Langsa | TribuneIndonesia.com
Lahan perkebunan milik Dayah Bustanul Mu’arif yang berada di dusun Alue Jeruk, Gampong Alue Tuwi, Kecamatan Rantau Seulamat, Kabupaten Aceh Timur diduga ikut terjual oleh oknum Kepala Desa setempat.
Pimpinan Dayah Bustanul Mu’arif, Waled Khaled merasa kecewa atas perbuatan yang dilakukan kepala Desa (Geuchik-Red) yang telah dijual lahan milik mereka kepada orang lain.
“Sebenarnya lahan milik Dayah Bustanul Mu’arif hanya seluas 25 hektare yang tergolong dalam kelompok Guha Tani. Bila kita simpulkan kesemuaan itu adalah seluas 100 hektare,” ucap Waled Khaled kepada awak media, Sabtu 26 Juli 2025 di Dayah Bustanul Mu’arif.
Lanjut ia menjelaskan bahwa di tahun 2011 mereka membeli hutan belantara tersebut melalui mantan Geuchik Alue Tuwi, Sultan yang seluas 50 pancang (100 hektare) bersama kelompok Guha Tani dengan harga Rp.500.000 ribu/pancang.
Dalam perjalanan waktu, hutan yang dulunya semak belukar itu kini telah dirawat dan ditanami berbagai jenis pepohonan seperti batang Sawit, Jabon, Sengon, Pete dan lain sebagainya itu menduga kini telah terjual oleh Geuchik nisih AL.
“Beberapa bulan yang lalu sejumlah santri saya naik ke kebun guna melihat kondisi tanaman. Tak khayal, sekelompok oknum yang diduga atas suruhan PT.Sawit Nabati Indah mengucapkan, lahan ini bukan milik kalian (Kelompok Guha Tani) lagi,” sebut Waled meniru ucapan santrinya.
Atas dasar itu, pihaknya meminta kepada Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si beserta Aparat Penegak Hukum Polres Kota Langsa agar dapat diselesaikan persoalan lahan yang diduga telah terjual oleh oknum Geuchik nisial Al kepada pihak PT.Sawit Nabati Indah.
Baca: Lahan Kelompok Guha Tani Diduga Telah Terjual, Geuchik AL Terancam Dilaporkan
“Kami tidak akan diam terkait persoalan ini, karena dibalik semuanya itu merupakan perbuatan yang melanggar hukum,” ucapnya.
“Untuk itu kami mohon kepada bapak Bupati Aceh Timur dan Aparat Penegak Hukum Polres Langsa agar dapat ditindak tegas Geuchik nisial AL dan seluruh kru nya agar persoalan itu menjadi terang menderang,” pinta Waled Khaled.
Sementara itu, Geuchik Gampong Alue Tuwi, Abu Ali saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp mengatakan, ia tidak pernah menjual lahan tersebut.
“Saya pak tidak pernah menjual lahan, yang jual adalah tuan Pao,” ujarnya kepada media ini, Senin (21/07) sekira pukul 18.29 Wib.
Lalu media ini juga mempertanyakan kembali lahan yang diduga telah terjual kepada PT.Sawit Nabati Indah serta meminta nomor celluler kadus Bakar.
“Saya tanyak sama kadus Bakar nggak tahu lahan Guga Tani, bang bakar lebih jelas,” sebut Abu Ali secara singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, mantan Geuchik Alue Tuwi, Sultan dan Kadus Alue Tuwi, Bakar belum terkonfirmasi oleh media ini. 《fud》