Bangun Rumah Subsidi untuk Rakyat Miskin

- Editor

Kamis, 25 September 2025 - 13:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | TribuneIndonesia.com

Presiden Prabowo Subianto menaikkan kuota rumah subsidi dari 220 ribu menjadi 350 ribu unit pada tahun 2025.

Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H Ruslan M. Daud, mendukung dan mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo tersebut.

Ia menilai kebijakan ini sangat penting karena rumah subsidi memiliki dampak besar terhadap keberlangsungan hidup masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang selama ini kesulitan mengakses pembiayaan perumahan.

“Kami mendukung dan memberikan apresiasi kepada Presiden atas kebijakannya menambah kuota rumah subsidi. Seperti kita ketahui, masih banyak masyarakat yang kesulitan memiliki rumah. Harga tanah yang semakin mahal hingga akses pembiayaan yang terbatas membuat impian memiliki rumah kerap hanya menjadi angan, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah dengan penghasilan yang tidak tetap,” ujar HRD, sapaan akrab H Ruslan Daud, di Jakarta, Kamis (25/9/2025).

Berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, sejak 1 Januari hingga 12 September 2025 tercatat 7.485 unit rumah dalam proses pembangunan, 16.834 unit dalam kondisi siap huni (ready stock), dan 17.943 unit berstatus persetujuan kredit.

Menurut HRD, pembangunan rumah subsidi memberikan akses hunian yang terjangkau sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya rumah subsidi, masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki rumah dengan harga lebih murah, prosedur yang lebih sederhana, serta cicilan yang tidak memberatkan.

Baca Juga:  Hadir di Marpolex 2026, Wali Kota Hengky Honandar Sambut Armada Penjaga Laut Internasional di Pelabuhan Bitung

“Rumah subsidi juga mampu mengurangi kesenjangan ekonomi dan mendorong pertumbuhan karena aktivitas permukiman selalu diikuti dengan tumbuhnya sektor usaha lain,” tambahnya.

Namun ia mengingatkan, keberhasilan rumah subsidi bukan hanya soal jumlah, melainkan juga kualitas. Agar tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat, ia menegaskan ada beberapa hal yang harus diperhatikan pemerintah, antara lain penerima harus tepat sasaran yakni diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, bukan spekulan atau pihak yang sudah memiliki rumah.

Rumah subsidi, kata HRD, juga harus memiliki kualitas bangunan terjamin. Jadi walaupun rumah bersubsidi, rumah harus tetap aman, kokoh dan nyaman ditinggali. Ia juga meminta agar ada pengawasan agar program ini tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu karena menurutnya, rumah bersubsidi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Rumah subsidi bukan berarti rumah dengan kualitas seadanya atau asal jadi. Justru kualitas dan kenyamanan harus menjadi prioritas agar masyarakat tidak hanya punya rumah, tapi juga punya hunian yang layak dan membahagiakan,” tegas HRD. (*)

Berita Terkait

Kapolres Langsa Sambangi SMA Negeri 3, Tekankan Disiplin dan Bahaya Kenakalan Remaja
Ketiadaan Dokter Spesialis Anak di RSUD Waisai Jadi Tanda Tanya, Ferdinan Dimara Sampaikan Harapan Orang Tua
DPRK Raja Ampat Siap Panggil Direktur RSUD Waisai, Pemindahan Dokter Spesialis Anak Dipertanyakan
Anak Terbaring di RSUD Waisai, Keluarga Keluhkan Ketiadaan Dokter Spesialis Anak
PEPABRI, TAMPERAK, dan PENA PUJAKESUMA Soroti Banjir Aceh Tamiang: Penebangan Hutan dan Tambang Liar Disinyalir Jadi Pemicu
Lewat Sosialisasi DASHAT, Pemkot Bitung Perkuat Edukasi Gizi bagi Ibu Hamil dan Keluarga
Kapolres Aceh Tamiang Jadi Irup di SMKN 2 Karang Baru, Siswa Antusias
Festival Pesona Bahari Raja Ampat 2026 Ditutup, UMKM dan Mama-Mama Lokal Ikut Meriahkan WTC
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:01

DOKTER ANAK BELUM ADA, DPRK RAJA AMPAT SIAP PANGGIL DIREKTUR RSUD WAISAI!

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:29

Bersuara Lantang di Gedung Rakyat, Richaed Mamuntu Tuntut Evaluasi Administrasi Kelurahan Soal Lahan Garapan

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:51

Ketiadaan Dokter Spesialis Anak di RSUD Waisai Jadi Tanda Tanya, Ferdinan Dimara Sampaikan Harapan Orang Tua

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:39

DPRK Raja Ampat Siap Panggil Direktur RSUD Waisai, Pemindahan Dokter Spesialis Anak Dipertanyakan

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:00

TNI dan Petani Gotong Royong Bersihkan Parit Sawah Pascabanjir di Pante Gajah

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:25

Bupati Anwar Sadat Ajak Jamaah Bermunajat di Haul ke-7 Majelis Al-Hidayah, Berharap Kabut Asap Jambi Segera Berakhir

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:49

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 3 Hari di Aceh, Bireuen Masuk Zona Waspada

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:18

HRD Instruksikan Kader PKB Bireuen Jadi Corong Aspirasi Masyarakat

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x