Perumda Duasudara Gandeng Pakar Unsrat Selidiki Misteri Getaran di Madidir Ure

- Editor

Senin, 20 April 2026 - 17:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Tribuneindonesia.comPerusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Duasudara Kota Bitung kembali menunjukkan komitmennya dalam merespons keresahan masyarakat, Senin (20/4/26).

Tim dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini kembali mendatangi Lingkungan I, Kelurahan Madidir Ure, Kecamatan Madidir, guna mendalami fenomena alam berupa bunyi gemuruh dan getaran misterius.

​Langkah proaktif ini diambil untuk menindaklanjuti laporan warga yang mulai merasa terganggu dengan aktivitas bawah tanah yang tidak biasa tersebut.

Di bawah instruksi langsung Direktur Utama Alfred Salindeho, jajaran teknis Perumda Duasudara turun ke lapangan guna mencari titik terang atas peristiwa yang telah berlangsung selama hampir tiga pekan terakhir.

​Ketegangan di tengah masyarakat memang sempat meningkat seiring dengan durasi fenomena yang cukup lama.

Warga setempat mengkhawatirkan adanya potensi bahaya laten, mengingat intensitas bunyi gemuruh yang kerap muncul bersamaan dengan getaran mekanis di area pemukiman mereka.

​Kehadiran tim Perumda Duasudara kali ini merupakan kunjungan resmi kedua di lokasi yang sama.

Namun, untuk memastikan hasil penyelidikan yang akurat dan berbasis data ilmiah, pihak manajemen memutuskan untuk melibatkan unsur akademisi guna melakukan pemeriksaan secara komprehensif.

​Direktur Utama Perumda Air Minum Duasudara, Alfred Salindeho, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

Para ahli dari kampus tersebut dijadwalkan akan segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan audit teknis terhadap struktur tanah maupun infrastruktur bawah tanah.

​”Tim teknis atau tenaga ahli dari Unsrat Manado akan datang melakukan pengecekan menggunakan alat potret ke kedalaman 100 meter agar semuanya menjadi jelas,”

ujar Alfred Salindeho saat dikonfirmasi di lokasi kegiatan, dilansir dari Tribun Manado.com.id, Senin (20/4).

Baca Juga:  Skandal "Dana Gaib" Rikit Bur II: Rp300 Juta Menguap dari Rincian Publik?

​Langkah pelibatan tim ahli ini dirasa krusial mengingat berkembangnya berbagai spekulasi di tengah masyarakat.


Salah satu asumsi yang paling kuat beredar adalah dugaan bahwa getaran dan bunyi tersebut bersumber dari aktivitas pipa air milik Perumda yang tertanam di wilayah tersebut.


​Menanggapi hal itu, Alfred menilai sah-sah saja jika warga melontarkan asumsi tersebut sebagai bentuk kewaspadaan.

Namun, secara teknis, dirinya memberikan catatan kritis terkait perbandingan infrastruktur air yang ada di seluruh wilayah Kota Bitung.

Alfred mempertanyakan mengapa fenomena getaran dan bunyi gemuruh ini hanya terjadi secara spesifik di satu titik saja.

Padahal, jaringan pipa air milik Perumda tersebar merata di seluruh penjuru kota dengan volume yang jauh lebih besar dibandingkan pipa yang ada di Madidir Ure.

​”Di lokasi tersebut sudah kami cek, hanya ada tiga pipa berukuran kecil. Sementara di titik-titik lainnya di Kota Bitung, kami memiliki instalasi pipa dengan volume yang jauh lebih besar namun tidak menimbulkan gejala serupa,”

jelasnya secara rinci.

​Hingga saat ini, tim internal juga telah melakukan uji coba teknis berupa prosedur buka-tutup aliran air pada pipa di wilayah tersebut.

Hasilnya, meski terdapat getaran saat air dialirkan, Alfred menegaskan bahwa hal tersebut merupakan fenomena mekanis yang normal dalam distribusi air.

​Sebagai penutup, ia menekankan pentingnya pembuktian melalui alat canggih agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi yang dapat memicu kepanikan lebih lanjut.

“Pipa secara mandiri tidak mungkin mengeluarkan suara gemuruh seperti itu. Maka dari itu, harus dicek dan dipastikan penyebabnya supaya tidak membingungkan warga,”

pungkasnya. (kiti)

Berita Terkait

HRD Dukung Terobosan Presiden Prabowo Hadirkan Infrastruktur Dasar bagi Masyarakat
HUT ke-81 RI, TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Gelar Hiburan Rakyat
21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh
Peringati 21 Tahun MoU Helsinki, Kecamatan Jangka Gelar Zikir dan Doa Bersama
Arief Martha Rahadyan dan Harapan Generasi Muda: Dukungan Ujang Supriatin untuk Indonesia yang Lebih Produktif
GMNI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget
Camat dan Forum Reje Lut Tawar Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Jagong Jeget
Dikira Embun, Ternyata Debu Selimuti Jalan Lintas Kutacane-Medan ‎
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:14

Perkuat Sinergi Syariah, Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp400 Juta Melalui Baitul Mal Simeulue

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:38

Dari Pinang Tak Produktif Menjadi Kebun Manfaat, SMA Negeri 1 Badar Sulap Halaman Sekolah Jadi Aset Pendidikan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:41

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju Simeulue Hebat, Indonesia Kuat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:27

​Tekan Angka TBC, Pemkot Bitung Gencarkan Gerakan Terintegrasi “Ketuk Pintu” Hingga ke Rumah Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:09

Desa Kute Buluh Juara Evaluasi Desa Cantik Aceh Tenggara, Pengelolaan Data Jadi Fondasi Pembangunan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 03:37

KINERJA PEMKAB SIMEULUE DAPAT PENGAKUAN NASIONAL TAHUN 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:59

Selamat Jalan Kak, Semoga Husnul Khatimah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:00

Satuan Lantas Polres Simeulue Semarakkan HUT RI ke 81 Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih di Jalan Raya

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

45 Paskibraka dan Amanah Merah Putih

Jumat, 14 Agu 2026 - 16:35

Feature dan Opini

Transisi Energi: Yang Listrik Silakan, Yang Minyak Tetap Berjalan

Jumat, 14 Agu 2026 - 16:18