Pulau Sumba, Kekayaan Alam dan Budaya Nusantara yang Tak Terlupakan

- Editor

Jumat, 9 Januari 2026 - 09:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jawa Timur|Tribuneindonesia.com

Babat Lamongan –  Pulau Sumba, salah satu permata tersembunyi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia, menawarkan keindahan alam dan kekayaan budaya yang tak terlupakan. Berlokasi di sebelah barat daya Pulau Flores dan barat laut Pulau Timor, pulau ini merupakan salah satu destinasi wisata yang paling menarik di Indonesia.

Dengan luas wilayah yang bervariasi antara 10.914 km² hingga 11.243,78 km², Pulau Sumba dibagi menjadi empat kabupaten: Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, dan Sumba Timur. Keindahan alam pulau ini meliputi lanskap sabana yang luas, pantai yang indah, dan situs megalitikum yang kaya akan sejarah.

Pulau Sumba juga terkenal dengan kearifan budayanya, termasuk tenun ikat yang khas dan tradisi Marapu yang masih dipelihara hingga saat ini. Sistem stratifikasi sosial yang unik juga menjadi bagian dari kekayaan budaya Sumba, dengan dua kasta utama yaitu Maramba (kaum bangsawan atau tuan tanah) dan Ata (kaum hamba atau pelayan). Jum’at (09/01/2026).

Namun, perlu diingat bahwa sistem kasta ini memiliki sejarah yang kompleks dan telah mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Meskipun Indonesia telah melarang perbudakan, warisan sistem kasta ini masih memengaruhi dinamika sosial di beberapa wilayah Sumba hingga saat ini.

Baca Juga:  Arief Martha Rahadyan: Selamat Hari Disabilitas Internasional 2025 

Dalam konteks kearifan budaya nusantara, Pulau Sumba menawarkan banyak pelajaran tentang pentingnya menjaga tradisi dan menghormati perbedaan. Tenun ikat Sumba, misalnya, bukan hanya sekadar kain, tetapi juga merupakan simbol identitas dan kebanggaan masyarakat lokal.

Dengan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, Pulau Sumba menjadi destinasi wisata yang sangat populer di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara. Pemerintah dan masyarakat Sumba terus berupaya meningkatkan kualitas dan fasilitas wisata untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung.

Dalam upaya melestarikan kearifan budaya nusantara, Pulau Sumba menjadi contoh yang baik tentang bagaimana tradisi dan modernitas dapat berjalan berdampingan. Dengan demikian, kita dapat menjaga kekayaan budaya dan alam Indonesia untuk generasi yang akan datang.

Oleh: Koningh Anwar

Berita Terkait

Sekjend (GBNN )Aceh Tenggara Minta Evaluasi Program MBG DiDesa Biak Muli Kecamatan Bambel
Mahasiswa Ilmu Politik Dorong Pemahaman Mitigasi dan Pascabencana yang Komprehensif
GMNI Minta Pemerintah Tolak Permintaan AS Terkait Akses Mineral Kritis dalam Kesepakatan ART
15 Tahun Terabaikan, Jalan Warga Batang Kuis Masih Jadi Kubangan
Rp200 Ribu–Rp420 Ribu per KPM, Dugaan Pungli Bansos di Pasirsedang Kian Menguat
Beberapa Desa Dalam Kecamatan Pante Bidari Kembali Terendam Akibat Derasnya Hujan Semalam
Ramai Dugaan Pungli Bansos di Pasirsedang, Camat Picung Dinilai Normatif dan Minim Transparansi
Hutama Karya Catat 2,49 Juta Kendaraan Melintas di Tol Trans Sumatera Selama Nataru 2025/2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 02:24

​Aksi Cepat Personel Gabungan Bersihkan MIN 8 Bener Meriah Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 - 01:32

Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas Soroti Krisis Tata Kelola: Kerusakan Lingkungan dan Korupsi Picu Penderitaan Rakyat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 01:19

Tinjau Aceh Utara, HRD Terima Aspirasi Pembangunan Huntara dan Pembersihan Lumpur

Jumat, 9 Januari 2026 - 04:02

Menteri KKP RI Sakti Wahyu Trenggono Tinjau dampak bencana Pascabanjir di Jangka, Bireuen

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:00

​Wakapolda Sulut dan Wali Kota Bitung Gelar Panen Jagung Serentak di Matuari

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:09

Pergub Disabilitas Aceh Disusun, Dinsos Dorong Kebijakan Inklusif dan Implementatif

Kamis, 8 Januari 2026 - 02:34

Bireuen Becomes the First District in Aceh to Begin Permanent Housing Construction After Disaster

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:39

Angin Kencang Terjang Bitung, Kapolsek Matuari Pimpin Evakuasi Pohon Tumbang di Dua Kelurahan

Berita Terbaru