Lambatnya, Pendataan Rumah Hunian Sementara Korban Banjir Makin Berat, Kepala Daerah Harus Bertanggung Jawab

- Editor

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TIMUR | Tribuneindonesia.com

Lambatnya proses pendataan terhadap rumoh korban terdampak banjir, menunjukkan lemahnya kinerja birokrasi dan tata kelola pemerintah ditingkat gampong dan daerah sangat buruk, (Saptu 17 Januari 2026)

Ketua Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh, Masri, sangat menyayangkan atas lambannya proses pendataan terhadap korban yang terdampak, lambannnya kerja pemerintah gampong dan daerah ikut memperpanjang penderitaan korban bencana banjir.

“Ini sudah 50 hari pasca banjir, akan tetapi data saja masih belum siap, seharusnya pemerintah sudah bisa menyalurkan bantuan dana panik yang sangat dibutuhkan oleh para korban, ini menunjukkan betapa bobroknya birokrasi dan tata kelola pemerintahan ditingkat gampong dan daerah,” kata Masri.

Menurut Masri, Selain terlambat dalam proses pendataan, banyak keluhan korban banjir yang memdapatkan perlakuan diskrimimatif, adanya tebang pilih dari petugas pendataan ditingkat gampong.

“Ada beberapa laporan dari warga, mengeluh karena mendapatkan perlakuan diskriminatif dari petugas yang melakukan pendataan di tingkat gampong, bahkan proses pendataan dilakukan di atas meja tanpa turun langsung melihat kondisi kerusakan rumah, sehingga ada beberapa korban yang mengalami rumahnya rusak parah, namun dalam pendataan rusak sedang dan ringan atau sebaliknya,,” ujar Masri

Baca Juga:  TPS Paya Ilang Jadi Sumber Keluhan, Sampah Menumpuk dan Bau Menyengat Ganggu Aktivitas Warga Takengon

Masri juga menambahkan, lambatnya pendataan ada indikasi terjadinya praktek manipulasi data korban, sehingga dikhawatirkan penerima bantuan tidak tepat sasaran.

“Tidak tertutup kemingkinan adanya indikasi terjadinya praktek manipulasi data korban, dan ini yang paling kita khawatirkan, sebab berpotensi terjadi konflik di masyarakat,” tambah Masri.

Masri menegaskan, akibat Lambannya pendataan secara valid terhadap data korban, Keuchik, Kepala Daerah Bupati/Walikota harus bertanggung jawab, sebab itu menyangkut nasib korban banjir.

“Atas keterlambatan data korban, Keuchik, Bupati/walikota, dan Camat harus bertanggung jawab,” tegas Masri

Aliansi Pers berharap kepada Aparat Penegak Hukum(APH) menindak tegas pihak pihak yang bermain melakukan manipulasi data, karena itu bentuk kejahatan, bukan hanya merugikan korban yang benar-benar terdampak, akan tetapi menyebabkan kerugian negara, tutup Masri(MN)

Berita Terkait

Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumut Pindahkan Napi Korupsi ke Nusakambangan
KAKI: Kasus Kuota Haji Harus Dilihat Utuh, KPK Diminta Perlakukan Gus Yaqut Secara Adil
Forum Komunikasi Lalu Lintas Jakarta Barat Perkuat Koordinasi Penanganan Kemacetan dan Keselamatan Jalan
Diduga Tiga Kecamatan Diselimuti Masalah MBG, GOWIL Dorong Blacklist Yayasan
Rutan Kelas IA Tanjung Gusta Bantah Isu Pemerasan oleh Napi Korupsi, Sebut Informasi Hoaks
MONITORING PELAKSANAAN AKSI UNJUK RASA OLEH ALIANSI GERAKAN SUARA RAKYAT (GESER) SIMEULUE
Diduga Hambat Bantuan Huntara, Pendataan Korban Banjir di Desa Seuneubok Saboh Disorot
Isu Praktik Jual Beli Jam di Tambang Milik Antam di Bogor Mencuat, Jumlah Korban Jiwa Akibat Asap Beracun Masih Misteri
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 02:15

Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumut Pindahkan Napi Korupsi ke Nusakambangan

Kamis, 22 Januari 2026 - 01:52

KAKI: Kasus Kuota Haji Harus Dilihat Utuh, KPK Diminta Perlakukan Gus Yaqut Secara Adil

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:58

Lambatnya, Pendataan Rumah Hunian Sementara Korban Banjir Makin Berat, Kepala Daerah Harus Bertanggung Jawab

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:54

Diduga Tiga Kecamatan Diselimuti Masalah MBG, GOWIL Dorong Blacklist Yayasan

Rabu, 21 Januari 2026 - 05:15

Rutan Kelas IA Tanjung Gusta Bantah Isu Pemerasan oleh Napi Korupsi, Sebut Informasi Hoaks

Senin, 19 Januari 2026 - 16:30

MONITORING PELAKSANAAN AKSI UNJUK RASA OLEH ALIANSI GERAKAN SUARA RAKYAT (GESER) SIMEULUE

Senin, 19 Januari 2026 - 16:00

Diduga Hambat Bantuan Huntara, Pendataan Korban Banjir di Desa Seuneubok Saboh Disorot

Senin, 19 Januari 2026 - 10:54

Isu Praktik Jual Beli Jam di Tambang Milik Antam di Bogor Mencuat, Jumlah Korban Jiwa Akibat Asap Beracun Masih Misteri

Berita Terbaru