Keluhkan nasip petugas kebersihan Kecamatan Medan Tembung kepada anggota DPRD Kota Medan Lela Badri

- Editor

Jumat, 18 April 2025 - 17:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN I Tribuneindonesia.com

Pasukan Melati dan Bestari adalah Hujung Tombak Pemko Medan untuk mewujudkan Medan Bestari (Bersih, Aman, Tertib, Rapi dan Indah), namun sangat disayangkan masih banyak keluhan yang di sampaikan oleh Petugas Kebersihan Kecamatan Medan Tembung.

Hal itu terungkap saat Petugas Kebersihan mengadukan nasibnya kepada Lela Badri Anggota DPRD Kota Medan.

Pengaduan kepada Lela Badri Anggota DPRD Kota Medan antara lain :

Pasukan melati atau penyapu jalan tidak pakai seragam dan tidak bawa tong sampah, hampir semua pasukan melati di letda Sujono, jalan pancing pun gitu.

Beredar khabar, bon minyak Bestari becak sampah pun turun dari Rp 600 ribu sekarang Rp 300 ribu, terhitung dari bulan Januari hingga Maret Tahun 2025.

Baca Juga:  Pimpinan Dayah Waled Mustafa Berikan Dukungan untuk H. Faisal Amsco Terkait Kasus Hukum

Heri salah seorang Kenek Truk Sampah mengatakan dirinya tidak menerima gaji di bulan Maret tahun 2025 padahal sudah puluhan tahun bekerja sebagai kenek truk sampah di kecamatan Medan Tembung.

“Saya tak menerima gaji bulan maret tahun 2025 padahal saya sudah lama bekerja sebagai kenek truk sampah di kecamatan Medan Tembung,” katanya, Kamis, (17/4/2025).

Informasi tak sedap yang diterima awak media bahwa ada dugaan pungli yang terjadi terhadap Petugas Bestari dan Melati, serta supir dan kenek truk sampah di Kecamatan Medan Tembung (Ilham)

Berita Terkait

Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS dan Polres Aceh Tenggara Hadirkan Senyum Anak Lewat Trauma Healing Pasca Banjir di Desa Penungkunan
Pengunjung IIMS 2026 Kaget! Ternyata Bisa Urus Ini Sekalian di Lokasi
KPHP Gunung Duren Lakukan Pengaman Hutang Di kawasan Hutan Lindung Gunung Sepang.
Bupati Bireuen Serahkan 5.548 SK PPPK PW Tegaskan Disiplin Tanpa Toleransi
Arief Martha Rahadyan Apresiasi Penguatan Kendali Alih Fungsi Lahan oleh Pemerintah
KPHP GUNONG DUREN LAKUKAN PENGAWASAN AKTIVITAS TAMBANG TIMAH DI KAWASAN HUTAN PRODUKSI SENUSUR SEMBULU
Modal Amblas di Proyek Kapal Tongkang, Investor GL Dituntut Pertanggungjawabkan Dana Puluhan Juta
Dana Desa Rikit Bur II Rp646 Juta, Tapi Rp300 Juta Tak Jelas Jejaknya .
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:51

Bupati Bireuen Serahkan 5.548 SK PPPK PW Tegaskan Disiplin Tanpa Toleransi

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:54

Modal Amblas di Proyek Kapal Tongkang, Investor GL Dituntut Pertanggungjawabkan Dana Puluhan Juta

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:17

Dana Desa Rikit Bur II Rp646 Juta, Tapi Rp300 Juta Tak Jelas Jejaknya .

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:14

Skandal “Dana Gaib” Rikit Bur II: Rp300 Juta Menguap dari Rincian Publik?

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:55

Masyarakat Bireuen Kembali Mendapat Bantuan Sembako Dari HRD dan PKB Peduli

Kamis, 12 Februari 2026 - 05:30

Jasa Raharja DKI Bersama Satlantas dan Sudinhub Gelar Ramcheck Bus di Terminal Tanjung Priok

Kamis, 12 Februari 2026 - 04:59

Tingkatkan Kapasitas First Responder, Bidlabfor Polda Sulut Gelar Pelatihan di Manado

Kamis, 12 Februari 2026 - 03:41

Jelang Ramadhan, HRD Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tengah

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Pengunjung IIMS 2026 Kaget! Ternyata Bisa Urus Ini Sekalian di Lokasi

Kamis, 12 Feb 2026 - 11:23

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x