BIREUEN/Tribuneindonesia.com
Di tengah ujian bencana yang melanda sejumlah wilayah Aceh, seruan untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial kembali mengemuka. Tokoh masyarakat Aceh, H. Subarni, mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergandengan tangan membantu para penyintas, sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan amanah keimanan.
H. Subarni menegaskan bahwa bencana bukan semata peristiwa alam, melainkan peringatan agar manusia kembali menguatkan solidaritas, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, dalam kondisi darurat, perbedaan pandangan harus dikesampingkan demi keselamatan dan martabat manusia.
“Musibah adalah ujian dari Allah SWT. Yang diuji bukan hanya korban, tetapi juga kita semua: sejauh mana kepekaan, kepedulian, dan keikhlasan kita untuk hadir membantu,” ujar H. Subarni.
Ajakan tersebut mendapat respons dari Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, yang menegaskan komitmen organisasinya untuk terus berada di garis kemanusiaan. Ia menyatakan bahwa kerja-kerja relawan bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan ikhtiar moral yang kelak dipertanggungjawabkan, baik di hadapan masyarakat maupun di hadapan Allah SWT.
“Menolong korban bencana adalah amanah. Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas hadir dengan niat tulus, memastikan bantuan sampai kepada yang berhak, tanpa kepentingan apa pun selain kemanusiaan,” kata Arizal Mahdi.
Arizal juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen—masyarakat, relawan, dan pemerintah—agar penanganan bencana berjalan adil, transparan, dan bermartabat. Ia mengingatkan bahwa bantuan yang dikelola dengan niat baik dan tata kelola yang benar adalah bagian dari ibadah sosial.
Sementara itu, H. Subarni menyampaikan penghormatan dan doa kepada seluruh relawan serta pihak-pihak yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi membantu sesama. Ia meyakini bahwa kebersamaan dan keikhlasan adalah kekuatan utama masyarakat Aceh dalam menghadapi cobaan.
“Bencana bisa merobohkan rumah dan harta, tetapi tidak boleh meruntuhkan iman, persaudaraan, dan kepedulian kita. Selama nilai itu dijaga, insya Allah Aceh akan bangkit dengan lebih kuat,” tutup H. Subarni.(MH)

















