RAJA AMPAT – TRIBUNEINDONESIA.COM — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) pada 1 Oktober 2026 menjadi penegasan kembali komitmen Anggota DPD RI perwakilan Papua Barat Daya, H.
Hartono, untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat dari daerah ke tingkat nasional.
Mengusung semangat “Dari Daerah untuk Indonesia”, Hartono menegaskan bahwa perjalanan 22 tahun DPD RI harus menjadi momentum memperkuat perjuangan kepentingan masyarakat daerah, termasuk masyarakat Papua Barat Daya.
“Selamat memperingati Hari Ulang Tahun ke-22 Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia.
Semoga DPD RI terus memperkuat peran dan perjuangannya dalam menyuarakan aspirasi daerah, memperjuangkan kepentingan masyarakat, serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan Indonesia yang adil, merata dan berkelanjutan,” ujar Hartono, Kamis (1/10/2026).
Bukan sekadar perayaan, Hartono menyebut usia ke-22 DPD RI harus menjadi momentum untuk semakin bekerja keras memperjuangkan suara masyarakat Papua.
Menurutnya, aspirasi masyarakat yang hidup di Tanah Papua harus terus diperjuangkan melalui kerja nyata, termasuk dalam mendorong pembangunan infrastruktur di daerah.
“Melalui HUT ke-22 ini, saya mengharapkan usia yang ke-22 menjadi momentum penting untuk terus bekerja keras dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Papua yang hidup di tanah ini,” tegasnya.
Hartono mengatakan, perjuangan tersebut tidak boleh berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi harus terus dikawal melalui kerja kelembagaan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami terus-menerus memperjuangkan pembangunan infrastruktur di daerah.
Kiranya dalam usia ini kami tetap bekerja, berjuang memperjuangkan semua hak masyarakat dan terus melayani masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, semangat DPD RI harus tetap berangkat dari kebutuhan masyarakat di daerah dan kemudian diperjuangkan dalam kerangka pembangunan nasional.
“Dari Daerah untuk Indonesia, untuk Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” pungkas H. Hartono, Anggota DPD RI Papua Barat Daya.













