermaga konvensional Pelabuhan Bitung, pengurus sukses memperjuangkan kenaikan tarif sebesar 25 persen yang mulai diberlakukan per 1 Februari 2026.
Sektor kesejahteraan langsung juga mengalami lonjakan signifikan melalui kebijakan penyesuaian nilai THR keagamaan bagi seluruh anggota koperasi.

Dana THR yang semula bernilai Rp650.000 kini dinaikkan menjadi Rp750.000, ditambah pemberian uang motivasi khusus sebesar Rp1.000.000 bagi para pimpinan regu kerja.
Tidak hanya menyentuh aspek material, koperasi juga mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pembinaan aspek mental dan spiritual pekerja. Program yang menitikberatkan pada perayaan hari-hari besar keagamaan ini berhasil menyerap anggaran total mencapai Rp130 juta sepanjang tahun berjalan.
Sebagai target jangka panjang yang menjadi prioritas utama, pengurus berkomitmen untuk mewujudkan pengadaan rumah layak huni bagi para anggota.
Program perumahan ini dirancang guna memastikan para pekerja memiliki stabilitas sosial dan kesejahteraan keluarga yang lebih terjamin di masa depan.
Novri Suawa kemudian menutup penyampaian laporannya dengan membacakan kesimpulan umum dari kinerja pengurus.
Agenda persidangan kemudian dilanjutkan secara maraton dengan mendengarkan laporan berkala dari pihak pengawas yang disampaikan oleh Sekretaris Pengawas, Hamka Yusuf.
Mengawali pemaparannya di podium, Hamka Yusuf langsung memaparkan data otentik hasil pengawasan keuangan yang dilakukan secara komprehensif.
Berdasarkan audit internal per tanggal 31 Desember 2025, tercatat posisi keuangan koperasi berada dalam koridor yang sehat dan dinamis.
Dalam lembaran laporan yang dibacakannya, dipaparkan data bahwa nilai total aset yang dimiliki oleh Koperasi TKBM “Sejahtera” Pelabuhan Bitung telah menyentuh angka Rp842.581.460. Selain itu, porsi dana cadangan tercatat sebesar Rp198.790.090 dengan dana pengurus berada pada angka Rp39.050.632.
Indikator kinerja positif juga tecermin dari perhitungan Sisa Hasil Usaha (SHU) untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 tersebut.
Angka SHU dilaporkan berhasil membukukan nilai sebesar Rp91.684.537, menunjukkan grafik tren yang kompetitif jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2024.
Menutup laporannya, Hamka memberikan konklusi bernada apresiatif terhadap jalannya roda organisasi di bawah kendali pengurus saat ini. Pihak pengawas menyimpulkan bahwa secara umum pelaksanaan program di bidang organisasi dan manajemen internal telah berjalan dengan wajar, tertib, dan stabil.
Hamka menambahkan, beberapa aspek strategis telah dan akan terus disesuaikan secara berkesinambungan mengikuti dinamika industri kepelabuhanan.
Dampak positif dari penyesuaian ini terbukti memicu peningkatan kesejahteraan serta pertumbuhan jumlah keanggotaan aktif sepanjang tahun 2025.
Pihak pengawas optimistis bahwa seluruh capaian yang berhasil direngguk hingga detik ini merupakan cerminan dari kondisi kesehatan organisasi yang prima.
Kendati masih terdapat beberapa kekurangan, kuatnya rasa saling percaya (mutual trust) dari seluruh pemangku kepentingan menjadi modal utama koperasi untuk terus maju.
Usai seluruh draf pertanggungjawaban dibacakan dan diterima oleh forum, Abdul Gani Puhi, S.H., kembali menegaskan esensi penting dari pelaksanaan RAT ini kepada awak media.
Dirinya menyatakan bahwa pemenuhan regulasi berdasar Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 wajib dijaga sebagai wujud kepatuhan konstitusional sebuah lembaga ekonomi.
”Esensi utama dari RAT ini adalah mengakomodasi seluruh aspirasi dan kepentingan anggota. Pihak manajemen berkomitmen penuh untuk menuangkan kebutuhan tersebut ke dalam program kerja konkret agar prinsip dari, oleh, dan untuk anggota benar-benar berdampak nyata,”
jelas Abdul Gani.
Secara terpisah, Ketua Koperasi TKBM “Sejahtera”, Amir Inaku Moputy, menegaskan bahwa fokus utama organisasi ke depan adalah penguatan kualitas pelayanan dan profesionalisme kerja.
Dirinya mengimbau agar seluruh anggota mampu beradaptasi dengan sistem pelabuhan modern tanpa menanggalkan nilai solidaritas, sebelum akhirnya kegiatan akbar ini resmi ditutup pada pukul 16.00 WITA. (kifli Tinango)



















