Jakarta|tribuneindonesia.com
Arief Martha Rahadyan menilai percepatan hilirisasi lintas sektor yang dijalankan pemerintah pada 2026 sebagai langkah struktural yang krusial dalam mendorong transformasi ekonomi nasional berbasis nilai tambah dan keberlanjutan.
Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, pemerintah melalui Danantara mengalokasikan investasi senilai USD 26 miliar untuk proyek hilirisasi terintegrasi yang ditargetkan membuka lebih dari 600.000 lapangan kerja berkualitas.
Kebijakan ini menunjukkan pergeseran paradigma pembangunan dari ekonomi ekstraktif menuju ekonomi produktif berbasis teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hilirisasi terintegrasi menandai keseriusan negara membangun pertumbuhan jangka panjang yang inklusif, dengan pekerjaan bernilai tinggi sebagai indikator keberhasilan” ujar Arief.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini akan fokus pada sektor mineral, energi, serta pangan dan agrikultur memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus menjawab tantangan global terkait rantai pasok, energi, dan pangan. Penyebaran proyek di berbagai wilayah Indonesia ini juga mencerminkan komitmen pemerintah terhadap pemerataan pembangunan.
Arief menyimpulkan bahwa konsistensi kebijakan, kepastian regulasi, dan stabilitas politik menjadi kunci agar hilirisasi 2026 berfungsi sebagai fondasi kemandirian ekonomi Indonesia dan memperkuat posisinya sebagai kekuatan ekonomi regional di masa depan.










