Pidie|Tribuneindonesia.com
Sigli – Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Pidie memulai tahapan persiapan seleksi Musabaqah Qirāatil Kutub (MQK) Ke- IV menuju tingkat Provinsi Aceh Tahun 2025. Seleksi ini di laksanakan di kantor Dinas Pendidikan Dayah Pidie dengan melibatkan para santri dari dayah berakreditasi A di wilayah Kabupaten Pidie, pada Selasa, 22 Juli 2025.
Untuk cabang Qirāatil Kutub, para peserta diuji dalam kemampuan membaca,dan memahami, serta menerjemahkan kitab kuning. Penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama:
- Bacaan Maqra’ (40 poin): mencakup ketepatan harakat syaraf, harakat i’rab, tanwin, penggunaan alif lam, kefasihan, kelancaran, dan intonasi.
- Pemahaman Makna (30 poin): meliputi pemahaman mufradat, tarkib/nahwu, kefasihan serta kelancaran terjemahan.
- Kedalaman Analisis atau Syarahan (30 poin): terdiri atas keshahihah, kefasihan, kelancaran, serta kedalaman dalam menyampaikan syarah.
Kadis Pendidikan Dayah Pidie, drh. Muslizar Efendi mengatakan jumlah peserta seleksi total 40 peserta yang mengikuti, akan dipilih 10 santri terbaik—lima putra dan lima putri—untuk mewakili Kabupaten Pidie di ajang MQK tingkat Provinsi Aceh. Para delegasi terpilih akan dibina secara intensif oleh Dinas Pendidikan Dayah Pidie guna menghadapi seleksi lanjutan. Targetnya, mereka akan masuk dalam Tim Provinsi Aceh yang akan berlaga di Musabaqah Qirāatil Kutub Nasional (MQKN) VIII di Pondok Pesantren As’adiyah, Sengkang, Sulawesi Selatan, serta ajang ekshibisi Asia Tenggara pada 1–7 Oktober 2025 mendatang.
Sebagai informasi, Pidie pernah menorehkan prestasi membanggakan pada MQK tahun 2023 yang digelar di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur. Saat itu, Pidie berhasil meraih peringkat ke-5 tingkat provinsi dan peringkat ke-2 tingkat nasional.
drh. Muslizar Efendi menyampaikan harapannya agar santri dari Pidie dapat melampaui prestasi sebelumnya di MQK 2023.
“lanjutnya,semoga di tahun 2025 ini dapat menjadi motivasi bagi para santri dan lembaga dayah untuk terus memperkuat budaya keilmuan kitab kuning. Dengan sinergi antara digitalisasi dan tradisi pesantren, kami optimis Pidie mampu melangkah lebih jauh dan menorehkan prestasi di level nasional maupun regional,” pungkasnya drh.Muslizar Efendi.