Perkuat Resiliensi Warga, BRIN dan Bappeda Bireuen Gagas Perlindungan Sosial Adaptif Pascabencana

- Editor

Minggu, 25 Oktober 2026 - 03:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN/Tribuneindonesia.com

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Kabupaten Bireuen menggelar kajian strategis berskala multiregional. Langkah ini dilakukan untuk merumuskan inovasi model pemulihan pascabencana berbasis kependudukan guna membangun ketahanan sosial-ekonomi masyarakat yang lebih tangguh dan inklusif.

Penelitian lapangan yang berlangsung pada 21–24 Oktober 2026 ini berfokus pada penerapan pendekatan Adaptive Social Protection (ASP) atau perlindungan sosial adaptif. Konsep ini dirancang agar skema bantuan dan pemulihan dapat menyesuaikan secara fleksibel dengan karakteristik bencana, tingkat kerentanan, serta skala dampak yang dihadapi oleh masyarakat penyintas.

Pemulihan Menyeluruh di Luar Infrastruktur Fisik

Kajian ini berangkat dari paradigma bahwa dampak bencana tidak boleh hanya diukur dari kerusakan infrastruktur publik atau bangunan fisik semata. Kehilangan mata pencaharian, penurunan pendapatan, hingga terganggunya akses layanan dasar merupakan rantai dampak sosial-ekonomi yang kerap memperpanjang kerentanan rumah tangga pascabencana.

Melalui pendekatan perlindungan sosial adaptif, pemulihan dirancang secara holistik. Langkah rekonstruksi fisik berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas ekonomi warga dan penyusunan peta jalan (roadmap) perlindungan sosial yang lebih responsif di masa depan.

Kolaborasi Multisektor dan Perspektif Akademis

Dipimpin oleh Dr. Ary Widiyanto, S.Hut., M.Eng., M.P.P., tim peneliti dari Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) serta Pusat Riset Masyarakat dan Budaya (PRMB) BRIN melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis secara intensif, di antaranya:
• Pemerintah Daerah: Bappeda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bireuen.
• Otoritas Lokal: Camat dan Sekretaris Camat Juli, Camat Jangka, serta para Keuchik (Kepala Desa) di wilayah terdampak.
• Akademisi: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Almuslim, yang menerjunkan empat penelitinya untuk memperkaya perspektif akademis dan mempertajam model pemulihan.

Baca Juga:  Kapolres Bireuen Hadiri Acara Donor Darah Peringati Hari Kejaksaan Bireuen RI KE-81  

Fasilitasi dan pendampingan penuh dari Kabid Litbang Bappeda Bireuen, Muhar Oktiandar, bersama Dian Restu, menjadi kunci kelancaran koordinasi data dan komunikasi lintas sektor selama riset berlangsung.

Mendengar Langsung Suara Penyintas

Guna memastikan rekomendasi kebijakan tidak hanya bertumpu pada perspektif kelembagaan, tim BRIN turun langsung ke Kecamatan Juli dan Kecamatan Jangka. Melalui diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), observasi lapangan, dan wawancara mendalam, tim menyerap langsung pengalaman, hambatan, serta kebutuhan riil yang dihadapi oleh masyarakat dan para Keuchik di garda terdepan.

Data primer dari suara penyintas ini menjadi pilar penting agar model perlindungan sosial yang dirumuskan mampu menjangkau kelompok yang paling rentan secara tepat sasaran.

Menuju Perencanaan Pembangunan Berbasis Bukti

Sinergi kuat antara lembaga riset nasional, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan komunitas lokal ini diharapkan dapat melahirkan kebijakan pembangunan yang berbasis data (evidence-based policy). Hasil akhir dari kajian di Kabupaten Bireuen ini diproyeksikan menjadi rujukan krusial, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, untuk menciptakan sistem mitigasi dan perlindungan sosial yang adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi penuh pada kemaslahatan masyarakat.

Berita Terkait

Camat Muliyadi Resmi Tutup MTQ ke-38 Jangka, Ajak Keuchik Hidupkan Balai Pengajian Anak
Anggaran Ada Tapi Gaji Ditahan? Misteri 6 Bulan Hak Pengurus Baitul Mal Aceh Tenggara yang Menguap
Sarat Nilai Sosial, UNIKI Bireuen Peringati Maulid Nabi 1448 H dan Santuni Anak Yatim
NSS Grong Grong: Pameran Pro Vaganza di Sigli, Banjir Hadiah untuk Pembeli Honda
GEGER! Kasus Pemindahan dr. Laura Cristanty,S.p.A.,Jadi Sorotan Nasional, Ribuan Pengguna Instagram Bereaksi
Kapolres Bireuen Subuh Keliling di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Ajak Masyarakat Bersatu Perangi Narkoba
​Wujudkan “Green Policing”, Polres Bitung Tanam Pohon Penghijauan di Pinokalan
Terbesar di Indonesia, Polri Bongkar Pabrik Sabu 1,2 Ton di Pidie yang Dikendalikan Ahli Kimia Asal China
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:17

Satreskrim Polres Simeulue Pasang Baliho, Tegaskan Imbauan Penertiban BBM Bersubsidi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:06

INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI’UN, HJ. NURBAYAH (OMA BAYUT) BINTI SLEMAT JOHAR WAFAT DI JAKARTA, JENAZAH DIRENCANAKAN DIBAWA KE TEBING TINGGI

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:37

BERSAMA MASYARAKAT PANTAU KINERJA KEMENTERIAN KABINET PRABOWO, JIKA TIDAK BERPIHAK PADA RAKYAT COPOT SAJA, AGAR PEMERINTAHAN KIAN MEMBAIK

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:25

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama Pertama BPD–BI di Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:14

Polres Muaro Jambi Sisir DAS Batanghari, Temukan Sekitar 10 Rakit Diduga Terkait PETI

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:29

Camat Maesa Fatmawaty Soleman Dorong Keluarga Jadi Benteng Utama Cegah Narkoba

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:13

GEGER! Kasus Pemindahan dr. Laura Cristanty,S.p.A.,Jadi Sorotan Nasional, Ribuan Pengguna Instagram Bereaksi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:29

Giri Prasta Tanam Mangrove di Tahura Ngurah Rai Bersama IWO Bali, Tekankan Perawatan Berkelanjutan

Berita Terbaru