Bitung, Sulut | TribuneIndonesia.com
Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan Samudera (KPS) Bitung terus mengintensifkan pengamanan di wilayah hukumnya demi menjamin stabilitas keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Sabtu (10/1/26) pagi sekitar pukul 09.30 WITA.
Aiptu Jamaludin bersama Brigpol Adi memimpin langsung Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Langkah preventif ini menyasar berbagai titik vital di area pelabuhan guna mengantisipasi potensi tindak kriminalitas.
Fokus utama operasi kali ini terletak pada Gate 3, yang merupakan akses vital keluar-masuk kendaraan dan orang di Pelabuhan Samudera Bitung.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas secara teliti melakukan penggeledahan terhadap kendaraan bermotor guna memastikan tidak adanya senjata tajam (sajam) maupun barang berbahaya lainnya yang dibawa masuk ke area publik.
Hingga pemeriksaan berakhir, petugas melaporkan situasi tetap aman dan terkendali tanpa ditemukan pelanggaran menonjol.
Sementara itu, patroli kemudian berlanjut menuju Dermaga Nusantara dan Pos AB untuk melakukan dialog langsung dengan para Anak Buah Kapal (ABK).
Aiptu Jamaludin mengingatkan para awak kapal layar agar senantiasa waspada terhadap kehadiran orang asing di lingkungan kerja mereka.
Petugas menekankan pentingnya sistem penjagaan bergantian saat beristirahat agar tidak terjadi kekosongan pengawasan di atas kapal, demi meminimalisir risiko pencurian atau gangguan keamanan lainnya.
Tidak hanya menyasar para pelaut, aparat kepolisian juga memberikan instruksi khusus kepada personel keamanan (security) di Pos Nusantara dan Terminal Peti Kemas (TPK).
Para petugas keamanan swakarsa diminta untuk lebih selektif dan jeli dalam memantau setiap pergerakan orang yang melintasi pos jaga.
Koordinasi cepat menjadi poin utama yang ditekankan, di mana setiap kejadian menonjol atau mencurigakan diharapkan segera dilaporkan ke pihak Polsek KPS Bitung melalui saluran komunikasi yang tersedia.
Secara keseluruhan, operasi KRYD ini mencakup sasaran luas, mulai dari penertiban sajam, pemberantasan minuman keras, hingga pelaksanaan Operasi Yustisi dan pemberian imbauan kamtibmas secara persuasif.
Melalui kehadiran aktif kepolisian di lapangan, diharapkan aktivitas perekonomian di pelabuhan dapat berjalan lancar tanpa adanya gangguan keamanan.
Kegiatan terpantau berakhir dalam situasi kondusif dengan tingkat kepatuhan masyarakat yang cukup tinggi. (Kiti)










