A.Y. Mokoginta, Perwira Gerilya Penerima Tanda Jasa Pahlawan yang Menjaga Marwah Lewat Petisi 50

- Editor

Senin, 12 Januari 2026 - 01:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sulut | TribuneIndonesia.com

Sejarah militer Indonesia tidak dapat dilepaskan dari sosok Letnan Jenderal Ahmad Yunus Mokoginta. Perwira tinggi kelahiran Bolaang Mongondow, 28 April 1921 ini, bukan sekadar prajurit lapangan, melainkan pemikir ulung yang meletakkan fondasi pendidikan bagi perwira modern di tanah air, Senin (12/01/26).

​Garis Keturunan dan Awal Perjuangan

​Lahir dari keluarga aristokrat, semangat perlawanan Mokoginta nampaknya mengalir dari sang ayah, Abraham Patra Mokoginta.

Sebagai seorang Jogugu (Perdana Menteri), ayahnya diasingkan oleh Belanda ke Jawa karena mendukung gerakan Syarikat Islam.

Kondisi ini membawa Mokoginta muda mencecap pendidikan di AMS B Semarang sebelum akhirnya menempuh jalur militer di Akademi Militer Breda, Bandung, pada tahun 1941.

​Peran Krusial di Masa Revolusi

​Karier militernya menanjak tajam di tengah pergolakan revolusi. Mokoginta tercatat pernah menjadi ajudan Jenderal Oerip Soemohardjo dan memimpin Polisi Militer Daerah Jawa menggantikan Gatot Soebroto pada medio 1948-1950.

​Salah satu momentum bersejarah terjadi pada tahun 1949. Saat transisi kedaulatan dari Belanda, ia dipercaya memegang kendali Teritorial Indonesia Timur.

Dedikasinya dalam menyatukan wilayah Sulawesi dan Maluku menjadi cikal bakal terbentuknya Kodam VII/Wirabuana (sekarang Kodam XIV/Hasanuddin), sebelum akhirnya ia menyerahkan tongkat komando kepada A.E. Kawilarang.

​Intelektualitas di Balik Seragam

Mokoginta dikenal sebagai perwira yang sangat peduli pada kualitas SDM TNI. Bersama Kolonel Soewarto, ia mentransformasi Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SSKAD/Seskoad) menjadi kawah candradimuka bagi perwira-perwira modern.

​Ia juga merupakan tokoh kunci di balik:

  • Ketua Tim Panitia Doktrin Angkatan Darat: Merumuskan ideologi pertahanan dalam menghadapi infiltrasi asing.
  • Perumus Kurikulum Akmil Magelang: Menyusun standar pendidikan bagi calon pemimpin TNI di masa depan.
Baca Juga:  Polres Bireuen Kebut Pembersihan SD Negeri 11 Peusangan Agar Kegiatan Belajar Kembali Normal

​Penghormatan dan Akhir Hayat

​Atas jasa gerilyanya dalam mempertahankan kemerdekaan, pada 10 November 1958, Presiden Soekarno menyematkan Tanda Jasa Pahlawan kepada Kolonel CPM A.Y. Mokoginta.

Sepanjang hidupnya, ia dianugerahi berbagai bintang kehormatan, mulai dari Bintang Dharma, Bintang Gerilya, hingga Bintang Kartika Eka Paksi Pratama.

​Meski di masa senjanya ia terlibat dalam penandatanganan Petisi 50 sebagai bentuk sikap kritisnya terhadap pemerintah, jasa-jasa Mokoginta terhadap negara tetap abadi.

Setelah berjuang melawan penyakit tulang belakang sejak 1982, sang jenderal mengembuskan napas terakhirnya pada 11 Januari 1984.

​Kini, jenazahnya bersemayam di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, meninggalkan warisan pemikiran yang tetap relevan bagi doktrin pertahanan Indonesia saat ini. (*)

Berita Terkait

Kepala SMA Negri 2 Lawe Sigala gala Tahun 2008.
Kepala SMA Negri 2 Lawe Sigala gala Abaikan Panggilan Sidang KIA Kangkangi UU No 14 Tahun 2008.
Nasib PPPK Paruh Waktu 2026 Ditentukan 11 Kondisi, Melanggar Netralitas Langsung Putus Kontrak
Oknum KaDinkes Agara Diduga Bungkam Kepada Media Terkesan Tertutup. 
Gandeng Kepolisian, PPS Bitung Targetkan Tata Kelola Pengamanan Pelabuhan yang Profesional
Ops Keselamatan Samrat 2026 Dimulai, 9 Jenis Pelanggaran Ini Jadi Target Utama Tilang
Sitem Buka Tutup Jalan Kota cane Arah ke Gayo lues
​Terseret Kasus Pelecehan, Gubernur Sulut Copot Oknum Staf Khusus Berinisial DD
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 03:02

Kepala SMA Negri 2 Lawe Sigala gala Tahun 2008.

Selasa, 3 Februari 2026 - 02:23

Kepala SMA Negri 2 Lawe Sigala gala Abaikan Panggilan Sidang KIA Kangkangi UU No 14 Tahun 2008.

Selasa, 3 Februari 2026 - 01:30

Oknum KaDinkes Agara Diduga Bungkam Kepada Media Terkesan Tertutup. 

Selasa, 3 Februari 2026 - 00:56

Gandeng Kepolisian, PPS Bitung Targetkan Tata Kelola Pengamanan Pelabuhan yang Profesional

Senin, 2 Februari 2026 - 23:57

Ops Keselamatan Samrat 2026 Dimulai, 9 Jenis Pelanggaran Ini Jadi Target Utama Tilang

Senin, 2 Februari 2026 - 14:25

Sitem Buka Tutup Jalan Kota cane Arah ke Gayo lues

Senin, 2 Februari 2026 - 05:52

​Terseret Kasus Pelecehan, Gubernur Sulut Copot Oknum Staf Khusus Berinisial DD

Senin, 2 Februari 2026 - 04:46

​Sinergi Pusat-Daerah, Pemkot Bitung Hadiri Persiapan Rakornas 2026

Berita Terbaru

Sosial

Kepala SMA Negri 2 Lawe Sigala gala Tahun 2008.

Selasa, 3 Feb 2026 - 03:02