Jakarta | TribuneIndonesia.com –Langkah ambisius Indonesia memperkuat armada tempur lautnya melalui akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi diprediksi menjadi titik balik krusial bagi pertahanan nasional, Senin (16/02/26).
Kehadiran kapal perang asal Italia tersebut dipercaya akan mengubah postur militer Indonesia secara fundamental di mata internasional.
Para pengamat militer meyakini bahwa langkah ini bukan sekadar penambahan alutsista biasa, melainkan sebuah paksaan positif bagi TNI Angkatan Laut untuk merombak doktrin lamanya.
Indonesia kini tengah bersiap menanggalkan status Green Water Navy yang berfokus pada penjagaan pantai, demi bertransformasi menjadi Blue Water Navy.
Pergeseran doktrin ini menjadi sinyal kuat mengenai ambisi Jakarta dalam memproyeksikan kekuatan militer hingga ke samudra lepas.
Dengan kemampuan menjangkau wilayah di luar perairan teritorial konvensional, Indonesia menegaskan posisinya sebagai pemain utama yang memiliki jangkauan pengaruh lebih luas dan ofensif.
Sebagai pangkalan udara terapung, Giuseppe Garibaldi memberikan independensi operasional yang belum pernah dimiliki TNI AL sebelumnya.
Armada ini mampu meluncurkan operasi udara-laut secara mandiri tanpa perlu bergantung pada dukungan pangkalan di daratan, sebuah keunggulan teknis yang krusial di medan tempur modern.
Eksistensi kapal ini juga dipandang sebagai instrumen deteren atau penggetar yang efektif dalam mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
Berbekal skadron helikopter dan drone tempur canggih, kapal induk ini siap menghadapi potensi gangguan kedaulatan dari kekuatan asing di jalur komunikasi laut internasional (SLOC) yang vital.
Kendati demikian, ambisi besar ini membawa konsekuensi logistik dan finansial yang sangat masif bagi anggaran negara.
Mengoperasikan sebuah kapal induk menuntut pembentukan gugus tugas tempur yang lengkap, mulai dari kapal perusak, fregat, hingga kapal selam pelindung guna menjamin keselamatan sang “ujung tombak”.
Meski dibayangi tantangan teknis yang kompleks, langkah berani ini dinilai sebagai prasyarat mutlak jika Indonesia ingin diakui sebagai poros maritim dunia.
Bersama KRI Giuseppe Garibaldi, TNI Angkatan Laut kini melangkah pasti untuk tidak sekadar menjaga garis pantai, melainkan menguasai cakrawala samudra luas. (Talia)













