​Pajak PBB PT IKI Bitung Mandek Sejak 2021, Nilainya Hampir Menyentuh Rp1 Miliar

- Editor

Jumat, 5 Juni 2026 - 02:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Bitung | Tribuneindonesia com –  Pendapatan asli daerah Kota Bitung dari sektor perpajakan tengah menghadapi kendala serius, Jumat (05/06/26).

Salah satu perusahaan pelat merah, PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Bitung, dilaporkan menempati daftar atas sebagai wajib pajak dengan angka tunggakan terbesar di wilayah tersebut.

​Persoalan ini mencuat setelah nilai kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang diabaikan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut terakumulasi dalam jumlah yang sangat besar.

Berdasarkan data yang dirilis, total nominal yang belum disetorkan ke kas daerah kini hampir menyentuh angka Rp1 miliar.

​Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bitung, Theo Rorong, membenarkan adanya keterlambatan pembayaran yang signifikan dari pihak perusahaan galangan kapal tersebut.

Saat dikonfirmasi, ia merinci bahwa kewajiban finansial yang masih tertahan saat ini berada di kisaran ratusan juta rupiah.

​”Kurang lebih sekitar Rp900 jutaan,” ungkap Theo saat memberikan keterangan resmi kepada awak media pada Jumat (5/6), Via Whatsupp.

Baca Juga:  TNI AL Sambut Dua Kapal Perang Jepang di Perairan Sulawesi Melalui Latihan Passex

​Pemerintah Kota Bitung sendiri mengklaim tidak tinggal diam dalam menyikapi kemacetan piutang pajak ini.

Berbagai langkah persuasif dan administratif telah ditempuh oleh Bapenda guna menuntut hak daerah yang belum dipenuhi oleh PT IKI.

​Bahkan, ketegasan dalam memburu tunggakan ini membuat Bapenda harus melintasi batas pulau.

Theo membeberkan bahwa pihaknya sempat mengutus tim penagih khusus untuk mendatangi langsung jajaran manajemen di kantor pusat PT IKI yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan.

​”Kami sudah pernah turunkan tim penagih sampai ke Makassar di kantor pusat mereka. Namun sampai sekarang kewajiban pajak daerah itu belum juga dibayarkan,”

sesal Theo terkait mandeknya komitmen korporasi tersebut.

​Lebih lanjut, Theo menjelaskan bahwa jenis pungutan yang diabaikan ini merupakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Kewajiban yang membeku sejak tahun 2021 hingga saat ini tersebut disayangkan karena sejatinya memegang peranan krusial sebagai penopang pembiayaan pembangunan di Kota Bitung. (kiti)

Berita Terkait

APBD Defisit Disorot, Fraksi GIK Dorong OPD Raja Ampat Genjot Kinerja
Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran
FKLL Jakarta Selatan Perkuat Sinergi Tangani Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Ciputat Raya Kebayoran Lama
Kapolres Aceh Timur Silaturahmi ke Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Polri dan Ulama
Peringati Maulid Nabi, Kapolres Aceh Timur Santuni puluhan Anak Yatim
Fraksi Otsus DPRK Raja Ampat Soroti Dana Otsus Rp268 Miliar: Jangan Hanya Jadi Angka di APBD
Wali Kota Langsa Buka Langsa Expo 2026, Dorong Kebangkitan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kapolres Bitung Imbau Warga Terdampak Tol Tak Blokir Jalan: Silakan Aspirasi, Tetap Taat Hukum
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:30

APBD Defisit Disorot, Fraksi GIK Dorong OPD Raja Ampat Genjot Kinerja

Sabtu, 26 September 2026 - 16:34

Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran

Sabtu, 26 September 2026 - 15:56

Pengawasan APIP Ungkap Temuan Rp2,17 Miliar pada 8 Desa Dalam Kabupaten Simeulue

Sabtu, 26 September 2026 - 10:50

KUA-PPAS Perubahan 2026: Fraksi Demokrat Raja Ampat Beri Catatan Keras untuk Pemerintah Daerah

Sabtu, 26 September 2026 - 10:41

Fraksi Demokrat Bongkar 10 Catatan APBD-P 2026, Desak Bupati Nonaktifkan Kepala Kampung yang Terkena LHP

Sabtu, 26 September 2026 - 06:17

Semangat Pengurus Tinelo Dana-Dana Menggelar Maulid Nabi

Sabtu, 26 September 2026 - 05:47

Sabtu, 26 September 2026 - 05:17

Fraksi Otsus DPRK Raja Ampat Soroti Dana Otsus Rp268 Miliar: Jangan Hanya Jadi Angka di APBD

Berita Terbaru

Feature dan Opini

APBD Defisit Disorot, Fraksi GIK Dorong OPD Raja Ampat Genjot Kinerja

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:30