Tebing Krueng Peusangan Kritis: Ratusan Rumah Warga Menggantung di Bibir Jurang Erosi

- Editor

Minggu, 1 November 2026 - 06:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BIREUEN/Tribuneindonesia.com

Ratusan jiwa yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Krueng Peusangan kini berada dalam kondisi terancam. Hingga awal November 2026, laju erosi tebing semakin tidak terkendali dan terus menggerus fondasi pemukiman penduduk di dua wilayah utama, yaitu Gampong Pantee Lhong (Kecamatan Peusangan) serta Gampong Kubu dan Pante Baro (Kecamatan Peusangan Siblah Krueng). Pemerintah daerah dinilai lamban dalam merespons ancaman nyata yang dapat menimbulkan korban jiwa ini.

Kondisi di lapangan menunjukkan situasi yang kian mengkhawatirkan akibat fluktuasi debit air dari hulu yang membawa material kayu dan sampah. Karena tidak adanya struktur talud beton atau dinding penahan tanah (sheet pile), tebing sungai rontok dihantam arus deras. Jarak antara bibir sungai dan dinding rumah warga kini hanya tersisa beberapa sentimeter saja, bahkan sebagian bangunan dapur warga sudah menggantung di atas jurang erosi.

Baca Juga:  33 Lulusan Magister PAI UIA Diyudisium, 23 Cumlaude

Keuchik Pantee Lhong, Murizal, menegaskan bahwa titik paling kritis berada tepat di tikungan aliran air di bawah proyek jembatan Pantee Lhong yang saat ini sedang dibangun. Lokasi tersebut merupakan pintu masuk utama air yang sebelumnya memicu banjir hidrometeorologi parah pada tahun 2025 lalu. Warga merasa kecewa karena pemerintah dianggap terlalu fokus pada proyek fisik jangka panjang, namun mengabaikan penanganan darurat kebencanaan yang mengancam keselamatan warga setiap jamnya.

Hingga saat ini, warga di bantaran Krueng Peusangan terpaksa mengandalkan kesiapsiagaan mandiri secara swadaya. Tanpa adanya kepastian penanganan tanggul darurat ataupun kepastian evakuasi dari otoritas terkait, ambruknya rumah-rumah warga kini menjadi ancaman yang tinggal menunggu waktu.

Berita Terkait

Lewat Minggu Kasih, Polres Bireuen Ajak Jemaat Gereja Methodist Sinergi Jaga Kamtibmas dan Perangi Narkoba
Babinsa Koramil 02/Samalanga Kawal Perkembangan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Meuliek.
Wali Kota Bitung Serahkan SK Kewarganegaraan RI bagi Warga Keturunan Filipina di Ruang SH Sarundajang
Diduga Dipicu Dendam Pribadi dan Oknum PPPK, Aksi GPM di CV Menara Biru Bakal Dihadang Massa BPPKB Banten
Polsek Peusangan Intensifkan Patroli dan Sosialisasi Maklumat Kapolda Aceh Mencegah Karhutla
Brigjen TNI Kohir Raih Star Iconic Awards 2026 
Subuh Keliling di Masjid Ridha Jeumpa, Kapolres Bireuen Ajak Jamaah Sinergi Bersama Polisi Berantas Narkotika
Proyek P3-TGAI Desa Salang Alas Diduga Asal Jadi dan Diperjualbelikan, Polres Agara Didesak Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 06:39

Lewat Minggu Kasih, Polres Bireuen Ajak Jemaat Gereja Methodist Sinergi Jaga Kamtibmas dan Perangi Narkoba

Minggu, 1 November 2026 - 06:17

Tebing Krueng Peusangan Kritis: Ratusan Rumah Warga Menggantung di Bibir Jurang Erosi

Minggu, 1 November 2026 - 06:07

Babinsa Koramil 02/Samalanga Kawal Perkembangan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Meuliek.

Minggu, 1 November 2026 - 05:41

Wali Kota Bitung Serahkan SK Kewarganegaraan RI bagi Warga Keturunan Filipina di Ruang SH Sarundajang

Minggu, 1 November 2026 - 03:03

Polsek Peusangan Intensifkan Patroli dan Sosialisasi Maklumat Kapolda Aceh Mencegah Karhutla

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:34

Brigjen TNI Kohir Raih Star Iconic Awards 2026 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:36

Subuh Keliling di Masjid Ridha Jeumpa, Kapolres Bireuen Ajak Jamaah Sinergi Bersama Polisi Berantas Narkotika

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:33

Proyek P3-TGAI Desa Salang Alas Diduga Asal Jadi dan Diperjualbelikan, Polres Agara Didesak Turun Tangan

Berita Terbaru