Jangan Jadikan Guru Komoditas Politik — Buktikanlah dengan Kesejahteraan Yang Nyata

- Editor

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi/Tribuneindonesia.com

Sungguh ironis dan menyedihkan melihat kenyataan ini: bangsa dan negeri ini seakan-akan hanya menjadikan pengajar dan guru sebagai komoditas politik. Dipuji di saat-saat tertentu, dijanjikan di saat menjelang pemilihan, lalu dilupakan begitu saja setelah tujuannya tercapai. Padahal yang sesungguhnya dibutuhkan bukan kata-kata manis menjelang pemilu — melainkan kenyataan gaji yang besar, kehidupan yang sejahtera, dan penghormatan yang nyata setiap hari. Kamis 13 Agustus 2026

Terlalu sering kita melihat hal yang sama terulang: Menjelang pergantian kekuasaan, menjelang pemilihan presiden beberapa tahun lagi — tiba-tiba nasib guru menjadi perhatian utama. Janji diucapkan, harapan dikumandangkan, seakan-akan semuanya akan berubah menjadi lebih baik. Namun setelah masa itu berlalu, kembali seperti sedia kala: janji tinggal janji, dan kesejahteraan pendidik tetap tertahan di tempat.

Inilah yang tidak bisa lagi dibohongi atau dibodohi oleh siapa pun:

Masyarakat kita sudah sangat cerdas. Wawasannya sudah luas. Pikirannya sudah terbuka. Mereka tidak hanya mendengar kata-kata — mereka melihat kenyataan. Mereka tahu ke mana arah roda pemerintahan berputar, dan ke mana arah para pemimpin membawa bangsa ini.

Masyarakat sudah paham: kalau perhatian muncul hanya saat menjelang pemilu, itu bukan kasih sayang kepada pendidik — itu hanya kepentingan sesaat untuk memperoleh dukungan. Dan masyarakat tidak lagi mau ditipu dengan permainan yang sama tahun demi tahun.

Marilah kita tidak terlihat seperti pedagang yang hanya sibuk menawarkan barang saat pembeli datang, lalu menghilang setelah transaksi selesai. Memimpin bukan berdagang. Memimpin adalah melayani, adalah konsisten, adalah menepati janji tanpa menunggu saat yang menguntungkan saja.

Lihatlah contoh Malaysia yang begitu hebat:

🇲🇾 Di Malaysia — tidak ada permainan politik terhadap nasib guru. Tidak ada janji manis yang tiba-tiba muncul menjelang pemilihan, lalu hilang kembali setelah pemilu berlalu. Di sana, kesejahteraan pendidik adalah kebijakan yang tetap, konsisten, dan dijalankan setiap tahun — tanpa menunggu musim untuk mencari dukungan suara. Mereka memahami: guru bukan alat politik, melainkan fondasi peradaban. Maka dihormati setiap hari, disejahterakan dengan sistem yang jelas, dan tidak pernah dijadikan barang dagangan menjelang pemilihan.

Baca Juga:  Terbongkar! Rumah Kecil di Medan Tuntungan Jadi "Kuburan" Motor Curian, Puluhan Unit Disita Polisi

Marilah kita malu kepada bangsa tetangga itu. Mereka lebih konsisten, lebih jujur, dan lebih tegas dalam menghargai pendidiknya. Bukan karena mereka lebih kaya — tetapi karena mereka lebih memahami: yang membangun peradaban bukan janji di atas kertas, melainkan penghormatan yang nyata dan konsisten kepada para pendidiknya — setiap hari, bukan hanya menjelang pemilu.

Sebagaimana dikatakan pengamat sosial Rocky Gerung dengan tegas:

“Jangan jadikan nasib guru sebagai barang dagangan politik. Dipuji saat butuh suara, dilupakan setelah menang. Itu bukan kepemimpinan — itu penipuan berulang kali. Negara tidak boleh hanya teringat guru saat menjelang pemilu. Negara harus ingat guru setiap hari, karena generasi lahir setiap hari, dan masa depan dibangun setiap hari oleh tangan mereka. Kalau hanya muncul saat butuh dukungan — maka rakyat tahu: yang dicari bukan kemajuan bangsa, melainkan kemenangan sesaat.”

