Foto/ Kampung Deer, Distrik Kofiau : Api Membara Hampir 3 Minggu, Warga Deer Kofiau Cemas Puskesmas dan Dusun Sagu Terancam. Selasa, 6/10/2026.
RAJA AMPAT, TRIBUNEINDONESIA.COM – Warga Kampung Deer, Distrik Kofiau, Kabupaten Raja Ampat, kembali menyoroti lambannya perhatian pemerintah daerah terhadap kebakaran hutan yang disebut telah berlangsung hampir tiga minggu.
Hingga Selasa (6/10/2026) malam, kobaran api dilaporkan masih terlihat dan terus mengancam wilayah sekitar kampung.
Warga mengaku tetap siaga karena api mulai menjalar mendekati kawasan dusun sagu hingga fasilitas kesehatan, termasuk area Puskesmas Deer.
“Masyarakat tetap siaga karena api sudah mulai menjalar masuk area dusun sagu dan Puskesmas,” ujar salah seorang warga Kampung Deer melalui unggahan di platform Facebook.
Kondisi tersebut membuat masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui organisasi perangkat daerah (OPD) teknis segera turun tangan untuk menangani kebakaran.
Warga menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena kobaran api terus bergerak dan berpotensi mengancam permukiman serta fasilitas pelayanan publik di ibu kota Distrik Kofiau.
“Bagi OPD terkait agar menyikapi kondisi ini. Jangan molor, ini musibah yang tidak menunggu kita,” tegas warga tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, termasuk melakukan pemantauan dan penanganan langsung di lokasi untuk mencegah api semakin meluas.
Kekhawatiran warga semakin meningkat karena titik api disebut telah mendekati kawasan Puskesmas Deer dan permukiman masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, informasi mengenai langkah penanganan dari OPD teknis Pemerintah Kabupaten Raja Ampat terhadap kebakaran di Kampung Deer masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.













