Medan I TribuneIndonesia.com-Puluhan massa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kebenaran Keadilan DPC Kota Medan menggeruduk Kantor Wali Kota Medan, Senin (5/1/2026) pagi. Aksi ini menuntut pengusutan tuntas dugaan penjualan barang bukti hasil penertiban oleh oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan.
Dalam orasinya, massa mendesak Wali Kota Medan bersama Inspektorat agar tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan, melainkan membongkar aktor intelektual yang diduga memerintahkan penjualan barang bukti berupa potongan besi ke tempat penampungan barang bekas (botot).
Situasi memanas ketika Kasatpol PP Medan mencoba menemui massa aksi. Namun upaya tersebut ditolak tegas oleh pimpinan aksi, M. Habibi.
“Kami tidak mau berdialog dengan Kasatpol PP Medan. Kami hanya mau bertemu langsung dengan Wali Kota Medan, Wakil Wali Kota, dan Sekda,” tegas Habibi di tengah terik matahari.
Meski cuaca panas menyengat, massa tetap bertahan di depan gerbang Balai Kota Medan, menyuarakan tuntutan agar kasus dugaan tindakan kriminal penjualan barang bukti tersebut diusut secara transparan dan menyeluruh.
Tak berselang lama, Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman, didampingi Inspektorat dan Kasatpol PP Medan, akhirnya turun langsung menemui massa aksi.
Di hadapan puluhan demonstran, Wiriya menyampaikan komitmen tegas Pemerintah Kota Medan untuk mengusut tuntas perkara tersebut.
“Kami dari Pemko Medan bersama Inspektorat akan mengusut dan menindak tegas siapa pun aktor intelektual yang memerintahkan anggota Satpol PP menjual barang bukti,” tegas Wiriya.
Ia juga memastikan bahwa tiga oknum anggota Satpol PP yang terlibat akan segera diputus hubungan kerjanya, meskipun berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
Tidak ada tebang pilih dalam penegakan disiplin. Jika dalam pemeriksaan ditemukan keterlibatan pimpinan di internal Satpol PP, kami pastikan proses hukum dan disiplin berjalan serius,” lanjutnya.
Menurut Wiriya, kasus ini telah menjadi atensi langsung Wali Kota Medan dan menjadi pekerjaan rumah serius bagi jajaran Pemko Medan serta Satpol PP.
Sementara itu, Koordinator Aksi, M. Habibi, mengapresiasi kehadiran Sekda Kota Medan yang mewakili Wali Kota Medan untuk menemui massa.
Namun demikian, Habibi menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses ini. Ia meminta Wali Kota Medan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja seluruh pimpinan Satpol PP Medan.
Kami juga meminta Inspektorat dan Kasatpol PP Medan transparan dalam proses pemeriksaan dan benar-benar mengusut tuntas siapa aktor intelektual di balik kasus ini,” pungkasnya.
Aksi pun ditutup dengan penegasan bahwa aliansi mahasiswa dan LSM Kebenaran Keadilan akan kembali turun ke jalan apabila komitmen tersebut tidak direalisasikan.
Ilham Gondrong













