Uang ZIS, Baitul Mal Bireuen Jangan Jadi Alat Politik

- Editor

Senin, 20 Oktober 2025 - 14:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN/Tribuneindonesia.com

Anggaran yang dikelola Baitul Mal Bireuen berasal dari Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) masyarakat, bukan dari partai atau kelompok politik tertentu.

Dana itu milik umat, bukan milik warna politik. PNS dan pengusaha yang berzakat di Baitul Mal bukan semuanya warna partai tertentu jadi jangan bawa-bawa politik dalam urusan umat.

Hal itu dikatakan Anggota Komisi V DPR RI, H Ruslan Daud atau akrab disapa HRD kepada wartawan dalam acara Coffee Morning, di kediamannya Komplek Meuligoe Residen, Cot Gapu, Bireuen, Minggu (19/10/2025).

Bupati Bireuen periode 2012-2017 itu melontarkan kritik tajam terhadap arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Bireuen dan kinerja Komisioner Baitul Mal setempat.

Dalam pertemuan tersebut, H. Ruslan menilai perencanaan pembangunan di Bireuen saat ini masih lemah dan belum memiliki arah yang jelas.

“Daerah ini tidak membuat DED (Detail Engineering Design). Kalau uang daerah tidak cukup, harusnya dilobi ke pusat supaya ada tambahan anggaran, ini malah diam saja,” katanya.

Ia menegaskan, tanpa perencanaan matang dan kemampuan lobi ke pemerintah pusat, Bireuen akan terus tertinggal dari daerah lain. “Kita punya banyak potensi, tapi kalau hanya menunggu dana daerah, jangan harap bisa maju,” cetus HRD.

HRD juga menyoroti kinerja Baitul Mal Bireuen. Penggunaan dana umat yang dinilai tidak adil dan cenderung dipolitisasi. “Banyak anggaran umat yang habis untuk pembangunan rumah saja. Setelah rumah dibangun, harus ada persetujuan bupati. Kalau tidak disetujui, batal. Dan kalau jadi, rumah itu harus dicat kuning seolah bantuan dari bupati,” sindir HRD.

Baca Juga:  LSM KPK RI Desak Audit P3-TGAI Kuning II: Rp195 Juta Uang Negara, Jangan Dikerjakan Asal Jadi

Ruslan juga mengingatkan para Komisioner Baitul Mal agar tidak menjadi alat kepentingan politik. “Anda dipilih oleh DPRK Bireuen, bukan oleh bupati. Di DPRK itu ada banyak warna. Jadi jangan cuma dengar satu warna saja,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya moralitas dan tanggung jawab sosial para komisioner. “Yang terpilih itu orang alim. Jangan sampai jabatan di Baitul Mal justru digunakan untuk menguntungkan politisi. Kalau begitu, marwah kopiah anda hilang,” ucapnya.

HRD juga mengingatkan agar program Baitul Mal tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah. “Masih banyak rakyat yang butuh perhatian, seperti anak yatim, anak cacat, anak putus sekolah, penderita sakit berat, dan fakir miskin yang belum tersentuh bantuan. Itu seharusnya prioritas utama,” pintanya.

Menutup pembicaraan, H. Ruslan menyerukan agar Baitul Mal dan pemerintah daerah kembali pada tujuan utama, yaitu melayani umat, bukan kepentingan politik. “Baitul Mal itu lembaga suci, bukan panggung politik. Kalau dana umat dipakai demi kepentingan kekuasaan, itu pengkhianatan terhadap rakyat dan agama,” pungkas HRD. (*)

Berita Terkait

HRD Dukung Terobosan Presiden Prabowo Hadirkan Infrastruktur Dasar bagi Masyarakat
HUT ke-81 RI, TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Gelar Hiburan Rakyat
21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh
Peringati 21 Tahun MoU Helsinki, Kecamatan Jangka Gelar Zikir dan Doa Bersama
Arief Martha Rahadyan dan Harapan Generasi Muda: Dukungan Ujang Supriatin untuk Indonesia yang Lebih Produktif
GMNI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget
Camat dan Forum Reje Lut Tawar Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Jagong Jeget
Dikira Embun, Ternyata Debu Selimuti Jalan Lintas Kutacane-Medan ‎
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:50

Jangan Paksa Rakyat Pilihan Kendaraan, Bangunlah Kemandirian dan Pilihan yang Adil

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:47

Bangunlah Transportasi Umum yang Memadai, Bukan Memaksa Rakyat Mengganti Kendaraan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:54

Kelangkaan Semen di Aceh, Pemerintah Jangan Biarkan Masyarakat Berjuang Sendiri

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:25

Saling Sandera di Cipete: Ketika Hukum Jadi Alat Barter

Kamis, 9 Juli 2026 - 01:34

Nekat Tulis Nama Lengkap Terduga Pelaku? Media dan Wartawan Bisa Digugat, Kebebasan Pers Bukan Kebal Hukum

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:33

Kriminalitas Jalanan Ancam Rasa Aman Warga Medan dan Deli Serdang

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:05

Dugaan Korupsi Mengemuka, Tersangka Tak Kunjung Ada: Ketua LKGSAI Saidul Angkat Bicara

Rabu, 3 Juni 2026 - 00:54

Angkat Bicara, Anggota LSM KPK RI Saidul Amran: “Kalau Dugaan Penyimpangan Terus Bermunculan Tapi Tak Ada Respons, Publik Berhak Curiga Ada yang Salah”

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Pidato Negara, Angka, dan Ujian di Daerah

Sabtu, 15 Agu 2026 - 00:49

Pemerintahan dan Berita Daerah

45 Paskibraka dan Amanah Merah Putih

Jumat, 14 Agu 2026 - 16:35