Maka dengarkanlah pesan ini dengan tegas:

Bila peradaban bangsa ini benar-benar ingin maju — JANGAN TUNGGU MENJELANG PEMILU! Jangan hanya mengumumkan anggaran APBN sebagai pemanis kata-kata untuk menyenangkan para pendidik! Lakukanlah tanpa ada kepentingan politik di dalamnya! Buktikanlah dengan kenyataan yang nyata! Tetapkanlah angkanya! Umumkanlah kepada seluruh rakyat dari SABANG sampai MERAUKE!

Naikkanlah gaji guru — seratus kali lipat lebih layak dari yang sekarang!

🇨🇳 Lihatlah Tiongkok — negara yang begitu luas dan berpenduduk terbanyak di dunia, sama seperti Indonesia. Mereka tidak menjadikan guru alat politik. Mereka menetapkan gaji pendidik dengan tegas: gaji pokok guru tidak boleh lebih rendah dari pendapatan rata-rata pegawai negeri, dan dinaikkan secara berkala tanpa menunggu musim pemilu. Tertulis jelas, ditetapkan dengan tegas, dilaksanakan dengan nyata — tanpa janji manis sesaat, tanpa penundaan tahun demi tahun.

Kalau Tiongkok yang begitu luas mampu melakukannya dengan tegas dan jelas — mengapa Indonesia yang kaya raya masih berputar pada janji yang sama tahun demi tahun? Tetapkanlah angkanya, umumkanlah kepada seluruh negeri, dan laksanakanlah SEKARANG.

Berita Terkait

Vietnam Menuju 20 Besar Dunia — Sementara Kita Masih Bermimpi Tanpa Langkah Nyata
Maluku dan Indonesia Timur — Membangun Peradaban, Tapi Dianggap Anak Tiri
Ironi Negeri Ini — Guru Disuruh Sarjana, Tapi Dewan Bisa Cukup Lulus SMA
Memimpin Bukan Bermain Catur — Membangun Peradaban atau Menjadi Cerita Keruntuhan
Peradaban Bangsa Akan Bersih dan Maju Jika Dimulai dari Indonesia Timur
Jack Ma: Seorang Guru yang Membuktikan — Bukan dengan Buku, Tapi dengan Karya
Sekolah Itu Fondasi: Di Situlah Identitas dan Masa Depan Bangsa Dibentuk
Perampasan Aset Koruptor: Antara Ketakutan Pemegang Kuasa dan Keadilan bagi Rakyat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:20

GMNI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:20

Dikira Embun, Ternyata Debu Selimuti Jalan Lintas Kutacane-Medan ‎

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:38

Dari Pinang Tak Produktif Menjadi Kebun Manfaat, SMA Negeri 1 Badar Sulap Halaman Sekolah Jadi Aset Pendidikan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:02

Himpunan Mahasiswa hukum tata i 40 tabung gas LPJ,ambal,pakaian layak dankebutuhan sekolah, langsung kepada korban kebakaran di pasar jagong jeget kamis 13.agustus 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:51

Semarak HUT ke-81 RI, Lapas Kota Bakti dan UPT Pemasyarakatan Pidie Gelar Donor Darah Serentak

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:42

MAN 1 Pidie Perkuat Kiprah di Kancah Internasional, Dua Siswa Raih Juara III Robotik

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:09

Desa Kute Buluh Juara Evaluasi Desa Cantik Aceh Tenggara, Pengelolaan Data Jadi Fondasi Pembangunan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 01:34

Ketika Sumber Daya Habis — Lalu Ke Mana Bangsa Ini Akan Melangkah?

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Pergantian Dandim dan Ujian Jejaring Kekuasaan

Kamis, 13 Agu 2026 - 15:06

Pemerintahan dan Berita Daerah

Akses Keuangan, Target yang Dikejar

Kamis, 13 Agu 2026 - 13:27