Gema Keadilan dari Mimbar Agung: Pesan Menyentuh Ustadz Jufri Naki di Hari Buruh

- Editor

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Tribuneindonesia.comSuasana khidmat menyelimuti Masjid Agung Nurul Huda, Bitung Timur, saat pelaksanaan salat Jumat yang bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Nasional. Jumat (01/04/26).

Di atas mimbar, Ustadz Jufri Naki menyampaikan khutbah yang mendalam, membedah nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dalam bingkai syariat Islam bagi kaum pekerja.

​Peringatan May Day yang biasanya riuh dengan orasi di jalanan, kali ini terasa berbeda melalui narasi religi yang dibawakan sang ustadz.

Beliau menegaskan bahwa dalam pandangan Islam, bekerja bukan sekadar rutinitas mencari nafkah, melainkan sebuah bentuk ibadah yang sangat mulia di mata Sang Pencipta.

​Ustadz Jufri membuka khutbahnya dengan menyoroti fenomena sosial mengenai pentingnya menghargai waktu.

Menurutnya, Allah SWT telah mendesain waktu sebagai ruang bagi manusia untuk berikhtiar secara maksimal, sehingga tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk memelihara kemalasan dalam hidupnya.

​Satu fragmen sejarah yang menggetarkan hati jamaah adalah kisah pertemuan Rasulullah SAW dengan sahabat Muadz bin Jabal pasca Perang Tabuk.

Ustadz Jufri menceritakan bagaimana Nabi secara spontan mencium tangan Muadz yang menghitam dan kasar akibat bekerja keras membelah batu demi menafkahi keluarganya.

​”Inilah tangan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, dan tidak akan pernah disentuh api neraka,”

ucap Ustadz Jufri mengutip sabda Baginda Nabi, yang seketika membuat suasana mesjid menjadi hening penuh haru.

Pesan ini menjadi penegasan kuat bahwa profesi apa pun mulai dari buruh pelabuhan, kuli bangunan, hingga petani memiliki martabat yang tinggi.

Setiap tetes keringat yang jatuh ke bumi dianggap sebagai penggugur dosa yang barangkali tidak mampu dihapus hanya melalui salat-salat sunah semata.

​Mengutip hadis riwayat Thabrani, sang khatib mengingatkan bahwa kelelahan yang dirasakan seorang buruh di sore hari adalah tanda nyata bahwa ampunan Allah telah turun kepadanya.

Hal ini memberikan motivasi spiritual bagi para pekerja di Bitung untuk tetap semangat meskipun menghadapi beban kerja yang berat.

​Namun, khutbah tersebut tidak hanya menyasar sisi pekerja, tetapi juga memberikan teguran keras bagi para pengusaha.

Baca Juga:  ​Wujudkan Prioritas Pelayanan, Walikota Bitung Resmikan Rumah Sakit Bitung Health Center

Ustadz Jufri menekankan bahwa Islam mengharamkan segala bentuk penindasan dalam ekosistem kerja, terutama terkait penundaan hak-hak buruh.

 


​Beliau membacakan Hadis Qudsi riwayat Bukhari yang memperingatkan bahwa Allah akan menjadi musuh bagi siapa pun yang mempekerjakan seseorang namun enggan membayarkan upahnya.

Ini merupakan peringatan teologis yang sangat serius bagi para pemilik modal dan pemangku kebijakan.


Instruksi eksplisit “Berikanlah upah sebelum kering keringatnya” kembali digaungkan dari mimbar tersebut.


Ustadz Jufri menegaskan bahwa masalah gaji bukan sekadar persoalan administrasi atau manajemen perusahaan, melainkan urusan kezaliman besar yang berisiko mengundang murka Tuhan.

​Di sisi lain, kaum pekerja juga diingatkan untuk memegang teguh amanah. Merujuk pada Surah Al-Qashas ayat 26, Ustadz Jufri memaparkan dua kriteria pekerja ideal: memiliki kompetensi (Al-Qawiyy) dan integritas yang tinggi (Al-Amin).

​Pekerja diharapkan tidak hanya menuntut hak, tetapi juga menunaikan kewajiban secara profesional. Sikap jujur, tidak korupsi waktu, dan menjaga fasilitas tempat kerja adalah kunci utama agar keberkahan menyertai gaji yang dibawa pulang ke rumah.

​Konsep “Pengawas Tertinggi” atau muratabah harus ditanamkan dalam jiwa setiap buruh. Dengan meyakini bahwa Allah selalu melihat setiap aktivitas, seorang pekerja akan tetap berdedikasi meski tanpa pengawasan ketat dari atasan manusia.

​Momentum Hari Buruh di Masjid Agung Nurul Huda ini pun menjadi ajang refleksi kolektif. Harapannya, sinergi antara pengusaha yang adil dan pekerja yang amanah dapat tercipta demi mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata di Kota Bitung.

​Melalui khutbah tersebut, Ustadz Jufri Naki berhasil menyuntikkan semangat baru bahwa setiap peluh yang menetes memiliki nilai ukhrawi.

Keseimbangan antara hak dan kewajiban yang berlandaskan syariat dipandang sebagai satu-satunya jalan keluar bagi persoalan perburuhan di tanah air.

​Sebagai penutup, beliau mendoakan agar para buruh di Indonesia senantiasa diberikan kekuatan dan keberkahan. Sebab, di balik tangan-tangan yang kasar karena bekerja, terdapat martabat bangsa yang sedang diangkat dan doa-doa tulus yang senantiasa dikabulkan oleh langit. (kiti)

Berita Terkait

Semangat, Konsistensi, dan Inovasi Antar Dua Salesman Pidie Raih Prestasi Gemilang
PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Hadiri Pisah Sambut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Polres Bireuen Amankan 10 Sepmor Gunakan Knalpot Brong
Jangan Takut Perubahan, Namun Jangan Terbuai Ilusi yang Sia-sia
Bina Calon Paskibraka Bitung 2026, Kapolres Tekankan Disiplin Kebangsaan dan Literasi Digital
Kejari Bireuen Musnahkan Barang Bukti Narkotika, 156 Gram Sabu dan 155 Kilogram Ganja
Wujud Kepedulian, Babinsa Koramil 10/Pandrah Bantu Warga Bangun Rumah
Pererat Silaturahmi, Babinsa Posramil Simpang Mamplam Komsos Bersama Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:28

Sambut HUT ke-81 RI, Babinsa Koramil 07/Jangka Ajak Warga Kibarkan Bendera Merah Putih

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:17

Babinsa Koramil 08/Gandapura Bantu Petani Ikat Batang Timun, Wujudkan Dukungan Ketahanan Pangan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:16

Latih Kedisiplinan Generasi Muda, Babinsa Koramil 03/Jeunieb Berikan Materi PBB di MAN 4 Bireuen

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:27

​Peringati HUT Ke-1 Kodaeral VIII, Dankodaeral VIII Pimpin Ziarah Khidmat di TMP Kairagi

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:33

Babinsa Koramil 08/Gandapura Jadi Inspektur Upacara, Tanamkan Disiplin dan Semangat Belajar kepada Siswa

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:30

Jelang Latihan Ops TNI Terintegrasi 2026, Kodim 0111/Bireuen Gelar Doa Bersama

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:38

Babinsa Koramil 07/Jangka Tanamkan Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air kepada Siswa SD

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:37

Babinsa Posramil Peulimbang Bantu Warga Bangun Saluran Air Sawah Melalui Bhakti TNI

Berita Terbaru

Headline news

Alif Ditemukan, Jejak Tragedi di Sei Belawan.

Selasa, 4 Agu 2026 - 15:55