Bitung | Tribuneindonesia.com – Suasana sukacita perayaan Hari Ulang Tahun Kota Bitung terasa kian istimewa berkat hadirnya rombongan wisatawan religi asal Jerman di Pulau Lembeh.
Pemerintah Kota Bitung diwakili Kabag Kesra, Juliet Sompotan, S.E, di dampingi Asisten II Michael Sondakh, S.Sos., MAP., menyambut hangat kedatangan para tamu mancanegara yang bertepatan langsung dengan momen hari jadi kota setempat.
Pemerintah Kota Bitung memberikan dukungan penuh serta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan rombongan turis asing tersebut.
Pernyataan ini disampaikan oleh Asisten II Setda Kota Bitung, Michael Sondakh, yang hadir mewakili, Juliet Sompotan, saat ditemui di sela-sela agenda penjemputan.
Michael Sondakh menegaskan bahwa kehadiran para pemuka agama serta rombongan asal Jerman ini menjadi sebuah kehormatan besar bagi jajaran pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat Kota Bitung.

”Jadi Pemerintah Kota Bitung mengapresiasi kunjungan dari turis Jerman yang mereka datang ke wisata religi yang ada di Pulau Lembeh. Dan ini satu kehormatan besar bagi pemerintah dan masyarakat kota,”
kata Asisten II Setda Kota Bitung, Michael Sondakh, Jumat (09/10).
Ia menerangkan bahwa rombongan pemuda dan pendeta asal Jerman tersebut secara khusus menjadwalkan kunjungan spiritual di wilayah Bitung. Rangkaian agenda religi ini terasa makin semarak lantaran bertepatan dengan perayaan HUT kota.
Kawasan Doorbolang di Pulau Lembeh menjadi salah satu titik pusat kegiatan ibadah rombongan tersebut karena memiliki daya tarik bangunan replika Bait Suci. Para tamu mancanegara menjadwalkan waktu seharian penuh untuk mengitari kawasan tersebut sekaligus beribadah.
Pemerintah daerah terus memantau perkembangan jadwal perjalanan para turis setelah mereka menuntaskan seluruh agenda wisata religi di Pulau Lembeh. Pihak Pemkot Bitung belum memastiikan durasi akhir masa tinggal rombongan tersebut di wilayahnya.

”Mereka sudah dari kemarin di sini, kemudian hari ini melanjutkan kunjungan penuh di Pulau Lembeh. Sebentar kita lihat lagi apakah mereka akan menginap atau stay di sini, atau ada perjalanan selanjutnya. Jadi tinggal kita lihat perkembangannya,”
pungkasnya.
Sementara itu, pimpinan rombongan, Pendeta Joachim Schuh, menjelaskan bahwa ia membawa delapan pemuda dari Jerman untuk melakoni perjalanan sejarah ke Minahasa dan gereja GMIM.
Kunjungan ini memupuk hubungan kemitraan yang telah terjalin erat selama 40 tahun antara Gereja GMIM dan Gereja EKHN di Jerman Barat.
Program pertukaran pemuda antarnegara ini telah memasuki pelaksanaan untuk ketiga kalinya. Selama satu setengah minggu mengitari Indonesia, rombongan menggelar beragam kegiatan intensif bersama jemaat, pemuda GMIM, hingga pemuda lintas agama.
Kedatangan rombongan Jerman ini mengusung misi utama untuk saling bertukar pemikiran serta mempelajari secara langsung ragam kebudayaan Minahasa dan Indonesia.
Selain berinteraksi dengan warga lokal, mereka memenuhi undangan pendeta jemaat GMIM setempat untuk mengunjungi Lembeh dan Patung Yesus dalam rangkaian Festival Lembeh.
Kunjungan spiritual ini sekaligus menjadi jembatan awal bagi hubungan kedua belah pihak. Pada bulan Juni tahun depan, pihak Jerman akan membalas kunjungan ini dengan menyambut kedatangan rombongan pemuda GMIM di negara mereka.
Pengalaman menghadiri Festival Lembeh memberikan kesan mendalam bagi delapan pemuda Jerman yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia.
Mereka memfokuskan seluruh agenda hari ini untuk menikmati keindahan alam serta keseruan acara di Pulau Lembeh.
Pendeta Joachim Schuh mengaku sangat bahagia karena seluruh masyarakat di Minahasa, Bitung, dan Lembeh menyambut rombongannya dengan tangan terbuka.
Ia menilai keramahan warga lokal sangat luar biasa dan meninggalkan kenangan manis bagi seluruh anggota rombongan.
”Pesan saya, terima kasih banyak atas kesempatan dan kehangatan yang diberikan oleh seluruh masyarakat Bitung dan Lembeh kepada rombongan kami. Rasa kekeluargaan yang kami terima di sini sungguh tidak ternilai harganya,”
tutur Pendeta Joachim Schuh.
Sebagai penutup, ia menyampaikan rasa syukur atas kondisi cuaca lokal yang terasa sejuk dan tidak menyengat sehingga mendukung kenyamanan para anggota rombongan selama berkegiatan.
Ia berharap hubungan kemitraan dan persahabatan antarlembaga ini terus terjalin erat di masa depan. (kiti)













