Wadah Penyeimbang Negara, Kepingan Puzzle yang Hilang untuk Indonesia Emas

- Editor

Rabu, 24 September 2025 - 01:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Manado, Sulut|Tribuneindonesia.com

Oleh: Ridwan. L

Sejak era Presiden Soekarno, Indonesia dinilai belum memiliki wadah khusus yang difasilitasi negara untuk mengimplementasikan amanat konstitusi. Padahal, regulasinya telah jelas mengatur. Rabu (24/9/25)

Hal ini disampaikan oleh pengamat yang menyoroti absennya sebuah institusi strategis.

Wadah yang dimaksudkan disebut sebagai elemen penyeimbang yang mampu menciptakan stabilitas pemerintahan dari berbagai aspek.

Ia dianggap sebagai kepingan puzzle terakhir yang selama ini luput dari para pemimpin Indonesia untuk merekatkan anak bangsa dan memacu kemajuan.

Fungsi vital wadah semacam ini bahkan telah terbukti sejak zaman kerajaan-kerajaan Tiongkok kuno. Pada masa itu, lembaga serupa memainkan peran sentral dan selalu menjadi andalan para kaisar dalam memimpin negara.

Ketiadaan wadah penyeimbang ini diduga menjadi salah satu akar masalah. Isu-isu keagamaan, misalnya, sering kali memicu keributan dan keresahan di tengah publik, menunjukkan perlunya suatu pendekatan yang lebih arif.

Harapan kini tertumpu pada kepemimpinan Prabowo Subianto. Dia didorong untuk mampu menemukan dan menghimpun orang-orang cerdas di Tanah Air ke dalam wadah yang dimaksud.

Baca Juga:  Jualan Rokok Keliling Demi Masa Depan Anak, Mamak Tia Buktikan Cinta Ibu Tak Pernah Habis

Kelompok orang cerdas ini tidak terbatas pada mereka yang pintar secara akademis atau bergelar tinggi. Bukan pula sekadar ahli agama. Mereka adalah individu dengan kecerdasan spiritual yang tinggi.

Mereka bisa berada di mana saja; mengabdi di gunung, hutan, sawah, lautan, birokrasi, TNI, Polri, atau dunia akademik. Ciri khas mereka adalah kesederhanaan, telah mencapai pencerahan diri, dan cenderung tidak banyak bicara.

Figur-figur ini ibarat harta karun terpendam yang memiliki kemampuan untuk menyelaraskan semesta bagi kemakmuran Indonesia. Menemukan mereka adalah sebuah keniscayaan.

Jika Prabowo berhasil mewujudkan wadah ini sesuai amanat konstitusi, maka keharmonisan bangsa akan tercipta.

Target Indonesia Emas 2045 pun bukan lagi sekadar impian, tetapi sebuah realitas yang dapat diwujudkan. Semoga.

(Penulis adalah seorang Politisi, Jurnalis juga Aktivis Sulut.)

Berita Terkait

​Terancam Pasal 466 KUHP Baru, Pemuda di Bitung Diamankan Satreskrim Usai Aksi Kekerasan Fisik
​Hengky Honandar Perkuat Sinergitas Antikorupsi di Sulawesi Utara
Dansatrol Kodaeral VIII Bitung Siap All-Out Sukseskan Festival Akbar di Lembeh Utara
​TNI AL Bekali Remaja Pesisir Bitung Kemampuan Bahasa Inggris Sambut Hardikal ke-80
Karnodi Selian Plt Kadis Pangan Aceh Tenggara
Sampah Rumah Tangga Jadi Kompos, PKK Bitung Tekan Laju Limbah di Aertembaga Dua
57 Ribu Warga Tak Masuk Skema JKA, Pemkab Bireuen Bentuk Satgas Percepatan Pembenahan Desil
Bahas Masalah Pencemaran Udara, Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Terima Hearing dan Berikan Pandangan
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:31

​Terancam Pasal 466 KUHP Baru, Pemuda di Bitung Diamankan Satreskrim Usai Aksi Kekerasan Fisik

Selasa, 12 Mei 2026 - 06:26

​Hengky Honandar Perkuat Sinergitas Antikorupsi di Sulawesi Utara

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:09

Dansatrol Kodaeral VIII Bitung Siap All-Out Sukseskan Festival Akbar di Lembeh Utara

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:16

Karnodi Selian Plt Kadis Pangan Aceh Tenggara

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:21

Sampah Rumah Tangga Jadi Kompos, PKK Bitung Tekan Laju Limbah di Aertembaga Dua

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:19

57 Ribu Warga Tak Masuk Skema JKA, Pemkab Bireuen Bentuk Satgas Percepatan Pembenahan Desil

Senin, 11 Mei 2026 - 21:45

Bahas Masalah Pencemaran Udara, Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Terima Hearing dan Berikan Pandangan

Senin, 11 Mei 2026 - 21:19

PB HUDA Dukung Langkah Aparat Penegak Hukum Dalam Menangani Kasus Dugaan Ujaran Kebencian dan Penistaan Agama

Berita Terbaru

Oplus_131072

Pemerintahan dan Berita Daerah

Camat Batang Kuis Dorong BUMDes Profesional dan Transparan untuk Perkuat Ekonomi Desa

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:23

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x