Kuat di Iman, Tegar di Tugas: Kunci Sukses Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho Bangun Humas Humanis dan Berjiwa Rohani

- Editor

Jumat, 31 Oktober 2025 - 13:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta I TribuneIndonesia.com-Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan komunikasi publik yang semakin kompleks, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, SIK, SH, M.Hum menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai kerohanian sebagai kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas kehumasan Polri.

Gagasan ini menjadi sorotan menarik karena menunjukkan bahwa kekuatan spiritual bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama dalam membentuk personel Humas Polri yang humanis, santun, dan beretika dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Menurut Zulfan Nababan, pengasuh pondok pesantren sekaligus aktivis dakwah, langkah yang dilakukan Kadiv Humas Polri ini sejalan dengan tuntunan Rasulullah SAW dalam menjaga keseimbangan antara tugas duniawi dan hubungan dengan Sang Pencipta.

Rasulullah SAW pernah menunjukkan bahwa interaksi manusia bisa meninggalkan kesan di hati. Maka beliau mengajarkan agar kesan itu dikelola dengan memperkuat hubungan kepada Allah melalui amalan-amalan rohani,” ujar Zulfan.

Nilai itu pula yang kini dihidupkan di lingkungan Divisi Humas Mabes Polri. Kegiatan kerohanian yang dilaksanakan secara istiqamah telah menciptakan suasana kerja yang penuh ketenangan dan kebersamaan. Para personel Humas Polri dibimbing untuk memandang tugas komunikasi dan penyampaian informasi sebagai bagian dari ibadah, sebagaimana sabda Nabi: “Kalimat yang baik adalah sedekah.”

Zulfan menilai, langkah ini bukan hanya memperkuat sisi spiritual, tetapi juga meningkatkan profesionalisme aparat Humas dalam menyampaikan pesan publik. Sebab, setiap kata dan kalimat dalam komunikasi publik sejatinya mencerminkan isi hati dan pikiran.

Baca Juga:  Dua Wali Kota, Dua Wajah Kebijakan PPPK di Aceh

“Kalimat yang disampaikan di media sosial maupun media massa akan dimintai pertanggungjawaban, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an: Dan janganlah engkau mengikuti sesuatu yang engkau tidak ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati akan dimintai pertanggungjawaban,” tutur Zulfan.

Dengan dasar itulah, Divisi Humas Polri di bawah kepemimpinan Irjen Sandi Nugroho mengintegrasikan kegiatan kerohanian dalam aktivitas kehumasan — mulai dari pembinaan mental hingga doa bersama sebelum bertugas. Pendekatan ini terbukti memperkuat jiwa pengabdian personel dalam menjalankan misi informasi publik yang menenangkan dan mencerahkan masyarakat.

Kerohanian keagamaan di lingkungan kerja adalah strategi tepat untuk menghasilkan personel Humas yang berkarakter humanis, sesuai harapan masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan nilai Tribrata poin pertama: Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Zulfan.

Ia menambahkan, setiap satuan tugas di berbagai bidang dapat meneladani pola kepemimpinan Irjen Sandi Nugroho yang menyatukan profesionalitas dan spiritualitas. Dengan begitu, tugas-tugas berat dalam dunia komunikasi publik dapat dijalankan dengan hati yang bersih, tenang, dan penuh tanggung jawab.

Menyampaikan informasi bisa menjadi ladang pahala, bisa juga menjadi lahan dosa. Maka dibutuhkan niat yang benar dan suasana batin yang bersih agar setiap pesan yang keluar membawa kedamaian bagi masyarakat,” pungkas Zulfan.

Langkah Kadiv Humas Mabes Polri ini membuktikan bahwa di tengah dinamika era digital, iman dan moral tetap menjadi kompas utama dalam mengarahkan komunikasi publik yang bijak, santun, dan menyejukkan.

Ilham TribuneIndonesia.com

Berita Terkait

Infrastuktur maju, daerah tumbuh. Pemimpin dituntut fokus, transparan, dan konsisten
Seruan Aksi Menguat, Mahasiswa Kepung DLH Deli Serdang, Gaungkan #ReformasiPolri
Dari Keraguan ke Kepercayaan: Suara Warga Mengantar RSU Cut Mutia Menjadi Pilihan Utama di Langsa
Menjaga Marwah Profesi: Jurnalis Harus Tepat Memahami Istilah dan Fungsi Kerja
Memahami Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler: Pilar Penting Pendidikan di Sekolah
Polri di bawah Presiden menguatkan hati, pikiran, dan kerja
Hati-Hati pada Senyum yang Terlalu Manis
Pengawasan yang Disalahpahami: Antara Gudang BNPB dan Marwah Wakil Rakyat di Bireuen
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 15:18

Deklarasi Pers Nasional 2026 Tegaskan Penolakan terhadap Kriminalisasi Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 13:14

PTUN Jakarta Tegaskan Gugatan Kubu Murjoko Gugur, Legalitas PSHT di Bawah Kepemimpinan Taufiq Tak Terbantahkan

Senin, 9 Februari 2026 - 12:35

​KPK Bongkar Skandal Jalur Merah Bea Cukai, Direktur P2 dan Lima Orang Ditetapkan Tersangka

Senin, 9 Februari 2026 - 08:32

Ketua DPC Demokrat Bireuen : H. T. Ibrahim Kader yang Tumbuh dari Bawah dan Loyal terhadap Partai

Senin, 9 Februari 2026 - 06:55

Jejak Sejarah, Menelusuri Akar Kelahiran Hari Pers Nasional

Senin, 9 Februari 2026 - 02:27

Wagub Aceh Ambil Alih Kendali, Polemik Huntara Bireuen Resmi Diakhiri

Senin, 9 Februari 2026 - 01:58

​Jaga Kondusivitas Wilayah, Tim PANTERA Polsek Matuari Sambangi Markas Manguni Muda

Minggu, 8 Februari 2026 - 11:56

Polemik Aksi PSHT Di Madiun Membuka Mata Publik, Negara Diam Kebenaran Berbicara

Berita Terbaru