DELI SERDANG I TribuneIndonesia. Com-Potongan video pernyataan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang menyebut
Kabupaten Deli Serdang belum mampu menjalankan program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas pada 2026, menuai sorotan dan kritik dari tokoh masyarakat. Video yang diunggah melalui akun Instagram @bobbynst tersebut dinilai berpotensi menimbulkan disinformasi karena disajikan tidak utuh dan cenderung membangun persepsi negatif terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.
Sejumlah kalangan menilai, narasi yang muncul dari potongan video tersebut seolah menggambarkan Pemkab Deli Serdang lemah dalam pelayanan kesehatan, padahal fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. Program pembangunan dan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan, disebut terus berjalan dan mengalami peningkatan signifikan.
Tokoh pemuda Kabupaten Deli Serdang, Fredy, menyayangkan konten video yang beredar di media sosial itu. Menurutnya, penyajian pernyataan yang tidak lengkap berpotensi menggiring opini publik ke arah yang keliru.
“Kami sangat menyayangkan postingan tersebut karena terkesan membangun narasi bahwa Deli Serdang tidak baik-baik saja. Padahal, setahu kami sebagai masyarakat, program-program yang dijalankan Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang selama ini berjalan dengan baik,” ujar Fredy, Jumat.
Fredy menegaskan, dari sisi kebijakan dan penganggaran, Pemkab Deli Serdang justru menunjukkan komitmen yang kuat terhadap sektor kesehatan. Hal itu tercermin dari berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Kebijakan anggaran Deli Serdang cukup berpihak pada kesehatan masyarakat, seperti melalui Program Paspula dan PasJempol. Ini bukti bahwa sektor kesehatan menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” jelasnya.
Tidak hanya di sektor kesehatan, ia juga menyoroti pembangunan infrastruktur yang dinilai terus menunjukkan kemajuan. Mulai dari pembangunan dan perbaikan jalan serta jembatan, rehabilitasi toilet sekolah, pembangunan rumah potong hewan, hingga kehadiran Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Modern, serta berbagai fasilitas umum lainnya.
Lebih jauh, Fredy menilai kualitas layanan kesehatan di Deli Serdang saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, khususnya di RSUD Drs. H. Amri Tambunan.
Sekarang RSUD H. Amri Tambunan sudah memiliki layanan pengobatan pasien kanker dan kemoterapi. Ini bukan hal kecil. Tidak semua kabupaten di Sumatera Utara memiliki layanan onkologi seperti ini,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran layanan kanker dan kemoterapi tersebut merupakan bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, bukan sekadar janji atau wacana.
“Ini langkah maju dan bukti konkret. Jadi sangat tidak adil jika kinerja daerah hanya dinilai dari potongan video yang tidak utuh,” tambah Fredy.
Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial, terutama yang disajikan secara parsial dan berpotensi menimbulkan kegaduhan.
Jangan sampai potongan video yang tidak lengkap justru memicu komentar miring dan merugikan nama baik daerah. Kami menilai ini bisa jadi akibat sikap gegabah tim media @bobbynst dalam menyusun konten,” pungkasnya.
Ilham Gondrong



















