MANADO – Tribuneindonesia.com,Ketua Asrama Raja Ampat di Manado, Arnes Sauyai. Sauyai, kembali mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat segera merealisasikan pembayaran kontrak asrama mahasiswa yang hingga kini belum juga diselesaikan.
Desakan tersebut disampaikan Arnes pada Senin (7/9/2026), menyusul belum adanya kepastian pembayaran meski sebelumnya Dinas Pendidikan disebut telah menyampaikan bahwa kewajiban tersebut akan segera diselesaikan.
Menurut Arnes pihak Dinas Pendidikan sebelumnya telah menyampaikan kepada pemilik rumah bahwa pembayaran kontrak akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, hingga memasuki pekan ini, pembayaran tersebut belum juga terealisasi.
“Dalam perjanjian, Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan segera melakukan pembayaran.
Tetapi sampai saat ini kami belum mendapatkan respons dan pembayarannya juga belum dilakukan,” ujar Arnes
Kondisi ini, kata dia, mulai berdampak terhadap kenyamanan mahasiswa yang tinggal di asrama. Pemilik rumah disebut terus mempertanyakan kepastian pembayaran kepada para mahasiswa.
“Pemilik rumah sudah bertanya-tanya terus kepada kami. Kami yang tinggal di sini akhirnya ikut merasa terbebani,” katanya.
Arnes menegaskan, mahasiswa tidak ingin persoalan administrasi pembayaran asrama mengganggu aktivitas perkuliahan.
“Kami ini butuh ketenangan untuk belajar. Kalau setiap hari ditanya soal pembayaran, tentu sangat mengganggu aktivitas kami,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan Raja Ampat segera mengambil langkah konkret dan tidak lagi memberikan janji tanpa kepastian.
“Kami minta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat segera membayar asrama. Kami di sini hanya ditanya-tanya terus,” ujarnya.
Anastasya juga memberikan peringatan tegas.
Jika dalam waktu dekat tidak ada kepastian maupun realisasi pembayaran, mahasiswa Raja Ampat di Manado siap mengambil langkah lebih lanjut.
“Kami tidak butuh janji lagi, kami butuh pembayaran. Kalau sampai tidak direalisasikan, kami mahasiswa siap turun aksi untuk menyampaikan tuntutan kami,” tegasnya.
Ia memastikan mahasiswa akan terus mengawal persoalan tersebut hingga kewajiban pembayaran kontrak asrama benar-benar diselesaikan.
“Kami sudah cukup menunggu. Kalau tetap tidak ada penyelesaian, kami siap mengambil langkah lebih tegas,” tandas Arnes



















