Basic Spiritual Belief, Gerbang Transformasi dan Reformasi Polri

- Editor

Rabu, 1 Oktober 2025 - 06:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Batang Kuis I TribuneIndonesia.com-Membangun sebuah bangunan megah membutuhkan pondasi yang kuat dan kokoh. Tanpa pondasi yang benar, bangunan setinggi apa pun akan rapuh dan mudah runtuh. Begitu pula dengan institusi sebesar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Pondasi yang menjadi penopang utama bukan hanya manajemen atau sistem kepemimpinan, melainkan juga kekuatan spiritual. Dengan dasar keyakinan dan ketakwaan yang kokoh, perjalanan reformasi Polri akan semakin tegak, berkelanjutan, dan diterima dengan baik oleh masyarakat.

Reformasi Polri selama ini menjadi perhatian publik. Berbagai kritik, masukan, hingga teori manajemen kepolisian terus bermunculan dari pakar maupun masyarakat luas. Semua itu sejatinya bukan bentuk penolakan, melainkan wujud cinta dan kepedulian agar Polri semakin baik. Kritik adalah bukti bahwa Polri tidak anti terhadap masukan, tetapi terbuka, mau mendengar, dan berbenah demi pengabdian yang lebih bermakna.

Dari sudut pandang keagamaan, masukan itu dapat dipandang sebagai amal kebaikan yang bergerak bersama menuju tujuan yang sama: memperkuat institusi Polri. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” Mengingatkan dalam kebaikan adalah bentuk kasih sayang, bukan celaan. Inilah nilai spiritual yang seharusnya menjadi pondasi dalam setiap langkah reformasi Polri.

Polri sejatinya bisa disebut sebagai Darul Amal—rumah amal kebaikan. Namun, amal kebaikan hanya dapat tumbuh bila didasari Basic Spiritual Belief, keyakinan spiritual yang kuat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini tercermin jelas dalam Tribrata, pedoman kerja Polri, yang pada poin pertama berbunyi: “Berbakti kepada Nusa dan Bangsa dengan penuh ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.”

Ketakwaan adalah dasar yang melahirkan amal kebaikan dalam tugas-tugas Polri. Bila kebaikan itu hadir di tengah masyarakat, maka ia akan kembali kepada institusi Polri berupa kepercayaan dan penghargaan dari rakyat. Dalam ajaran agama, setiap amal sholeh selalu didahului oleh iman. Artinya, hanya iman yang kuat yang mampu melahirkan amal sholeh, dan amal sholeh inilah yang akan kembali membawa keberkahan.

Baca Juga:  TPP Pegawai Daerah Dievaluasi: Efisiensi Anggaran atau Bukti Salah Kelola

Keberhasilan Polri dalam mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat merupakan buah dari pondasi spiritual itu. Maka, pembenahan spiritual tidak boleh berhenti di Polri saja. Semua lembaga negara membutuhkan penguatan pondasi keimanan. Sebab, memperkuat dasar spiritual adalah perintah Tuhan Yang Maha Esa, bukan hanya untuk individu, melainkan juga untuk setiap kelembagaan.

Basic Spiritual Belief menjadi energi utama pengabdian terbaik. Ia menyatu dengan sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. Setiap tugas, baik sebagai anggota Polri maupun sebagai pejabat lembaga negara lainnya, pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Karena itu, pengabdian tidak boleh hanya berhenti pada formalitas, tetapi harus lahir dari hati yang bersih dan niat yang ikhlas.

Alangkah indahnya bila seluruh lembaga negara berjalan sinergis sesuai fungsinya masing-masing. Dalam kehidupan, ketika sesuatu menjalankan fungsinya dengan baik, ia akan dicintai, dijaga, dan diberi penghargaan. Demikian pula Polri: ketika menjalankan tugasnya dengan dasar spiritual yang kuat, ia akan dirawat oleh rakyat dan diberi penghormatan.

Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya, “Berlomba-lombalah dalam kebaikan.” Setiap amal kebaikan, sekecil apa pun, akan mendapat balasan pahala yang berlipat ganda. Dengan memperkuat Basic Spiritual Belief, Polri tidak hanya menjadi penegak hukum, melainkan juga menjadi lembaga pengamal kebaikan yang membawa keberkahan bagi rakyat, bangsa, dan negara.

TribuneIndonesia.com

Zulfan Nababan, Aktivis Dakwah dan Pengasuh Pondok Pesantren

Berita Terkait

Cahaya Ampunan Menyambut Ramadan
Infrastuktur maju, daerah tumbuh. Pemimpin dituntut fokus, transparan, dan konsisten
Seruan Aksi Menguat, Mahasiswa Kepung DLH Deli Serdang, Gaungkan #ReformasiPolri
Dari Keraguan ke Kepercayaan: Suara Warga Mengantar RSU Cut Mutia Menjadi Pilihan Utama di Langsa
Menjaga Marwah Profesi: Jurnalis Harus Tepat Memahami Istilah dan Fungsi Kerja
Memahami Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler: Pilar Penting Pendidikan di Sekolah
Polri di bawah Presiden menguatkan hati, pikiran, dan kerja
Hati-Hati pada Senyum yang Terlalu Manis
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:09

Pemkab Deli Serdang Gandeng UNPAB, Kutalimbaru Disiapkan Jadi Pusat Inovasi Teknologi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 05:27

Satu Tahun Haili Yoga–Mukhsin Hasan, Pemkab Aceh Tengah Klaim Perbaikan Tata Kelola

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:58

Jembatan ikonik Resmi Dibuka, Hamparan Perak Kini Melaju Kencang Menuju Pusat Pertumbuhan Baru

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:37

Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS dan Polres Aceh Tenggara Hadirkan Senyum Anak Lewat Trauma Healing Pasca Banjir di Desa Penungkunan

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:23

Pengunjung IIMS 2026 Kaget! Ternyata Bisa Urus Ini Sekalian di Lokasi

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:51

Arief Martha Rahadyan Apresiasi Penguatan Kendali Alih Fungsi Lahan oleh Pemerintah

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:43

KPHP GUNONG DUREN LAKUKAN PENGAWASAN AKTIVITAS TAMBANG TIMAH DI KAWASAN HUTAN PRODUKSI SENUSUR SEMBULU

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:17

Pemkab Deli Serdang Perkuat Kepedulian Sosial dan Syiar Keagamaan di Galang

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Pemkab Deli Serdang Gandeng UNPAB, Kutalimbaru Disiapkan Jadi Pusat Inovasi Teknologi

Sabtu, 14 Feb 2026 - 15:09

Headline news

Mudik Gratis BUMN 2026 Berangkatkan Lebih dari 100 Ribu Pemudik

Sabtu, 14 Feb 2026 - 12:49

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x