RAJA AMPAT- RIBUNEINDONESIA.COM – Intel Kodim 1805/Raja Ampat merespons informasi yang beredar di masyarakat terkait dugaan keterkaitan anggota TNI dengan peredaran minuman jenis Cap Tikus (CT) di Kota Waisai.
Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel) Kodim 1805/Raja Ampat, Kapten Inf Ruslan, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan internal setelah muncul informasi yang menyebut seseorang bermarga “Eks” dikaitkan dengan Kodim Raja Ampat.
Menurut Ruslan, informasi tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Wakapolres Raja Ampat, AKP Muhadi, S.H., kepada pihak Intel Kodim untuk memastikan kebenaran identitas yang disebut dalam informasi masyarakat.
“Ya, halo Pak. Informasi nama itu tidak ada. Wakapolres sudah konfirmasi, tetapi setelah kami cek, marga Eks tidak ada,” ujar Ruslan saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp oleh Reporter TribuneIndonesia.com, Kamis (8/10/2026).
Ruslan mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan internal, pihaknya tidak menemukan personel Kodim Raja Ampat yang memiliki marga sebagaimana disebutkan dalam informasi tersebut.
“Kami sudah mengecek personel dan marga tersebut, tetapi tidak ada,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pengecekan dilakukan sebagai tindak lanjut atas informasi yang sebelumnya beredar dan diberitakan mengenai dugaan peredaran serta produksi minuman jenis Cap Tikus di wilayah Kota Waisai.
Meski hasil pengecekan awal tidak menemukan personel dengan identitas atau marga yang dimaksud, pihak Intel Kodim memastikan penelusuran tetap dilakukan sesuai prosedur.
“Kami juga tetap telusuri sesuai prosedur yang berlaku,” kata Ruslan.
Belum Ada Kepastian Mengenai Keterkaitan Personel TNI
Dengan adanya klarifikasi tersebut, informasi mengenai dugaan keterkaitan personel TNI dengan peredaran Cap Tikus di Kota Waisai belum dapat dipastikan kebenarannya.
Terlebih, hasil pengecekan internal Kodim 1805/Raja Ampat sejauh ini tidak menemukan personel dengan marga “Eks” sebagaimana disebut dalam informasi sebelumnya.
Artinya, penyebutan nama atau marga tersebut masih merupakan informasi yang beredar di masyarakat dan belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya keterkaitan personel TNI.
Sebelumnya, warga menyampaikan informasi mengenai dugaan peredaran dan produksi minuman jenis Cap Tikus di Kota Waisai. Dalam informasi tersebut juga disebut adanya dugaan keterlibatan pihak tertentu.
Pihak kepolisian sebelumnya telah menyatakan akan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran minuman tersebut.
Klarifikasi Intel Kodim Raja Ampat ini sekaligus memberikan penjelasan mengenai marga “Eks” yang sebelumnya dikaitkan dengan personel Kodim.
Namun, proses penelusuran terhadap dugaan peredaran dan produksi minuman jenis Cap Tikus tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk memastikan fakta di lapangan.











