Bitung | Trubuneindonesia.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bergerak cepat mengurai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sulawesi Utara, Sabtu (17/10/26).
Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Mardian, mengonfirmasi bahwa pihak armada niaga menyandarkan kapal Maritim Satu Swara yang mengangkut muatan jumbo sebanyak 5 juta liter BBM untuk memperkuat pasokan daerah tersebut.
Kapal tanker tersebut merapat di dermaga penerimaan pada petang menjelang waktu Magrib, lalu petugas pelabuhan langsung membongkar muatan agar penyaluran ke masyarakat dapat segera terlaksana.
Tim operasional Pertamina Patra Niaga memaksimalkan distribusi BBM pada malam hari dengan meningkatkan volume penyaluran hingga 30 persen di atas rata-rata kebutuhan normal harian masyarakat Sulawesi Utara.
Guna mempercepat pemulihan ketersediaan energi, pimpinan Pertamina Patra Niaga juga mengerahkan jalur suplai darat lintas provinsi dari wilayah Gorontalo.
Sebanyak sembilan unit mobil tangki mengangkut BBM dari Gorontalo menembus jalur perbatasan darat menuju Kampung Bagu di Kabupaten Bolaang Mongondow demi memperkuat suplai di area perbatasan.
Langkah taktis melalui jalur darat ini melengkapi upaya pembongkaran muatan BBM di Kota Manado yang telah menyalurkan volume sebesar 500 ribu liter sejak pagi hari.
Kombinasi pasokan jalur laut dan darat tersebut menjadi strategi utama manajemen Pertamina untuk memulihkan stabilitas rantai distribusi serta merespons lonjakan permintaan konsumen di Bumi Nyiur Melambai.
Mardian menjamin bahwa Pertamina Patra Niaga akan menggelontorkan tambahan pasokan stok susulan secara bertahap hingga mencapai 10 juta liter Pertalite beserta pasokan Pertamax pada rentang 19 hingga 22 Oktober 2026.
Manajemen Pertamina Patra Niaga menargetkan intervensi stok berskala besar ini mampu menuntaskan gejolak kelangkaan BBM dan mengembalikan suasana kondusif di SPBU dalam beberapa hari mendatang.
Di lansir dari vidio yang beredar di Medsos. Dalam keterangan resminya, Mardian mengimbau seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Utara agar tidak panik dan membeli BBM secara rasional sesuai kebutuhan harian.
“Kami meminta kepada masyarakat agar pengisian BBM dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. Mudah-mudahan dengan tambahan pasokan ini, permasalahan yang terjadi bisa segera diselesaikan,”
ujar Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Mardian pada Jumat (16/10).
Mardian membeberkan bahwa faktor cuaca buruk di perairan Indonesia menjadi akar penyebab terganggunya rantai pasok BBM ke wilayah Sulawesi Utara selama beberapa hari terakhir.
Gelombang tinggi dan kondisi cuaca ekstrem memicu kendala transportasi laut, sehingga jadwal kedatangan kapal tanker pengangkut BBM mengalami pergeseran dari estimasi semula.
Menyikapi kendala alam tersebut, tim logistik Pertamina merespons cepat dengan melakukan penyesuaian pola rute pengiriman serta mengalihkan sejumlah kapal tanker ke titik-titik yang membutuhkan penanganan darurat.
Sebagai hub logistik vital, Terminal BBM (TBBM) Bitung mengemban peran strategis karena tidak hanya menyuplai kebutuhan energi domestik Sulawesi Utara, melainkan juga menopang pasokan BBM dan LPG ke Provinsi Gorontalo.
Dengan tibanya kapal pengangkut BBM secara berkala setiap tiga hingga empat hari, Pertamina optimistis ketahanan stok BBM maupun LPG kembali normal sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan bahan bakar. (∗-raf)













