Deli Serdang | TribuneIndonesia.com – Gelombang aksi mahasiswa kembali menguat. Seruan demonstrasi besar bertajuk #ReformasiPolri resmi digaungkan dan mengajak mahasiswa serta masyarakat luas untuk turun ke jalan.
Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Deli Serdang dipastikan menjadi titik pusat konsentrasi massa pada Kamis, 5 Februari 2026.
Aksi ini disebut bukan sekadar unjuk rasa biasa. Seruan yang beredar luas di media sosial menampilkan simbol kepalan tangan terikat rantai, sebagai lambang perlawanan dan pesan kuat bahwa mahasiswa menilai ada persoalan serius yang membutuhkan perhatian publik serta aparat penegak hukum.
Massa dijadwalkan mulai berkumpul pukul 10.00 WIB hingga selesai, yang mengindikasikan aksi berpotensi berlangsung cukup lama. Ajakan terbuka tersebut tidak hanya ditujukan kepada kalangan mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum yang dinilai memiliki keresahan terhadap persoalan penegakan hukum dan tata kelola pemerintahan.
Penggunaan tagar #ReformasiPolri menunjukkan bahwa isu yang diangkat tidak semata bersifat lokal, melainkan memiliki dimensi nasional. Namun, dipilihnya Kantor DLH Deli Serdang sebagai lokasi aksi memunculkan dugaan adanya persoalan lingkungan, kebijakan daerah, atau isu administratif yang menjadi pemicu kekecewaan publik.
Meski rincian tuntutan belum dijelaskan secara detail dalam selebaran aksi, nuansa yang dibangun memperlihatkan tekanan moral yang kuat terhadap pihak-pihak terkait. Poster seruan aksi didominasi warna merah dan hitam, yang identik dengan simbol perlawanan dan situasi genting. Visual massa berhadapan dengan aparat turut mempertegas kesan bahwa aksi ini diproyeksikan sebagai gerakan besar, bukan sekadar simbolis.
Kondisi ini berpotensi membuat kawasan sekitar Kantor DLH Deli Serdang memanas. Aparat keamanan diperkirakan akan melakukan pengamanan ketat guna mengantisipasi lonjakan massa serta mencegah terjadinya benturan di lapangan.
Pengalaman dari berbagai aksi mahasiswa sebelumnya menunjukkan bahwa isu reformasi institusi hukum kerap memicu emosi kolektif.
Pengamat sosial menilai, menguatnya kembali aksi mahasiswa menjadi sinyal bahwa kepercayaan publik terhadap sejumlah institusi tengah diuji.
Ketika ruang aspirasi dianggap tidak memadai, aksi jalanan sering kali menjadi sarana terakhir untuk menyuarakan tuntutan.
Aksi pada 5 Februari 2026 lusa diprediksi menyita perhatian publik, terutama bila jumlah massa besar dan tuntutan disampaikan secara terbuka. DLH Deli Serdang pun berada dalam posisi yang sensitif, karena sorotan tidak hanya datang dari mahasiswa, tetapi juga masyarakat luas yang mengikuti perkembangan isu ini.
Kini, perhatian tertuju pada hari pelaksanaan aksi. Apakah demonstrasi akan berlangsung tertib sebagai penyampaian aspirasi, atau memicu ketegangan di lapangan, sangat bergantung pada sikap dan respons semua pihak.
Ilham Gondrong













