Bireun/Tribuneindonesia.com
Festival Budaya Tingkat Pelajar di Bireuen sukses digelar dengan tema “Revitalisasi Bahasa Daerah sebagai Bahasa Ibu”! Acara ini bertujuan memperkuat penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa ibu dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap tradisi lokal. Senin 17 November 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh 285 peserta dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dengan berbagai cabang lomba seperti Lomba Buhak (mendongeng), Lomba Pidato, Lomba Penulisan dan Pembacaan Hadih (puisi), dan lain-lain.
Menurut Ketua Panitia, Muhammad Tasiref, festival ini menjadi langkah konkret dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah agar tetap digunakan dan dihargai oleh generasi muda di tengah arus globalisasi.
Acara ini berlangsung selama dua hari dan diikuti dengan antusias oleh peserta dan berbagai sekolah. Dewan juri yang kompeten di bidang bahasa, sastra, dan seni budaya daerah menilai seluruh lomba.
Panitia juga memberikan briefing dan arahan sebelum tampil, serta menyiapkan perlengkapan tambahan dan sistem giliran tampil yang fleksibel.
Acara ini dibuka langsung oleh Sekretaris Disdikbud Bireuen, Zamzami, S.Pd, MM, yang mewakili Kepala Disdikbud Dr. Muslim, M.Si.
Dengan adanya festival ini, diharapkan dapat menjadi wadah kreativitas, ruang ekspresi, dan sarana pewarisan nilai budaya kepada pelajar.



















