Medan | TribuneIndonesia.com — Pemerintah Kota Medan resmi melantik jajaran direksi Perusahaan Umum Daerah Pasar, Perusahaan Umum Daerah Pembangunan, serta Perusahaan Umum Daerah Rumah Potong Hewan untuk masa jabatan 2026–2030. Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya babak baru pengelolaan badan usaha milik daerah yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Senin 5 Januari 2026, dipimpin langsung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Momentum tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kota Medan dalam membenahi tata kelola perusahaan daerah agar mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam arahannya, Rico Waas menegaskan bahwa jabatan direksi bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan kerja nyata dan tanggung jawab penuh.
Ini bukan soal mencari jabatan. Ini soal bekerja, mengabdi, dan memperbaiki. Perusahaan daerah harus sehat, profesional, dan kehadirannya benar-benar dirasakan warga Kota Medan,” tegas Rico Waas.
Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Wali Kota Medan Nomor 900.1.13.2/0102 yang ditetapkan pada 2 Januari 2026. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, serta jajaran pejabat Pemerintah Kota Medan.
Untuk Perumda Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan SE MSi dipercaya menjabat Direktur Utama. Posisi Direktur Operasional diemban Agus Syahputra SPi MSi, sementara Direktur Administrasi dan Keuangan dijabat Bobby Octavianus Zulkarnain SE. Jabatan Direktur Pengembangan dan SDM dipercayakan kepada Rudiansyah SSos.
Sementara itu, Perumda Pembangunan Kota Medan dipimpin Karya Septianus
Bate’e SSTP MAP sebagai Direktur Utama. Surya Kurniawan ST menjabat Direktur Operasional, Endang Junaidi SP sebagai Direktur Umum dan Keuangan sekaligus SDM, serta Wendy Meilanda sebagai Direktur Pengembangan.
Adapun Perumda Rumah Potong Hewan Kota Medan dipimpin Irwansyah Gultom sebagai Direktur Utama. Posisi Direktur Operasional dijabat Jadi Pane SPd MM, Direktur Umum dan Keuangan oleh Ardiansyah SPdI, serta Direktur Pengembangan oleh Rosmidawati Lubis SS.
Rico Waas menegaskan bahwa ketiga perusahaan daerah memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian Kota Medan, namun juga dihadapkan pada tantangan besar yang menuntut kepemimpinan kuat dan strategi yang tepat.
Pemerintah Kota Medan, kata Rico, tidak menuntut perubahan instan, tetapi mengharapkan perbaikan yang terukur, konsisten, dan berkelanjutan.
Ia secara khusus menyoroti Perumda Pasar yang dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan pola belanja
masyarakat dan perkembangan teknologi. Pembenahan fasilitas, pengelolaan yang modern, serta kebersihan pasar menjadi kunci agar pasar tradisional tetap kompetitif dan ramah bagi pelaku UMKM.
Untuk Perumda Pembangunan, Rico meminta agar seluruh aset daerah dikelola secara optimal dan tidak dibiarkan terbengkalai. Pendekatan modern serta keterbukaan terhadap peluang investasi diyakini mampu meningkatkan nilai tambah aset milik pemerintah daerah.
Sementara pada Perumda Rumah Potong Hewan, Rico mengakui tantangan operasional yang tidak ringan. Ia meminta jajaran direksi menyusun langkah strategis guna meningkatkan kualitas layanan, standar higienitas, serta daya saing perusahaan.
Rico Waas juga menginstruksikan seluruh direksi segera menyusun rencana pengembangan perusahaan dan memaparkannya dalam waktu dekat.
Targetnya, sepanjang tahun 2026 perusahaan daerah Kota Medan mampu beroperasi secara profesional dan memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan serta pelayanan publik.
Menutup arahannya, Rico Waas menekankan pentingnya integritas dan kepatuhan terhadap hukum.
Jangan main-main. Jangan sampai terseret persoalan hukum. Jaga marwah perusahaan daerah yang Saudara pimpin,” tegasnya.
Ia pun menyatakan optimisme bahwa tahun 2026 akan menjadi titik awal kebangkitan perusahaan daerah Kota Medan menuju kinerja yang lebih kuat, sehat, dan berkelanjutan.
Ilham Gondrong















