Proyek Akhir Tahun dan Anggaran yang Terus Berulang

- Editor

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deli Serdang I TribuneIndonesia.comSetiap tahun anggaran berjalan, baik di tingkat pemerintahan pusat, provinsi, kota hingga kabupaten, publik selalu disuguhkan satu pemandangan yang nyaris seragam.maraknya proyek fisik menjelang akhir tahun. Mulai dari pembangunan irigasi, perbaikan jalan, pengaspalan, hingga penataan kawasan dan alun-alun. Fenomena ini bukan hal baru, bahkan seolah telah menjadi tradisi tahunan yang terus berulang tanpa evaluasi serius.

Secara normatif, proses penganggaran tentu telah melalui tahapan yang sah. Anggaran dirapatkan, diusulkan, dibahas, lalu ditetapkan berdasarkan kebutuhan pembangunan daerah. Namun dalam praktiknya, muncul pertanyaan besar di tengah masyarakat: mengapa proyek-proyek itu selalu muncul di lokasi yang sama, dengan konsep yang nyaris serupa, dan hampir selalu dikerjakan di penghujung tahun anggaran.

Kondisi ini menimbulkan kesan kuat bahwa proyek tersebut lebih berorientasi pada penghabisan anggaran, bukan pada kebutuhan riil masyarakat.

Publik tentu paham bahwa sisa anggaran yang tidak terserap berpotensi dikembalikan ke kas negara atau daerah. Situasi inilah yang diduga kerap dimanfaatkan dengan “memoles” proyek lama menjadi program baru, hanya berbeda nama dan kemasan, namun dengan misi yang sama.

Lebih ironis lagi, pola ini tidak berdiri sendiri. Ia seolah telah menjadi virus sistemik yang menjalar dari level pemerintahan paling atas hingga ke struktur paling bawah. Praktik pengulangan proyek, minim inovasi, serta lemahnya transparansi perlahan membentuk budaya birokrasi yang permisif terhadap pemborosan anggaran.

Baca Juga:  Belajar Keteladanan dari Jepang, Saat Kekuasaan Tak Dipegang Terlalu Lama

Potret kecil dari fenomena ini dapat dilihat di Kabupaten Deli Serdang. Setiap tahun, anggaran miliaran rupiah digelontorkan ke berbagai kecamatan. Salah satu contoh yang paling kasat mata adalah di Kecamatan Batang Kuis, di mana hampir Rp2 miliar dana publik digelontorkan dengan dalih pembangunan aset.

Namun pertanyaan mendasarnya tetap sama. aset untuk siapa? Apakah aset tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, atau justru hanya tercatat sebagai aset administratif pemerintah daerah? Hingga kini, masih banyak warga yang tidak mengetahui secara jelas dampak langsung dari penggunaan anggaran tersebut.

Yang lebih mengkhawatirkan, pola ini terus berulang dari tahun ke tahun tanpa koreksi berarti. Evaluasi publik nyaris tidak terdengar, sementara pengawasan seolah berjalan di tempat. Jika kondisi ini dibiarkan, maka anggaran yang sejatinya menjadi instrumen kesejahteraan rakyat justru berubah menjadi rutinitas belanja tanpa arah.

Transparansi, akuntabilitas, dan keberanian untuk menghentikan pola lama menjadi kunci utama. Tanpa itu, proyek akhir tahun hanya akan terus menjadi simbol pemborosan anggaran dan kegagalan perencanaan pembangunan daerah.

Ilham Gondrong

 

Berita Terkait

Iman di Balik Seragam Bhayangkara, Polri Bukan Sekadar Penegak Hukum, tetapi Istana Kebaikan Bangsa
Satu Tahun Tiga Hari Hailli–Muchsin: Ujian Kepemimpinan di Tanah Gayo
Media Tanpa Box Redaksi: Ancaman Serius bagi Kredibilitas Pers
HRD: Dari Bireuen ke Senayan, Kini Saatnya Menuju BL 1 Aceh?
Cahaya Imlek 2026 Menyala, Iham Gondrong Kirim Pesan Damai untuk Deli Serdang
Waspada Modus “Pinjam Bentar” Gawai, Akun dan Saldo Bisa Raib dalam Hitungan Detik
Puasa dan Autofagi: Ibadah Spiritual yang Diam-Diam Meregenerasi Sel Tubuh
Politik Bireuen: Arena Panjang Kepentingan dan Ketahanan Publik
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 01:33

Tembus Rp3,040 Triliun! Investasi Lampung Selatan 2025 Over Target 115 Persen, Bukti Komitmen Bupati Radityo Egi Permudah Perizinan

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:01

Kinerja ASN Jangan Asal Tulis

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:04

Bangunan Liar Kepung Jalan Umum di Pagar Merbau, DPRD Deli Serdang Disurati

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:33

Pansus TRAP DPRD Bali di Ujung Masa Kerja, Nasib Proyek Marina Kura-Kura Bali Disegel atau Lanjut?

Selasa, 24 Februari 2026 - 00:32

Safari Ramadan Perkuat Harmoni Religius di Labuhan Deli

Selasa, 24 Februari 2026 - 00:19

Safari Ramadan Deli Serdang Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

Senin, 23 Februari 2026 - 21:47

Safari Ramadan Perdana Pemkab Deli Serdang Tegaskan Kepemimpinan Hadir di Tengah Umat

Senin, 23 Februari 2026 - 10:41

Arief Martha Rahadyan: Presiden Prabowo Menunjukkan Dedikasi Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab terhadap Rakyat

Berita Terbaru