Bitung, Sulut | TribuneIndonesia.com
Upaya transformasi layanan air bersih di Kota Bitung memasuki babak baru. Perumda Air Minum Duasudara Bitung kini tengah menjajaki kemitraan strategis dengan raksasa infrastruktur lingkungan asal Prancis, SUEZ Group, guna mengadopsi teknologi pengelolaan air mutakhir berskala internasional, Rabu (28/01/26).
Langkah progresif ini diperkuat melalui audiensi jajaran Direksi SUEZ in Southeast Asia bersama Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE, yang didampingi langsung oleh manajemen Perumda Duasudara di Lounge Merdeka, pada Selasa (27/01).
Direktur Perumda Air Minum Duasudara Bitung, Alfred Salindeho, mengungkapkan bahwa kehadiran SUEZ Group membawa angin segar bagi efisiensi operasional PDAM.
Menurutnya, pengalaman SUEZ selama lebih dari 70 tahun di Asia Tenggara menjadi modal kuat untuk membenahi sistem distribusi air di Bitung agar lebih terukur secara digital.

“Kami melihat peluang besar dalam integrasi teknologi inovatif ini. Fokus utamanya adalah pemeliharaan sistem yang lebih modern dan efisien, sehingga kebocoran dapat ditekan dan layanan ke pelanggan menjadi lebih optimal,”
Ujar Alfred.
Sementara itu, Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan respons pemerintah terhadap kebutuhan mendasar masyarakat.
Ia menekankan bahwa PDAM harus mampu beradaptasi dengan profesionalisme global untuk menjamin hak warga atas air bersih yang berkualitas.
”Sinergi ini diharapkan melahirkan sistem air bersih yang tidak hanya aman dan bersih, tetapi juga berkelanjutan. Kita ingin infrastruktur dasar kita memiliki daya saing global,”
Tegas Wali Kota.
Pihak SUEZ menilai posisi Bitung sebagai kota pelabuhan dan industri sangat strategis.
Melalui dukungan teknologi ramah lingkungan, PDAM diharapkan mampu menyokong pertumbuhan ekonomi daerah yang pesat.
Modernisasi ini diprediksi akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat iklim investasi di sektor lingkungan.
Pertemuan ini menjadi batu loncatan bagi Perumda Air Minum Duasudara untuk beralih dari sistem konvensional menuju pengelolaan air berbasis digital yang lebih akuntabel dan berstandar internasional. (Kiti)














