Kepala Ruangan Rawat Inap RSUD Datu Beru Khawatir Pelayanan Pasien Tak Maksimal Akibat Mogok Nakes

- Editor

Minggu, 25 Januari 2026 - 08:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon (Foto TribuneIndonesia/Erwin)
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon (Foto TribuneIndonesia/Erwin)

Takengon — Sejumlah kepala ruangan rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon mengaku khawatir pelayanan terhadap pasien tidak berjalan maksimal akibat aksi mogok kerja yang dilakukan sebagian tenaga medis di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah tersebut.

Kepada TribuneIndonesia.Com mereka (kepala ruangan rawat inap), mengatakan kondisi pelayanan saat ini sudah jauh dari optimal karena keterbatasan jumlah personel yang bertugas di ruang perawatan.

“Kalau mogok kerja ini terjadi berkepanjangan, jujur saya tidak mampu lagi,” ujarnya, minggu (25/1/2026).

Ia menjelaskan, di ruang rawat inap yang dipimpinnya saat ini hanya tersisa belasan tenaga medis yang harus melayani sejumlah pasien. Kondisi tersebut menyebabkan banyak aktivitas pelayanan tidak dapat dilakukan tepat waktu.

Baca Juga:  Kades dan Camat Saketi Bungkam, Proyek Paving Block Desa Majau Diduga Sarat Masalah

“Kami tetap berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan, tetapi kemampuan kami sangat terbatas. Dengan jumlah tenaga medis yang minim dan jumlah pasien yang dirawat, sudah pasti terjadi keterlambatan,” katanya.

Menurutnya, tenaga medis memiliki kewajiban menjalankan berbagai tugas pelayanan di ruang rawat inap, mulai dari pemberian obat, penggantian infus, pemeriksaan tekanan darah, hingga menjalankan instruksi dokter seperti pemeriksaan EKG, rontgen, dan tindakan medis lainnya.

Ia berharap aksi mogok kerja yang dilakukan tenaga medis dapat segera dihentikan demi tanggung jawab pelayanan terhadap pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUD Datu Beru.

“Kami berharap rekan-rekan tenaga medis dapat kembali bertugas seperti biasa, karena yang paling terdampak dari kondisi ini adalah pasien,” pungkasnya.

Berita Terkait

Rutan Kelas I Medan Luncurkan LAKOSTE, Layanan Kunjungan Naik Kelas
Ketua DPW P2BMI Tantang Camat Pagar Merbau Buka-Bukaan di Polresta, Dugaan Tanda Tangan di SK Tanah Eks PTPN Menguat
Aksi Mogok Nakes RSUD Datu Beru Disorot GMNI: Etika Profesi, Pelayanan Publik, dan Potensi Pelanggaran Hukum
Nakes Masih Mogok Kerja, Sejumlah Ruang Rawat Inap RSUD Datu Beru Tak Difungsikan
HMI dan GMNI Aceh Tengah Desak Bupati Evaluasi Manajemen RSUD Datu Beru
Buktikan Zero Ponsel Bukan Sekadar Slogan, Rutan Kelas I Medan Gagalkan Enam Penyelundupan HP
Belum Genap Setahun, Tiga Pekerja Tewas di PLTU Kelolaan PLN NPS
SMAN 2 Delima: Perkuat Pendidikan Karakter dan Spiritualitas Siswa 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 07:49

Putusnya Jembatan Gantung Akibat Banjir, Warga Dusun Alue U Balee Panah Masih Terbatas Akses

Senin, 26 Januari 2026 - 03:54

Kualitas APAR Bermasalah, Insiden Panel Listrik di Kawasan Sari Malalugis Nyaris Berujung Petaka

Minggu, 25 Januari 2026 - 17:15

Nakes Mogok Kerja, Pasien Anak Terpaksa Dirawat di Selasar RSUD Datu Beru

Minggu, 25 Januari 2026 - 15:37

​Personel Polsek KPS Bitung Pererat Sinergi dengan Pekerja Pelabuhan

Minggu, 25 Januari 2026 - 15:26

Arizal Mahdi: Para Pengkritik Kebijakan Pemkab Bireuen Perlu Memahami Mekanisme Pemerintah

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:24

Dari Lembaran Kitab Menuju Hadirat Kekasi

Minggu, 25 Januari 2026 - 13:16

​Respon Cepat TNI AL, Tim Medis Kodaeral VIII Selamatkan Warga Melonguane Lewat Jalur Laut

Minggu, 25 Januari 2026 - 05:20

Hukuman Mati Terdakwa Pembunuhan  Tewaskan 5 Orang di Aceh Tenggara

Berita Terbaru

Kriminal

Spesialis Pencuri Sparepart Motor Diringkus Dini Hari

Senin, 26 Jan 2026 - 09:25