TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Aula Cadika Lubuk Pakam menjadi titik awal pelepasan rombongan Pramuka menuju Jambore Nasional XII. Bukan hanya santap siang yang tersaji. di tempat itu, terselip keputusan penting: seluruh ongkos perjalanan, perlengkapan, hingga uang saku peserta ditanggung melalui anggaran daerah. Nilainya mencapai Rp2,12 juta untuk setiap peserta.
Keputusan itu menyita perhatian. Di tengah berbagai kebutuhan anggaran lain, biaya keberangkatan rombongan Pramuka memperoleh prioritas penuh. Tiket pesawat, jaket, tas, perlengkapan kegiatan, sampai kebutuhan perjalanan dipastikan tersedia sebelum keberangkatan menuju Cibubur pada 10 Agustus 2026.
Dr. H. Asri Ludin Tambunan menyebut fasilitas tersebut diberikan agar peserta dapat berangkat tanpa membebani keluarga. Harapannya, pengalaman mengikuti Jambore Nasional membuka cakrawala baru bagi generasi muda. Rombongan juga dijadwalkan mengunjungi Monumen Nasional, Ancol, serta berpeluang melihat aktivitas di Gedung DPR RI sebelum memasuki arena jambore.
Perhatian tidak berhenti pada kegiatan kepanduan. Peserta berprestasi dijanjikan memperoleh dukungan pendidikan hingga perguruan tinggi. bahkan, dua peserta yang kelak lolos mewakili Indonesia menuju Jambore Internasional di Polandia disebut bakal memperoleh dukungan biaya.
Lom Lom Suwondo mengingatkan seluruh rombongan menjaga nama daerah asal dan memperkuat rasa kebersamaan selama mengikuti kegiatan nasional. Pesan itu disampaikan bersamaan dengan penyerahan perlengkapan perjalanan dan uang saku secara simbolis.
Rombongan dijadwalkan bertolak pada 10 Agustus, sedangkan Jambore Nasional XII berlangsung di Cibubur pada 13 sampai dengan 20 Agustus 2026. Keberangkatan kali ini bukan hanya mengirim peserta mengikuti perkemahan nasional, melainkan juga memperlihatkan pilihan anggaran yang menempatkan pembinaan generasi muda pada posisi penting.(Ilham Gondrong)


















