Bitung | TribuneIndonesia.com –Langkah kaki puluhan personel kepolisian memecah suasana tenang di Masjid Al Muttaqien, Kelurahan Girian Weru Satu, Kota Bitung. Jumat (27/02/26).
Kedatangan mereka bukan untuk urusan perkara hukum, melainkan membawa misi kemanusiaan di tengah kekhusyukan umat Muslim menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Kepala Polres Bitung, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., memimpin langsung rombongan tersebut.
Kehadirannya di rumah ibadah itu menjadi sinyal kuat bahwa institusi kepolisian berupaya menanggalkan kesan kaku, beralih pada pendekatan sosial yang lebih menyentuh akar rumput.
Sambutan hangat datang dari Imam Masjid Besar Al Muttaqien, Ustad Arifin Moha.
Bersama pengurus masjid dan para jamaah, ia menerima rombongan korps berseragam cokelat itu dalam suasana yang cair, jauh dari kesan formalitas birokrasi yang biasanya melekat pada kunjungan pejabat.
Di hadapan para jamaah, Albert Zai menyerahkan sejumlah bingkisan yang dikemas khusus untuk membantu kebutuhan logistik warga selama bulan suci.
Bantuan ini menjadi simbol kehadiran negara yang tidak hanya hadir dalam urusan keamanan, tetapi juga peka terhadap kondisi ekonomi masyarakatnya.
”Momentum Ramadan ini adalah waktu yang paling tepat untuk mempererat simpul silaturahmi,”
ujar Albert. Baginya, kedekatan antara Polri dan warga adalah fondasi utama dalam menciptakan harmoni, di mana polisi hadir sebagai mitra yang berbagi beban, bukan sekadar penegak aturan.
Ustad Arifin Moha tidak menutupi rasa apresiasinya atas inisiatif tersebut. Ia memandang aksi bakti sosial ini sebagai bentuk sinergi positif yang mampu mendinginkan suasana, sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga dengan kondusif.
Melalui aksi nyata di Girian Weru Satu ini, Polres Bitung menyemai harapan agar nilai persaudaraan terus tumbuh melampaui sekat profesi.
Sebuah upaya kecil untuk memastikan Ramadan di Kota Bitung berjalan dengan damai, aman, dan sarat dengan nilai-nilai keberkahan. (Kiti)



















