
Kepala BPBD Raja Ampat, Guntur Tamima, bersama,Kapolres Raja Ampat AKBP Boma Wedhayanto Purnomo, S.E., S.I.K., M.H., dan,Wakapolres Raja Ampat AKP Muhadi, SH, bersama Tim di lapangan. Minggu 27/9/2026.Pukul 21.41 menit WIT.
RAJA AMPAT – TRIBUNEINDONESIA.COM — Kobaran api kembali menggegerkan Raja Ampat! Titik kebakaran terlihat melahap kawasan tebing di wilayah Lonobi, Waisai, Kompleks Perumahan 100, Kabupaten Raja Ampat, Minggu (27/9/2026).
Kepulan asap tebal dan kobaran api yang terlihat dari kawasan tersebut langsung mendapat perhatian. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Raja Ampat bersama personel Polres Raja Ampat dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan titik api dan mencegah kebakaran meluas.
Kepala BPBD Raja Ampat, Guntur Tamima, dan juga, Kapolres Raja Ampat AKBP Boma Wedhayanto Purnomo, S.E., S.I.K., M.H.,Wakapolres Raja Ampat AKP Muhudi, SH, telah berada di lapangan untuk memantau langsung kondisi sekaligus mengarahkan personel dalam penanganan kebakaran.
Namun, upaya pemadaman tidak berjalan mudah.
Titik api berada di kawasan tebing dengan medan yang sulit dijangkau. Kondisi tersebut membuat petugas tidak dapat dengan mudah mendekati sumber kobaran api.
Meski menghadapi medan ekstrem, tim gabungan tetap disiagakan di lokasi. Personel diarahkan untuk melakukan pemantauan terhadap perkembangan api sekaligus mengantisipasi munculnya titik-titik baru.
API DIDUGA SUDAH MUNCUL SEJAK BEBERAPA HARI
Informasi yang dihimpun Tribuneindonesia.com dari warga di sekitar lokasi menyebutkan, titik api diduga telah terlihat sejak beberapa hari sebelumnya.
Warga yang sempat mendekati kawasan tersebut menyebut keberadaan api sudah terlihat sebelum penanganan dilakukan pada Minggu.
“Menurut warga yang mendekati lokasi, api sudah terlihat sejak beberapa hari lalu.”
Namun, penyebab pasti kebakaran hingga kini belum dapat dipastikan. Informasi mengenai asal-usul api masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
BPBD SUDAH INGATKAN: JANGAN BUKA LAHAN DENGAN CARA MEMBAKAR
Di tengah kejadian tersebut, Kepala BPBD Raja Ampat Guntur Tamima sebelumnya telah mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Ia menegaskan, apabila ditemukan pihak yang sengaja melakukan pembakaran untuk membuka lahan, maka tindakan tersebut dapat diproses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Kini, perhatian tertuju pada kawasan Lonobi. Medan yang sulit dijangkau membuat penanganan titik api menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan.















