Diduga Kualitas Dipertanyakan, Proyek Paving Banprov Banten di Lebak Tuai Kecaman

- Editor

Minggu, 4 Januari 2026 - 05:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK|Tribuneindonesia.com

Minggu (04/01/2026) –  Ramainya pemberitaan proyek pembangunan paving blok di Kampung Kangaluwuk, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, yang bersumber dari Dana Bantuan Provinsi (Banprov) Banten, memunculkan sorotan tajam publik. Proyek yang sejatinya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat itu diduga dikerjakan asal jadi dan jauh dari standar kualitas yang semestinya.

Hasil investigasi awak media di lapangan mengungkap fakta mencengangkan. Di lokasi proyek tidak ditemukan papan informasi kegiatan, padahal papan proyek merupakan kewajiban mutlak sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran negara. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan publik terhadap tata kelola dan pengawasan proyek tersebut.

Tak hanya soal transparansi, kualitas material yang digunakan pun menuai sorotan serius. Sejumlah paving blok terlihat pecah, retak, dan tidak presisi meski baru terpasang. Lebih memprihatinkan lagi, kastin paving blok yang seharusnya menggunakan beton justru diganti dengan bata merah, material yang jelas tidak sesuai spesifikasi teknis dan berpotensi mempercepat kerusakan.

Temuan ini menguatkan dugaan bahwa proyek Banprov tersebut tidak dikerjakan secara profesional dan berpotensi merugikan masyarakat sebagai penerima manfaat.

Menanggapi polemik yang berkembang, sebelumnya Plt Camat Cileles menyampaikan klarifikasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (30/12/2025). Ia menyatakan bahwa meskipun proyek dikerjakan oleh pihak desa, pihak kecamatan tetap melakukan pembinaan dan pengawasan.

“Pertama-tama, saya percayakan kepada Pak Ekbang untuk turun ke lapangan karena saya sedang ada tamu. Kedua, pembinaan terhadap proyek terus kita lakukan. Ketiga, terkait keluhan masyarakat, kami akan tindak lanjuti dan upayakan semaksimal mungkin agar pembangunan ini bisa diterima dan dinikmati oleh warga,” ujar Plt Camat Cileles.

Terkait tudingan adanya penyelewengan, ia menegaskan tidak akan melindungi siapa pun yang terbukti bersalah.

Baca Juga:  PANGLIMA TNI: “DIRGAHAYU KORPS MARINIR, SEMOGA SEMAKIN PROFESIONAL DAN DICINTAI RAKYAT”

“Kalau ada penyelewengan atau ketidakberesan, kami sebagai pembina akan menindaklanjutinya. Saya siap meminta pertanggungjawaban. Kalau terus ada kesalahan, saya bisa mengajukan untuk memberhentikan pihak yang bersangkutan,” tegasnya.

Namun pernyataan tersebut dinilai belum cukup meredam kegelisahan publik. Gabungan Organisasi Wartawan Indonesia dan Lembaga (GOWIL), yang di dalamnya tergabung Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) dan Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) DPC Kabupaten Pandeglang, angkat bicara dan menilai lemahnya pengawasan menjadi akar persoalan.

Ketua GWI DPC Kabupaten Pandeglang, Raeynold Kurniawan, mendesak dinas terkait dan instansi pengawas agar tidak tutup mata terhadap temuan di lapangan.

“Kalau pengawasan benar-benar berjalan, tidak mungkin paving blok retak sejak awal dan kastin diganti bata merah. Ini dana Banprov, uang rakyat. Kami mendesak dinas teknis dan inspektorat untuk turun langsung, melakukan pemeriksaan, dan membuka semuanya secara transparan,” tegas Raeynold.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal AWDI DPC Kabupaten Pandeglang, Jaka Somantri, menilai persoalan ini tidak boleh berhenti pada klarifikasi atau janji pembinaan semata.

“Fakta di lapangan sudah cukup jelas. Ini bukan soal kesalahan kecil, tapi indikasi pelanggaran teknis yang serius. Jika dibiarkan, ini bisa menjadi preseden buruk dalam pengelolaan dana Banprov. Aparat penegak hukum harus dilibatkan agar tidak ada pembiaran,” ujar Jaka.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana kegiatan maupun Pemerintah Desa Mekarjaya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi. Masyarakat berharap pemerintah daerah bertindak tegas agar proyek pembangunan benar-benar berkualitas dan dana Banprov Banten tidak berubah menjadi proyek asal jadi yang merugikan rakyat.”(Tim/red)

Berita Terkait

Capping Day STIKes Sehati Medan Disorot Publik, Mahasiswa Diikat Janji Moral di Hadapan Orang Tua
Wakil Ketua Komisi VI DPR Aceh Ihya Ulumuddin Silaturrahmi dan Reses Bersama PWI Simeulue
Arief Martha Rahadyan: Presiden Prabowo Menunjukkan Dedikasi Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab terhadap Rakyat
Tekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja Pasang Spanduk Edukasi di Jakarta Utara
Jalan Rusak Dua Tahun Dikeluhkan Warga, Wakil DPRD Deli Serdang meminta Gubernur Sumut Segera Turun Tangan
Pembangunan Huntara di Pidie Jaya Disorot, Kontraktor dan Buruh Asal Luar Daerah. Diduga Abaikan Pekerja Lokal
Jalan Galang Berubah Kuburan hidup
Diduga Main Mata BBM Subsidi di SPBU 14 203-1103 Batang Kuis
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:43

Polres Aceh Tenggara Raih Juara II Lomba Video Pendek Pamapta Polda Aceh 2026, Terima Penghargaan Langsung dari Kapolda

Selasa, 24 Februari 2026 - 11:01

​Pererat Sinergitas, PPWI Bitung Sambangi MTsN 1 di Bulan Suci Ramadhan

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:23

Menteri PU Komit Percepat Pembangunan Infrastruktur di Bireuen

Selasa, 24 Februari 2026 - 06:47

Ramadhan Berkah, Polres Bireuen Berbagi Takjil Untuk Masyarakat

Selasa, 24 Februari 2026 - 05:14

MENEGUHKAN HATI DI BULAN SUCI, PANGKORMAR PIMPIN KULTUM PENUH INSPIRASI

Selasa, 24 Februari 2026 - 01:40

7 Rumah Dilawe Ijo Kutacane Dilalap Sijago Merah

Senin, 23 Februari 2026 - 17:10

Pemda Bireuen Gelar Safari Ramadhan 1447 H di Masjid Al Ikhlas Desa Alue Krueb Peusangan

Senin, 23 Februari 2026 - 13:41

Laporan Petani, Distributor Stock Gudang Pupuk Untuk Wilayah Kutacane Langka

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Sekolah Nyaris Ambruk, Bupati Sentil Dewan Pendidikan

Selasa, 24 Feb 2026 - 17:11

Pemerintahan dan Berita Daerah

Kinerja ASN Jangan Asal Tulis

Selasa, 24 Feb 2026 - 17:01