Api Turun ke Tebing, Tim Gabungan Terkendala Alat! Kebakaran Lonobi Sulit Dijangkau

- Editor

Minggu, 27 September 2026 - 15:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPBD Raja Ampat, Guntur Tamima, bersama Wakapolres Raja Ampat.AKP Muhadi, SH, beserta tim gabungan saat berada di lapangan di kawasan Lonobi, Kompleks Perumahan 100, Kabupaten Raja Ampat, Minggu (27/9/2026), dihadapkan pada medan yang ekstrem. Pada pukul 12.23 menit WIT. 

 

 

RAJA AMPAT-TRIBUNEINDONESIA.COM –Perjuangan tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Polres Raja Ampat memadamkan kebakaran di kawasan Lonobi, Kompleks Perumahan 100, Kabupaten Raja Ampat, Minggu (27/9/2026), dihadapkan pada medan yang ekstrem.

Meski kobaran api mulai menurun dan bergerak ke arah pinggir tebing, proses pemadaman belum dapat dilakukan secara maksimal. Titik-titik api berada di kawasan yang sulit dijangkau, mulai dari sekitar Kali 100 hingga lereng tebing gunung di wilayah Lonobi.

Tim gabungan disebut harus menghentikan sementara upaya pemadaman di sejumlah titik karena peralatan yang tersedia belum memadai untuk menjangkau lokasi rawan.

Medan terjal menjadi tantangan utama. Pantauan di lapangan menunjukkan, peralatan seperti mesin penyedot air belum mampu menjangkau kawasan dengan ketinggian yang diperkirakan mencapai sekitar 500 meter.

Baca Juga:  Targetkan 1 Juta Ton Cadangan Jagung, Polri dan Lintas Sektor Perkokoh Swasembada Pangan

Kondisi tersebut membuat proses penanganan kebakaran semakin berat. Jarak antara sumber air dan titik api serta kontur gunung yang terjal menjadi kendala bagi petugas di lapangan.

Situasi ini sekaligus menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Raja Ampat agar memperkuat sarana dan prasarana penanggulangan bencana, khususnya peralatan pemadam kebakaran untuk wilayah dengan karakter medan sulit.

Apalagi, kondisi cuaca kering dan potensi kemarau panjang hingga akhir tahun dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan maupun kawasan permukiman.

Kelengkapan peralatan dinilai penting agar petugas tidak hanya mengandalkan peralatan yang tersedia ketika kebakaran sudah meluas, tetapi mampu melakukan penanganan sejak titik api pertama ditemukan.

Kebakaran di Lonobi kini menjadi alarm bagi pemerintah daerah: medan Raja Ampat yang bergunung dan sulit dijangkau membutuhkan kesiapan peralatan penanggulangan bencana yang sebanding dengan karakter wilayahnya.

Berita Terkait

Tambah Prodi Unggul, S1 Ekonomi Syariah UIA Raih Akreditasi LAMEMBA 2026
Bantuan Perlengkapan Sekolah Dari Program Bhayangkari Peduli Disalurkan.
Ribuan Jamaah Hadiri Haul Habib Bugak Bireuen dan Santuni puluhan Anak Yatim
BREAKING NEWS! Api Lahap Tebing Lonobi, BPBD–Polres Raja Ampat Turun Langsung, Medan Ekstrem Jadi Kendala
Piagam Rabies dan Target Bebas 2030
Dua Jalan Jembatan Darurat Mbarung Dan Natam Putus Dua Kecamatan Terisolir
Deli Serdang Kembangkan Bawang Merah di Namorambe, Target Produksi 13 Ton
BERJUANG SENDIRI, TAPI TIDAK HARUS MENUTUP DIRI
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 16:10

Tambah Prodi Unggul, S1 Ekonomi Syariah UIA Raih Akreditasi LAMEMBA 2026

Minggu, 27 September 2026 - 15:41

Api Turun ke Tebing, Tim Gabungan Terkendala Alat! Kebakaran Lonobi Sulit Dijangkau

Minggu, 27 September 2026 - 15:21

Bantuan Perlengkapan Sekolah Dari Program Bhayangkari Peduli Disalurkan.

Minggu, 27 September 2026 - 13:21

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Habib Bugak Bireuen dan Santuni puluhan Anak Yatim

Minggu, 27 September 2026 - 12:21

Piagam Rabies dan Target Bebas 2030

Minggu, 27 September 2026 - 11:34

Dua Jalan Jembatan Darurat Mbarung Dan Natam Putus Dua Kecamatan Terisolir

Minggu, 27 September 2026 - 08:04

Deli Serdang Kembangkan Bawang Merah di Namorambe, Target Produksi 13 Ton

Minggu, 27 September 2026 - 07:11

BERJUANG SENDIRI, TAPI TIDAK HARUS MENUTUP DIRI

Berita Terbaru