Sitaro | TribuneIndonesia.com
Bencana banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, pada Senin (5/1/26) dini hari.
Diketahui, intensitas hujan yang sangat tinggi selama kurang lebih lima jam tanpa henti memicu luapan material yang menyapu pemukiman warga dan fasilitas publik di wilayah Siau Timur.
Pasalnya, peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 02.45 WITA. Berdasarkan data sementara yang dihimpun, bencana ini memakan korban jiwa dan luka-luka yang cukup signifikan.
Tercatat 6 orang dinyatakan meninggal dunia, yakni:
- Juanita Erlina Bangsa (21)
- El Kamanangan (4)
- Rakmon Bangsa
- Joan Bangsa (20)
- Florensi Bawonte (72)
- Santi Diamanis (34)
Selain itu, petugas masih melakukan identifikasi terhadap 2 jenazah korban meninggal di wilayah Paseng.
Hingga saat ini, seorang bayi laki-laki berusia 2 bulan bernama Kananta Kairi Kansil dilaporkan masih hilang dan dalam proses pencarian.
Sementara itu, sebanyak 17 warga mengalami luka-luka dan tengah mendapatkan perawatan medis. hal tersebut ditulis oleh Crisman Wilhemus melalui akun sosmednya.
Korban luka terdiri dari berbagai usia, mulai dari balita hingga lansia, termasuk seorang anggota Bhayangkari yang dilaporkan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Tak hanya itu, dampak kerugian materiil akibat banjir bandang tersebut terpantau sangat parah, terutama pada fasilitas kepolisian.
Mako Polres Kepulauan Sitaro dilaporkan tertimbun material batu, tanah, dan kayu hingga menutupi setengah bangunan.
Catatan Kerugian di Mako Polres:
- 50% gedung utama dan fasilitas penunjang rusak berat akibat tertimbun material.
- Kendaraan operasional dan pribadi milik personil piket tertimbun longsoran.
- Beberapa personil piket mengalami luka ringan saat mencoba menyelamatkan diri.
Selain itu, kerusakan hebat juga terjadi di beberapa titik kelurahan, di antaranya:
- Kelurahan Bahu: Material banjir menghantam rumah warga, di mana 5 unit rumah dilaporkan hanyut/hilang terbawa arus.
- Kelurahan Paseng: Akses jalan tertutup total oleh material batu dan tanah, serta sebagian rumah warga mengalami kerusakan fisik.
- Wilayah Terdampak Lainnya: Kelurahan Paniki, Kampung Bumbiha, Peling, Laghaeng, Batusenggo, dan Kelurahan Ulu juga melaporkan dampak kerusakan serupa.
Saat ini, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih berada di lokasi untuk melakukan evakuasi korban serta pembersihan material banjir.
Fokus utama petugas saat ini adalah pencarian satu korban hilang dan pendataan menyeluruh terhadap pengungsi di wilayah Siau Timur. (Talia)














