Bupati Madina Tak Tepat di Tengah Efisiensi Anggaran,Pagar Lama di Taman Panyabungan

- Editor

Senin, 3 November 2025 - 03:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANYABUNGAN/Tribuneindonesia.com  Pembongkaran pagar lama di kawasan Taman Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menuai kritik tajam dari masyarakat. Proyek pembangunan pagar baru tersebut diduga dilakukan sebelum proses administrasi penghapusan aset daerah diselesaikan, sebagaimana diatur dalam mekanisme pengelolaan barang milik daerah.

Awak media mencoba mengkonfirmasi hal ini kepada Armin Syahputra Hakim Harahap, Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah (PBMD) pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Madina. Ia menjelaskan bahwa aset pemerintah tidak bisa serta-merta dibongkar atau dimusnahkan tanpa melalui prosedur dan persetujuan resmi.

> “Secara aturan, aset bisa dimusnahkan atau dihapuskan setelah ada persetujuan dan dokumen resmi yang menyatakan barang tersebut sudah tidak bernilai guna atau sudah disetujui untuk dimusnahkan,” terang Armin Syahputra Hakim Harahap saat dikonfirmasi wartawan.

 

Namun hingga berita ini diturunkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Madina selaku pengelola taman belum memberikan penjelasan resmi terkait dasar pembongkaran pagar lama tersebut.

Dalam situasi keuangan daerah yang tengah ketat, kebijakan pembangunan pagar baru itu justru dinilai tidak tepat dan terkesan menghambur-hamburkan uang negara.
Hal ini disampaikan oleh Muhammad Zulfahri Sitompul, seorang aktivis lingkungan di Kabupaten Madina.

> “Kita sedang menghadapi masa efisiensi anggaran. Sangat disayangkan ketika dana daerah justru digunakan untuk proyek pagar yang tidak urgen, sementara masih banyak persoalan lingkungan yang belum diselesaikan, seperti minimnya kendaraan pengangkut sampah dan buruknya sistem pengelolaan limbah,” ujar Zulfahri, Sabtu (2/11).

Baca Juga:  Listrik Aceh Kembali Blackout, Warga Keluhkan Pemadaman Mendadak Saat Magrib

 

Menurutnya, proyek seperti pembangunan pagar baru di taman kota tidak memberikan dampak signifikan terhadap pelayanan publik, dan justru memperlihatkan lemahnya prioritas kebijakan pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Madina saat ini.

> “Kebijakan ini jelas tidak berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat. Ketika pengelolaan sampah dan persoalan lingkungan terabaikan, sementara proyek fisik yang tidak mendesak justru dijalankan, itu tanda bahwa arah kebijakan publik sedang melenceng,” tegasnya.

 

Zulfahri menambahkan bahwa pembongkaran pagar lama sebelum adanya kejelasan administrasi berpotensi melanggar aturan tata kelola aset daerah dan dapat menimbulkan dugaan penyalahgunaan wewenang.

> “Kita menuntut transparansi penuh dari DLH dan Pemkab Madina. Publik berhak tahu siapa yang memberi izin pembongkaran, berapa nilai proyeknya, dan ke mana aset lama itu dialihkan,” pungkasnya.

Publik kini menunggu sikap tegas Pemkab Madina dalam menjawab berbagai pertanyaan tersebut. Tanpa penjelasan terbuka, proyek ini dikhawatirkan hanya akan menambah daftar panjang kebijakan yang tidak berpihak pada efisiensi dan kebutuhan nyata masyarakat.
(Magrifatulloh)

Berita Terkait

HRD Dukung Terobosan Presiden Prabowo Hadirkan Infrastruktur Dasar bagi Masyarakat
HUT ke-81 RI, TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Gelar Hiburan Rakyat
21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh
Peringati 21 Tahun MoU Helsinki, Kecamatan Jangka Gelar Zikir dan Doa Bersama
Arief Martha Rahadyan dan Harapan Generasi Muda: Dukungan Ujang Supriatin untuk Indonesia yang Lebih Produktif
GMNI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget
Camat dan Forum Reje Lut Tawar Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Jagong Jeget
Dikira Embun, Ternyata Debu Selimuti Jalan Lintas Kutacane-Medan ‎
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 02:36

Tes Urine ASN dan Agenda Perang Narkoba

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:35

45 Paskibraka dan Amanah Merah Putih

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:18

Pas Pula, Jalan Keluar bagi Pasien Tanpa Jaminan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:31

Wali Kota Bitung Apresiasi Baksos Rumah Lukaku, Utus Asisten III Pastikan Warga Dapatkan Layanan Kesehatan Gratis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:05

Dampingi Gubernur Sulut di Dermaga Satrol, Wali Kota Bitung Hengky Honandar Hadiri Peringatan HUT Kodaeral VIII

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:57

Dapur MBG dan Peta yang Belum Tuntas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:07

Jembatan Merah Putih dan Jejak Proyek Desa

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:06

Pergantian Dandim dan Ujian Jejaring Kekuasaan

Berita Terbaru

Feature dan Opini

Jangan Jadi Pemimpin Ambisius — Peradaban Bangsa Dibangun oleh Guru

Sabtu, 15 Agu 2026 - 03:11

Pemerintahan dan Berita Daerah

Tes Urine ASN dan Agenda Perang Narkoba

Sabtu, 15 Agu 2026 - 02:36

Feature dan Opini

Maju ke Listrik, Tetapi Jangan Hilangkan Minyak Sebelum Siap

Sabtu, 15 Agu 2026 - 01:51

Feature dan Opini

Janji Manis Tanpa Bukti — Kesejahteraan Guru yang Selalu Ditunda

Sabtu, 15 Agu 2026 - 01:49