Deli Serdang | TribuneIndonesia.com — Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menetapkan Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, sebagai kawasan intervensi terpadu penanganan stunting yang dipadukan dengan penataan kawasan kumuh. dengan program pembangunan fisik, langkah ini ditegaskan sebagai wujud praktik demokrasi pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama perubahan.
Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, menegaskan bahwa persoalan stunting tidak bisa diselesaikan secara parsial. Ia menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh yang menyentuh langsung kualitas hidup masyarakat, mulai dari kondisi hunian, sanitasi, hingga akses terhadap air bersih.
Desa Percut kita jadikan sebagai model percontohan. Penanganan stunting harus berjalan seiring dengan penataan lingkungan. Ini bukan hanya program pemerintah, tapi gerakan bersama masyarakat,” ujarnya saat kegiatan Berjemur di Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (31/3/2026).
Dalam demokrasi partisipatif, pemerintah tidak berjalan sendiri. Warga dilibatkan dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Hal ini terlihat dari percepatan renovasi rumah tidak layak huni yang kini telah berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari dua bulan sejak peletakan batu pertama pada Februari lalu.
Tak hanya itu, pembangunan tiga unit rumah tambahan dengan ukuran seragam 6×7 meter juga telah dimulai. Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya kelompok desil 1, agar dapat merasakan langsung dampak peningkatan kualitas hidup.
Di sektor infrastruktur, pemerintah juga mendorong pembangunan sumur bor untuk memastikan ketersediaan air bersih yang berkelanjutan. Pengelolaannya direncanakan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus menjaga keberlanjutan program.
Kalau ada masyarakat yang belum tersentuh bantuan pusat, pemerintah daerah harus hadir. Kita juga mengajak Baznas untuk berperan aktif membantu masyarakat yang paling membutuhkan. Ini adalah gotong royong dalam arti sesungguhnya,” tegas Bupati.
Lebih jauh, Pemkab Deli Serdang juga merancang program normalisasi kawasan muara (kuala) melalui pengadaan alat penghisap pasir, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pelebaran sungai guna mengurangi risiko banjir.
Di sektor ekonomi, Desa Percut diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih. Program ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat pesisir sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Bupati menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen desa untuk bersama-sama membangun daerahnya.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah butuh dukungan masyarakat. Inilah esensi demokrasi pembangunan, ketika rakyat ikut menentukan dan merasakan langsung hasilnya,” ungkapnya.
Kegiatan Berjemur tersebut juga dihadiri Ketua TP PKK Ny Jelita Asri Ludin Tambunan, serta dirangkai dengan penyerahan Upah Pungut (UP) kepada camat, kepala desa, dan kepala dusun.
Melalui pendekatan terpadu yang berbasis partisipasi masyarakat ini, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menargetkan Desa Percut bertransformasi dari kawasan tertinggal menjadi kawasan yang maju, sehat, dan sejahtera sekaligus menjadi bentuk keberhasilan demokrasi pembangunan di tingkat desa.
Ilham Gondrong




















