Pembersihan Cangkul Padang di Danau Laut Tawar Didukung Warga Gayo Perantaun

- Editor

Jumat, 16 Mei 2025 - 15:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DCIM100MEDIADJI_0171.JPG

DCIM100MEDIADJI_0171.JPG

Takengon | TribuneIndonesia.com

Langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam membersihkan cangkul padang di kawasan Danau Laut Tawar mendapatkan apresiasi luas dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat Gayo yang berada di perantauan.

Program ini dinilai sebagai langkah tepat dalam upaya pelestarian lingkungan dan pemulihan keindahan Danau Laut Tawar yang selama ini menjadi ikon kebanggaan masyarakat Gayo di dataran tinggi Aceh.

Penyangkolan padang, yang terdiri dari vegetasi air yang tidak terkendali, selama ini dianggap turut mencemari air dan mengganggu estetika danau. Melalui program pembersihan yang dilaksanakan secara bertahap oleh Pemerintah Aceh Tengah, dampak negatif terhadap lingkungan perairan dan pariwisata lokal diharapkan dapat diminimalkan.

Chaidir Toweren, salah satu warga Gayo yang kini menetap di Langsa, menyampaikan dukungannya terhadap langkah yang diambil pemerintah daerah. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya penting untuk menjaga ekosistem danau, tetapi juga untuk menjaga citra dan keindahan alam Gayo.

“Pembersihan ini adalah keputusan yang sangat tepat. Selain mengurangi pencemaran air, juga akan mengembalikan keindahan Danau Laut Tawar. Kami masyarakat Gayo di perantauan sangat mendukung penuh program ini,” ujar Chaidir, Jumat (16/5/2025).

Baca Juga:  Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Polemik, DPRK Otsus Minta Persoalan OAP Diserahkan kepada Pokja MRP PBD

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta pentingnya konsistensi dari pemerintah daerah agar program ini tidak berhenti di tengah jalan. Terkait pro kontra dalam sebuah program kebijakan adalah takdir alam yang kita anggap lumrah.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Aceh Tengah melalui dinas terkait telah memulai pembersihan di beberapa titik yang dinilai paling merusak. Program ini merupakan bagian dari upaya penataan kawasan wisata prioritas sekaligus menjaga ekosistem air tawar yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar.

Dengan dukungan yang terus mengalir dari masyarakat baik lokal maupun perantauan, harapan akan Danau Laut Tawar yang bersih, lestari, dan indah bukan lagi angan-angan. Dan cita-cita pemerintah Aceh Tengah sangat layak di dukung karena saat ini Takengon menjadi salah satu destinasiwisata idola bukan saja masyakat Aceh tetapi Indonesia. (CP)

Berita Terkait

Janji Wakil Rakyat Dibuktikan! Syafruddin Bantu Anak Yatim dari Batanta Dapatkan Perawatan Medis
Kapolres Bitung Pimpin Mediasi Perselisihan Kep Anto vs Ical-Mario Mamuntu, Sepakat Berakhir Damai
Kantor Polsubsektor Percut Sei Tuan di Simpang Pasar 10 Tembung Diduga Kerap Kosong, Siapa yang Bertanggung Jawab?
RSUD Waisai Hadirkan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Perkuat Layanan Kesehatan di Raja Ampat
Iskandar DPRA Desak Usut Tuntas Bom Ikan di Simeulue: “Pengawasan Laut Harga Mati!”
​Rotasi Jabatan di Polres Bitung: Kompol Bartholomeus Junov Resmi Jabat Wakapolres
IKL SPPG dan Pintu yang Ditutup
Solidaritas Tanpa Batas: Paguyuban Teupah Timur Pulangkan Jenazah Warga Simeulue yang Tertahan di Banda Aceh
Berita ini 46 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:09

Janji Wakil Rakyat Dibuktikan! Syafruddin Bantu Anak Yatim dari Batanta Dapatkan Perawatan Medis

Rabu, 16 September 2026 - 11:54

Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Masuk Aswas Kejati Sumut, Hampir 4 Bulan ! Ada Apa dengan Kasi Intel Kejari Deli Serdang

Rabu, 16 September 2026 - 11:35

Kapolres Bitung Pimpin Mediasi Perselisihan Kep Anto vs Ical-Mario Mamuntu, Sepakat Berakhir Damai

Rabu, 16 September 2026 - 09:24

Kantor Polsubsektor Percut Sei Tuan di Simpang Pasar 10 Tembung Diduga Kerap Kosong, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Rabu, 16 September 2026 - 04:58

Iskandar DPRA Desak Usut Tuntas Bom Ikan di Simeulue: “Pengawasan Laut Harga Mati!”

Rabu, 16 September 2026 - 04:38

​Rotasi Jabatan di Polres Bitung: Kompol Bartholomeus Junov Resmi Jabat Wakapolres

Rabu, 16 September 2026 - 00:10

IKL SPPG dan Pintu yang Ditutup

Selasa, 15 September 2026 - 16:24

Solidaritas Tanpa Batas: Paguyuban Teupah Timur Pulangkan Jenazah Warga Simeulue yang Tertahan di Banda Aceh

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x