Penulis: Ilham Gondrong
TribuneIndonesia.com
Mama…
Engkau selalu hadir dalam hatiku. Tak pernah pergi, tak pernah benar-benar lelah meski ragamu tak lagi muda. Segala perjuanganmu demi anak-anakmu tak pernah berhenti, bahkan sampai hari ini.
Kasih sayangmu tak pernah luntur, walau badai dan cobaan silih berganti datang menimpa. Engkau tetap berdiri tegar, dengan hati yang penuh cinta, dengan senyum yang tak pernah pudar meski air matamu sering kau sembunyikan.
Tak pernah kami tahu betapa pedihnya hari-harimu, betapa beratnya langkahmu membesarkan kami. Engkau tak pernah mengeluh. Dalam diam, engkau berjuang. Dalam sunyi, engkau menangis sendiri. Semua demi kami, anak-anakmu.
Kau bekerja tanpa pamrih. Apa pun kau lakukan, asal halal dan bisa memberi kami makan. Makian dan cacian dari orang yang menggajimu tak pernah membuatmu menyerah. Selama kami bisa makan, bisa bersekolah, bisa bertumbuh itu sudah cukup bagimu.
Kini, tubuhmu mulai menua. Wajahmu yang dulu segar, kini dihiasi keriput. Tapi kasihmu… tak berubah sedikit pun. Kau masih sama seperti dulu. Masih menyebut namaku dalam setiap doamu, masih menyelipkan harapan dalam setiap malam yang sepi.
Aku tahu, di malam-malam itu, ketika kami terlelap, kau memohon pada Tuhan agar anak-anakmu menjadi orang yang baik, menjadi anak yang saleh, yang berbakti. Doa-doa itu menembus langit malam, melindungi kami tanpa kami tahu.
Mama, maafkan anakmu yang belum bisa membalas semua yang telah kau berikan. Bahkan untuk mengucapkan terima kasih pun, sering aku lupa.
Tapi hari ini, izinkan aku berkata:
Mama, aku mencintaimu. Sepenuh hatiku. Selamanya.
Ilham TribuneIndonesia.com